Elegant Rose

Minggu, 12 Februari 2012

Rose Of Versailles Ep.06: A Silk Dress and A Rugged Dress

Diposkan oleh Hayyu François de Jarjayes di 11:13 PM
Tiga tahun setelah pernikahannya dengan Putra Mahkota Prancis Louis August, Putri Marie Antoinette belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di Paris. Oleh karena itu dia meminta pendapat kepada para bangsawan. Namun mereka menasehati Sang Putri untuk tidak pergi ke paris karena situasi disana tidak aman. Sang putri pun meminta izin kepada Raja Louis XV untuk mengunjungi Paris, Raja pun mengizinkannya. Bukan main senangnya hati Putri Marie Antoinette mendengar hal itu. Sementara itu, Duke Orleans yang sudah lama mengincar tahta, merencanakan sesuatu dibantu oleh Duke Guemenee yang dengki terhadap Oscar karena Oscar yang masih muda mendapat jabatan sebagai Komandan Pasukan Kavaleri yang mengawal pasangan muda Putra dan Putri Mahkota Prancis. Menurutnya, Oscar tidak pantas mendapatkan jabatan itu apalagi Oscar adalah seorang wanita.


20 kilometer jauhnya dari Versailles dimana para bangsawan hidup dalam kemewahan, sebuah kehidupan yang bertolak belakang terdapat di sana yaitu di sudut-sudut kota Paris. Terutama di daerah kumuh, banyak sekali pengangguran yag hidup dalam kemiskinan. Setiap hari pasti ada pencurian dimana-mana, hanya untuk mendapatkan sepotong roti. Di tempat itu hiduplah dua orang gadis yang tinggal bersama ibunya yang sakit-sakitan. Mereka hidup dalam kemiskinan. Nama kedua gadis itu adalah Jeanne dan Rosalie. Kedua gadis itu memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Jeanne sang kakak yang cantik tetapi pemalas, kerjanya hanya berdiri di depan cermin dan terus menerus memimpikan hidup di istana Versailles. Sedangkan sang adik bernama Rosalie, adalah gadis yang sederhana, rajin dan baik hati.

Sementara itu, dalam perjalanannya berpatroli berkeliling kota Paris, Oscar ditemani oleh Andre dan Gerodere bertemu dengan Duke Guemenee bersama seseorang yang diketahui Gerodere bernama Charles Colder mantan pasukan pengawal yang dipecat karena kelakuannya yang tidak baik. Gerak-gerik mereka mencurigakan dan mereka seperti sedang merencanakan sesuatu.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari itu Putra Mahkota Louis August dan Putri Mahkota Marie Antoinette berkunjung ke Paris. Oscar beserta pasukannya mengawal perjalanan pasangan muda kerajaan tersebut. Gerodere, bawahan Oscar tiba-tiba melapor padanya tentang penyelidikan yang dilakukannya. Diketahui bahwa Charles Colder sekarang mengelola pabrik serbuk mesiu. Sementara itu, Andre juga melakukan pengintaian untuk menyelidiki masala tersebut. Dilihatnya dua orang pria merencanakan melempar granat ke kereta yang ditumpangi oleh pasangan kerajaan. Andre pun segera melapor kepada Oscar. Setelah mendapatkan laporan dari Andre, Oscar tidak membuang waktu lagi dan memerintahkan kepada Gerodere untuk menggantikan posisinya mengawal kereta kerajaan. Oscar dan Andre menelusuri jalan-jalan untuk mencari-cari pria yang mencurigakan. Tak lama kemudian, Oscar pun melihatnya. Charles Colder berada dalam kerumunan orang-orang yang menyambut kedatangan Putra dan Putri Mahkota. Charles mengeluarkan granat dari sakunya dan bersiap-siap untuk melemparnya ke arah kereta. Namun Oscar mencegahnya. Oscar melempar dirinya dari kuda yang ditungganginya, mendorong Charles hingga jatuh dan granat itu terlempar dan jatuh. Oscar segera menendang granat itu ke sungai. Charles berusaha kabur, namun tertangkap oleh Oscar dan tak terelakkan lagi keduanya pun beradu pedang. Oscar berhasil menyudutkannya, dan menanyakan apakan dia disuruh oleh Duke de Guemeneee. Namun Charles tidak menjawab. Dia malah menelan racun yang sudah disiapkannya.
Akhirnya berkat Oscar Putra dan Putri Mahkota sampai di tempat tujuan dengan selamat. Di paris, rakyat menyambut Putra dan Putri Mahkota dengan hangat. Putri Marie Antoinette pun sangat senang mendapatkan sambutan hangat ini. Kalau saja dia ingat akan sambutan rakyatnya hari itu, tentunya Antoinette tidak akan menjadi Ratu yang menyedihkan di kemudian hari.


Sementara itu, hampir semua rakyat Paris sedang menyambut pasangan putra dan putri mahkota, Jeanne si pemalas malah duduk-duduk di pinggir sungai dan seperti biasa menggerutu tentang nasib buruknya. Tiba-tiba sebuah kereta kuda datang, Jeanne pun menghadang kereta itu. Dan memohon belas kasihan kepada si pemilik kereta. Si pemilik kereta itu adalah Countess Brandbillier. Dengan baik hati dia mengajak Jeanne untuk tinggal bersamanya dan diangkat sebagai anaknya. Jeanne gembira bukan main. Dia bertekad untuk mendapatkan apa yang dia mau dengan cara apapun.

Sedangkan di saat yang sama, adiknya Rosalie sibuk memikirkan ibunya yang sakit-sakitan sementara harga makanan semakin naik. Dia juga memikirkan kakaknya, Jeanne, yang belum juga pulang ke rumah. Berjalan sambil melamun, Rosalie tidak melihat ada kereta kuda datang dan hampir menabraknya. Seorang pemuda keluar dari kereta tersebut dan meminta maaf padanya. Pemuda itu tak lain tak bukan adalah Hans Axel von Fersen, yang kembali melewati Prancis setelah menyelesaikan studinya di Jerman, Swiss, dan Italy. Dengan kedatangan Fersen ini, pertemuan yang menentukan dan cinta segitiga antara Oscar, Fersen dan Antoinette tak lama lagi akan segera terjadi.

Previous Episode: "Tears With Dignity"

Facebook Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Merci Beaucoup ^^

 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates