Elegant Rose

Sabtu, 04 Februari 2012

Rose of Versailles Ep. 04 : A Rose, Wine and Conspiracy

Diposkan oleh Hayyu François de Jarjayes di 7:41 PM

Pada episode sebelumnya, Madame Du Barry meminta kepada Raja Louis XV untuk menjadikan Ibu Oscar sebagai dayangnya. Kabar ini terdengar oleh Putri Marie Antoinette. Putri Antoinette pun tidak mau kalah dan meminta pada Putra mahkota untuk menjadikan ibu Oscar menjadi dayangnya. Mau tidak mau Oscar harus memilih karena ini adalah perintah Raja.

Pada saat yang sama, di Austria Ratu Marie Therese ibunda Putri Marie Antoinette mengkhawatirkan keadaan putrinya di Prancis. Beliau telah mendengar kabar tentang persaingan Putri Marie Antoinette dengan Madame Du Barry, selir Raja Louis XV. Maka beliau mengutus Count Merci untuk pergi ke Prancis dan menjadi penasehat putrinya sebagai pengganti dirinya.

Sementara itu Oscar masih saja keras kepala tidak mau memilih. Andre Grandier, sahabat Oscar berusaha membujuk Oscar untuk membuat keputusan. Akhirnya Oscar menyerah dan memutuskan untuk memihak Putri Marie Antoinette yang sudah jelas bakal menjadi Ratu Prancis di kemudian hari. Maka keesokan harinya, tersiar kabar kemenangan pertama Putri Marie Antoinette terhadap Madame Du Barry.  Count Merci yang datang ke Versailles mendengar kabar itu dari para bangsawan. Dia kaget mendengar bahwa Putri Marie Antoinette secara terang-terangan menantang selir raja.

Madame Du Barry terus saja merengek kepada Raja tentang kelakuan Putri Marie Antoinette. Awalnya sang Raja tidak menggubrisnya, namun Madame Du Barry terus mendesaknya dan berkata bahwa penghinaan Putri Marie Antoinette terhadapnya, sama saja dengan Penghinaan terhadap Raja. Akhirnya Sang Raja pun termakan omongan Madame Du Barry. Beliau murka dan mengeluarkan peringatan untuk Putri Marie Antoinette. Mendengar ini, Count Merci khawatir persaingan bodoh antara wanita-wanita bangsawan Versailles ini akan membawa dampak buruk terhadap perdamaian antara Prancis dan Austria, dan bisa menimbulkan peperangan di Eropa.

Count Merci segera mengirimkan surat kilat kepada Ratu Marie Therese untuk memberitahukan hal ini. Kaunitz, sang Perdana Menteri, memberi saran agar Ratu Marie Therese menulis surat langsung kepada Putri Marie Antoinette. Namun, Ratu Marie Therese bimbang. Beliau tak mungkin mengajarkan putrinya untuk bersopan santun terhadap wanita macam Madame Du Barry. Oleh karena itu, beliau memerintahkan Kaunitz, sang Perdana Menteri yang menulis surat Kepada Putri Marie Antoinette.

Namun Putri Marie Antoinette tidak mempedulikan isi surat itu. Count Merci berusaha membujuk Putri Marie Antoinette untuk menyapa Madame Du Barry di pertemuan berikutnya. Namun pada saat pertemuan, Putri Marie Antoinette tetap tidak mau menyapa Madame Du Barry. Putri Antoinette malah mengatupkan mulutnya rapat-rapat dan memasang tampang penuh kebencian terhadap Madame Du Barry. Madame Du Barry sangat murka, namun tiba-tiba Duke Orleans datang keruangannya membawa sebotol anggur dan mereka pun menyusun rencana jahat.

Beberapa waktu kemudian Madame Jarjayes, ibu Oscar, diminta datang ke ruangan Madame Du Barry dan mengantarkan anggur untuk Madame Du Barry dan Putri Antoinette yang katanya saat itu berada di ruangan Madame Du Barry. Madame Jarjayes merasa curiga, bagaimana bisa Putri Antoinette berada di ruangan Madame Du Barry? Namun dia tidak banyak berkomentar dan langsung melaksanakan perintah itu dan datang ke ruangan Madame Du Barry mengantarkan dua gelas anggur. Andre yang mendengar kabar itu segera memberi tahu Oscar. Sementara itu, Madame Jarjayes kebingungan karena Putri Marie Antoinette tidak ada di ruangan Madame du Barry. Madame Du Barry mengatakan bahwa Putri Marie Antoinette baru saja meninggalkan ruangan. Madame Du Barry kemudian mengambil kedua gelas itu dan memberikan salah satu gelas itu kepada pelayannya. Begitu meminum seteguk anggur, si gadis pelayan tiba-tiba tercekik dan menjatuhkan gelas anggurnya. Si gadis pelayan pun langsung meninggal begitu meminum anggur yang diam-diam telah diracuni. Madame Du Barry langsung menuduh Madame Jarjayes ingin meracuninya.  Madame Jarjayes pun sadar bahwa ia telah dijebak oleh Madame Du Barry. Namun tiba-tiba Oscar datang dan terkejut dengan apa yang telah dilakukan Madame Du Barry terhadap ibunya. Oscar kemudian membuang gelas anggur yang dijatuhkan sang gadis pelayan itu keluar jendela. Oscar mengancam Madame Du Barry dia tidak akan tinggal diam apabila ada yang ingin mencelakai ibunya dan Putri Antoinette. Kemudian Oscar pun mengajak Madame Jarjayes keluar dari ruangan itu, meninggalkan Madame Du Barry yang terpuruk sendiri dalam kejengkelannya.

Previous Episode: "A Spark in Versailles"
Next Episode: "Tears in Dignity"

Facebook Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Merci Beaucoup ^^

 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates