Elegant Rose

Senin, 12 Desember 2011

Rose Of Versailles Ep.01 “Oscar! The Destiny of the Rose”

Diposkan oleh Hayyu François de Jarjayes di 11:36 AM
Film ini dimulai pada suatu malam dengan hujan deras dan petir menyambar-nyambar. Tepatnya saat itu tanggal 25 Desember 1755, di sebuah puri milik keluarga Jarjayes yang tak jauh dari Versailles. Jendral Rainier de Jarjayes sang tuan rumah sedang gelisah menunggu kelahiran anaknya yang ke-6.


Tak lama kemudian, suara tangis bayi pun terdengar di antara gemuruh petir. Sang jendral sangat berharap bahwa yang dilahirkan adalah anak laki-laki karena beliau sangat menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya. Memang saat itu keluarga Jarjayes turun temurun dipercaya oleh kerajaan prancis untuk menjadi kepala pengawal pasukan istana. Namun Sang Jendral kecewa karena yang dilahirkan adalah seorang bayi perempuan yang cantik jelita. Dengan lahirnya sang putri bungsu, Jenderal Jarjayes telah memiliki 6 orang anak perempuan. Tiba-tiba terlintas ide gila di kepalanya. Dia memutuskan untuk membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki dan memberinya nama Oscar François.


14 tahun kemudian, Oscar tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang kuat dan lincah. Bersama dengan André Grandier, cucu dari inang pengasuh yang telah lama mengabdi di keluarga Jarjayes, Oscar bermain pedang dan berkuda. Sementara itu kerajaan Prancis sedang merencanakan perkawinan antara Putri Marie Antoinette, putri kesembilan dari Ratu Maria Theresia dari Austria, dengan Putra Mahkota Louis August, cucu dari Raja Louis XV dari Prancis. Oleh karena itu, disiapkan pasukan khusus untuk menyambut kedatangan Putri Marie Antoinette. Jendral Jarjayes berharap Oscar mendapatkan posisi komandan pasukan untuk mengawal Putri Marie Antoinette dari Austria.


Namun ternyata selain Oscar, ada seorang lagi yang menjadi ‘calon’ komandan yaitu seorang pemuda tampan bernama Victor Clement de Gerodéré. Raja Louis XV memutuskan untuk mengadakan duel antara Oscar dan Gerodéré dan pemenangnya akan mendapatkan posisi komandan.


Pada hari yang ditentukan, Oscar yang bandel bukannya datang ke tempat dia berduel dengan Gerodéré yang akan disaksikan oleh Raja dan para bangsawan. Oscar malah menghadang Gerodéré di tengah jalan dan menantangnya adu pedang. Oscar berhasil mengalahkan Gerodéré. Ketika Raja Louis XV mengetahui hal itu, beliau sangat marah. Namun Gerodéré yang telah dikalahkan Oscar malah merekomendasikan Oscar lebih cocok menjadi komandan dibanding dengan dirinya. Raja pun setuju dan memerintahkan Oscar menjadi komandan.


Jendral Jarjayes pun kebingungan, perintah Raja tak mungkin ditolak tetapi Oscar yang keras kepala tampaknya enggan mengenakan seragam militer. Jendral Jarjayes pun meminta bantuan André membujuk Oscar agar mau memakai seragam militer. Pembicaraan André dan Jendral Jarjayes didengar oleh Oscar. Pada saat itu, dalam hatinya yang paling dalam Oscar sangat menginginkan hidup sebagai gadis biasa pada umumnya.


Keesokan harinya, André memutuskan untuk tidak memaksa Oscar seperti permintaan Jendral Jarjayes, ayah Oscar. “Ini belum terlambat Oscar!! Kau bisa kembali menjadi jati dirimu sebagai perempuan!!”, kata André. André pun pun berkata pada Jendral bahwa Oscar memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri dan dia tidak bisa memaksakan kehendak kepada Oscar. Namun tiba-tiba seisi rumah dikejutkan oleh Oscar yang keluar dari kamarnya mengenakan seragam militer lengkap. Ternyata sang mawar telah menentukan tujuan hidupnya.  Mulai saat itu Oscar berpisah dengan jati dirinya sebagai seorang gadis dan memulai hidup sebagai seorang tentara. Oscar selalu didampingi oleh sahabat setianya André Grandier, menjalani kehidupannya yang akan datang.

Facebook Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Merci Beaucoup ^^

 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates