Elegant Rose

Jumat, 09 Maret 2012

Rose of Versailles Ep. 07 : Who Wrote the Love Letter?

Diposkan oleh Hayyu François de Jarjayes di 7:32 PM

Hampir setiap hari sejak pagi hingga malam, Putra Mahkota Louis August selalu mengabiskan waktunya di tempat pandai besi. Louis August sama sekali menelantarkan Antoinette. Putri Antoinette yang malang selalu tidur sendirian setiap malam. Mereka layaknya seperti bukan sepasang suami istri. Seakan mereka hanya terikat status saja. Bahkan mengajak Antoinette berbincang saja pun Louis August tidak pernah. Putri Antoinette merasa bahwa Putra Mahkota tidak menyukainya.

Karena tidak tahan dengan ketidakacuhan putra mahkota, putri Antoinette mendatanginya di tempat pandai besi dan menyampaikan protes nya. Putra Mahkota Louis August terkejut dan dengan tergagap dia menjawab protes Antoinette. Sebagai tanda cinta nya, dengan kikuk Louis August memberi Antoinette sebuah gembok kunci besar berbentuk hati dan berlari keluar dari ruangan pandai besi. Dengan marahnya, Antoinette melempar gembok itu dan mengejar putra mahkota. Kejadian ini terdengar oleh Count Mercy, diapun menasehati putri Antoinette untuk tidak terlalu menekan putra mahkota. Namun seperti biasa, putri Antoinette tak mengacuhkan nasehatnya. Kejadian ini juga sampai ke telinga Madame du Barry. Dia senang sekali dan berniat menjatuhkan putri Antoinette begitu ada kesempatan datang.

Suatu hari, putra mahkota Louis August pergi berburu dengan Oscar beserta rombongan yang lain. Dalam perjalanan berburu itu, Putra Mahkota curhat kepada Oscar tentang perasaannya terhadap Antoinette. Dia sangat mencintai Antoinette, namun kecantikan Antoinette membuatnya minder. Dia bukanlah pria yang tampan. Dia hanya laki-laki gemuk, pendek, dan kikuk, tidak dapat menyenangkan hati wanita. Dia merasa tidak pantas untuk Antoinette, alasan itulah yang membuatnya menelantarkan Antoinette. Oscar yang mendengar itu merasa kasihan terhadap Putra Mahkota. Pulang dari berburu, rombongan Putra Mahkota membawa banyak sekali kulit rubah yang indah-indah. Semua wanita bangsawan di Istana Versailles terkagum-kagum dengan hasil buruan  Putra Mahkota, namun tidak dengan Antoinette. Dia tidak peduli sementara yang lain memuji-muji ketrampilan berburu putra mahkota. Salah satu dari wanita bangsawan itu menyebut-nyebut tentang pesta topeng di Paris. Putri Antoinette pun tertarik.

Suatu malam, putri Antoinette ditemani beberapa wanita bangsawan diam-diam menyelinap ke luar istana untuk pergi ke pesta topeng. Putri Antoinette pun meminta Oscar untuk mengawal mereka. Oscar tadinya menolak dan berusaha mencegah Putri Antoinette. Namun Antoinette keras kepala, dan Oscar pun terpaksa menurutinya. Di pesta topeng itulah terjadinya pertemuan antara Oscar, Antoinette, dan Fersen. Saat itu di pesta topeng, Fersen mendekati Antoinette dan mengajaknya berdansa. Karena penasaran dengan wajah di balik topeng, Fersen membuka topeng yang dikenakan Antoinette. Fersen terpesona dengan kecantikan Antoinette. Melihat kejadian itu Oscar segera mendekati mereka dan menghalangi Fersen dengan pedangnya. Oscar berkata apabila Fersen ingin berbincang dengan Putri Mahkota Marie Antoinette, dia harus datang ke pertemuan resmi di Istana Versailles. Fersen terkejut mengetahui bahwa gadis yang dilihatnya adalah Putri Antoinette. Sejak malam pertemuan itu, ada yang berbeda dari sorot mata Fersen dan Antoinette. Di sini lah awal mula terjadinya cinta terlarang antara bangsawan muda tampan dari Swedia dengan wanita tercantik di Versailles.

Hampir setiap hari, Fersen datang ke Versailles dan menemui Antoinette. Hal ini mengundang banyak perhatian dari para bangsawan Versailles, terutama para bangsawan wanitanya. Oscar merasa khawatir dengan kedekatan antara Antoinette dan Fersen. Sementara itu, Madame du Barry merasa kesempatannya datang. Maka dia berencana untuk menjatuhkan Putri Antoinette dengan membuat rumor tak sedap. Suatu malam dengan ditemani oleh oleh dayangnya, Madame du Barry diam-diam menyelinap keluar istana. Tanpa diketahuinya, dia diikuti oleh Gerodere yang kebetulan sedang berpatroli. Madame du Barry beserta dayangnya menemui Lazani, ahli pemalsu tulisan. Dengan menjanjikan bayaran  2000 livre, Madame du Barry meminta Lazani untuk membuat surat cinta dengan meniru tulisan tangan Antoinette.


Setelah surat itu jadi, Madame du Barry menyuruh dayangnya untuk meletakkan surat tersebut di lantai koridor agar bisa ditemukan oleh seseorang. Namun Madame de Jarjayes lah yang menemukan surat itu. Dia terkejut melihat surat yang ditandatangani Antoinette yang ditujukan kepada Fersen. Dia kemudian menyerahkan surat cinta itu kepada Oscar. Oscar dangat marah dan menyudutkan Fersen dengan pedangnya. Fersen bingung ketika membaca surat tersebut. Dia bersikeras bahwa dia tidak pernah berkorespondensi secara rahasia dengan Antoinette melalui surat, apalagi diam-diam bertemu dengannya secara sembunyi-sembunyi seperti yang disebutkan di dalam surat. Di saat yang tepat, Andre dan Gerodere datang untuk mencegah Oscar melukai Fersen. Gerodere segera melaporkan apa yang diketahuinya. 

Kemudian Oscar, Andre, dan Gerodere segera menemui Lazani untuk menangkapnya dan membuatnya berbicara yang sebenarnya. Namun sudah terlambat, Lazani telah mati ditusuk dengan sebilah pisau. Di tempat itu, Oscar melihat sepotong kertas dengan kata-kata dan tulisan yang sama dengan surat cinta yang ditemukan Madame de Jarjayes. Mereka semakin yakin bahwa Lazani lah yang menulis surat tersebut. Tiba-tiba saja ada yang melemparkan bom molotov dari arah jendela dan segera saja ruangan tempat mereka berada terbakar. Gerodere berusaha membuka pintu, namun pintu itu terkunci dari luar. Jalan satu-satunya adalah keluar dari jendela yang satunya namun ada sungai di bawah jendela tersebut. Mereka tak ada pilihan lain selain melompat dari jendela tersebut dan menceburkan diri ke sungai di bawahnya. Mereka pun selamat.

Sampai di istana versailles, Oscar menyampaikan kepada Madame du Barry tentang peristiwa kebakaran dan ditemukannya mayat Lazani dengan punggung tertusuk pisau di dalam bangunan yang terbakar itu. Madame du Barry berlagak tidak tahu, dan Oscar tidak punya bukti apa-apa untuk membuat Madame du Barry mengakui perbuatannya. Sementara itu hubungan Antoinette dan Fersen semakin dekat, dan apa yang ditakutkan Oscar pun segera terjadi.
Next Episode: "Oscar In My Heart"

Facebook Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Merci Beaucoup ^^

 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates