Senin, 10 September 2012
Oscar and Fersen as a Couple!
I've decided that I'll use English and Indonesian language since this posting forward so that the foreigner visitors can understand what this article's talking about :)
Oscar and Fersen!!
Hey... Don't be mad at me if you don't like this pairing. Honestly, I would be glad to see these two become a couple. Fersen is a handsome man. Too bad that he didn't realize Oscar's feeling for him. What a poor man, he didn't realize that a beautiful woman fell in love with him. Oscar is amazingly beautiful, both of her look and her personality.
But I think if Fersen knew that Oscar was a woman from the beginning, he definitely would fall in love with her as well, although there was Antoinette who is said the most beautiful queen of Europe. Oscar no less beautiful than Antoinette, even she's more smart. Her problem just she's always wearing military uniforms not dresses.
Remember when Fersen discovered that Oscar is a mysterious enchanted countess whom he danced with, Fersen said that if she knew from the start that Oscar was a woman, their relationship could be more than friends. But his heart had been belongs to Antoinette. Fersen also described Oscar as a beautiful woman with attributed uniform that covered her fragrant skin. So that means Fersen probably could be fall in love with Oscar. Well, is there a man who couldn't falling in love with this such an angelic woman?? Look at Andre, Gerodere, and even Alain who fell in love with Oscar. Nevertheless, Oscar finally found her true love. He's Andre Grandier. And I think he's much better than Fersen. Well, I'm not a fan of Fersen. Actually I didn't like him and Antoinette because of... yeah you know... I hate cheating whatever the reasons ;)
Indonesian Translation...
Oscar dan Fersen!!
Hey... Jangan marah yaa kalo kamu ga suka pasangan ini. Jujur neh, aq sih seneng2 aja kalo mereka berdua jadi pasangan. Fersen kan ganteng. Sayang banget dia ga nyadar perasaan Oscar buat dia. Kasian banget deh neh cowok, dia ga nyadar seorang cewek cantik jatuh cinta ama dia. Oscar ini luar biasa cantik, baik dalam penampilan maupun hatinya.
Tapi kayaknya kalo Fersen tau dari awal bahwa Oscar itu adalah cewek, pastinya dia bakalan jatuh cintrong juga ama si Oscar, walopun ada Antoinette yang katanya disebut2 sebagai ratu tercantik di eropa. Oscar ga kalah cantiknya dibanding Antoinette, malah lebih hebat. Masalahnya cuma Oscar selalu pake seragam militer, dan bukannya gaun.
Inget deh waktu Fersen tau kalo Oscar adalah Si Countess cantik dan misterius yang pernah dansa ama dia, Fersen bilang kalo aja dia tau dari awal Oscar adalah seorang wanita, mungkin hubungan mereka akan lebih dari sekedar teman. Tapi hati Fersen udah terlanjur jadi milik Antoinette. Fersen juga menggambarkan Oscar sebagai wanita cantik dengan seragam beratribut yang selalu membungkus kulitnya yang indah. Jadi artinya Fersen mungkin saja jatuh cinta ama Oscar. Yahh, ada ngga sih cowok yang ga jatuh cinta ama cewek secantik dia?? Liat aja Andre, Gerodere, bahkan Alain yang jatuh cinta sama Oscar. Tapi biar gitu, toh akhirnya Oscar nemuin juga cinta sejatina. Dia Adalah Andre Grandier. Dan menurut ku sih dia jauh lebih baek daripada Fersen. Aq sih bukan fans nya Fersen ya. Sebenernya aq ga terlalu suka dia dan Antoinette juga soalnya... yahh kalian tau lah... Aq benci perselingkuhan, apapun alasannya ;)
Categories
Anime,
Characters
Minggu, 15 Juli 2012
Rose Of Versailles Ep.11 : Fersen Departs for the Northland
Setelah penobatan Raja Prancis yang baru, Louis XVI, seluruh
Prancis seperti hidup kembali. Seluruh rakyat engelu-elukan raja baru mereka.
Di mana-mana terdapar lukisan dan poster-poster yang memampangkan kedua Raja
dan Ratu muda tersebut. Rakyat sangat menaruh harapan besar pada mereka.
Di istana Versailles, Marie Antoinette yang sekarang telah
menjadi seorang ratu, mulai melaksanakan tugas barunya yaitu mengadakan
pertemuan dengan para bangsawan. Namun Marie Antoinette yang masih
kekanak-kanakan dan senang bermain-main, malah bersikap seenaknya. Dia dengan
sesuka hatinya mengangkat menteri-menteri tanpa melihat dulu latar belakang dan
kemampuan orang tersebut, dan menghentikan atau membatalkan pertemuan
seenaknya. Hal ini sangat membuat Count Mercy dan Countess Nouailles khawatir.
Sementara itu, Oscar diangkat menjadi komandan tertinggi di
asukan pengawal kerajaan. Ini adalah rekomendasi dari Ratu Antoinette. Ratu
Antoinette juga menjanjikan gaji dua kali lipat kepada Oscar namun Oscar
menolaknya. Dia ingin gajinya tetap dan apabila Ratu Antoinette memaksa, Oscar
tidak akan menerima kenaikan pangkatnya sebagai Komandan Tertinggi. Sang ratu
muda terkejut mendengar pernyataan Oscar. Namun dia mengalah dan meminta Oscar
mengatakan apapun yang dia inginkan seperti pangkat tinggi, kuda, kastil, namun
Oscar hanya berkata bahwa satu-satunya keinginannya adalah melihat Ratu Marie
Antoinette menjadi seorang ratu yang baik dan bijaksana. Maka sejak saat itu Oscar menjadi Komandan tinggi, dengan
seragam barunya yang berwarna merah. Ratu Marie Antoinette megiriminya banyak
sekali hadiah, namun ditolak oleh Oscar. Menurutnya Ratu Marie Antoinette
seharusnya bisa menahan dirinya dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk
mengekspresikan kesenangannya pada orang-orang favoritnya karena uang tersebut
merupakan pajak dari rakyat.
Sang ratu kecewa mengetahui semua hadiahnya
ditolak oleh Oscar. Sementara itu hatinya juga sedang dirundung kesedihan
karena Fersen sama sekali belum mengunjunginya sejak penobatannya sebagai ratu
prancis. Menurut Countess Noailles, Fersen mungkin disibukkan dengan
tugas-tugasnya karena dia seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu di beberapa
Negara di eropa. Karena kesedihannya, Ratu Antoinette merasa malas untuk
mengadakan pertemuannya. Dia pun mengatakan kepada Grand Chamberlain untuk
membatalkan pertemuan hari itu. Namun Count Mercy menegurnya dan mengatakan
bahwa pertemuan tersebut adalah tugas seorang Ratu, dan Marie Antoinette adalah
seorang Ratu, bukan lagi Putri Mahkota. Ratu Antoinette terpaksa menurutinya
namun dia hanya menemui 10 orang saja. Tiba-tiba salah satu dayang memasuki
ruangan dan menyampaikan pesan dari seorang tamu yang ingin menemui Ratu Marie
Antoinette. Sang Ratu menolaknya, namun ketika mendengar bahwa tamu tersebut
adalah Fersen, Ratu Antoinette menjadi sumringah.
Di ruang pertemuan, para bangsawan merasa kesal dengan sikap
Ratu Marie Antoinette yang seenaknya membatalkan pertemuan. Mereka merasa tak
dianggap oleh sang ratu. Apalagi ratu membatalkan pertemuan tersebut hanya
gara-gara seorang fersen. Kemarahan bangsawan tersebut dikompori oleh Duke de Guemenee.
Oscar yang mendengar hal itu sangat menyayangkan sikap Ratu Antoinette.
Sementara itu Ratu Marie Antoinette asyik berbincang-bincang
dengan Fersen. Kemudian Countess Nouailles mengabarkan bahwa konser segera
dimulai dan meminta Ratu Antoinette bersiap-siap. Lagi-lagi Ratu Antoinette
membatalkannya. Fersen merasa tidak enak hati karena Ratu Marie Antoinette
lebih memilihnya daripada menghadiri pertemuan dan konser rutin, namun Fersen
tidak dapat berbuat apa-apa. Dia terlalu terpesona dengan kecantikan Ratu
Antoinette. Countess Nouailles merasakan sesuatu hal yang berbeda pada Ratu
Antoinette. Dia pun membicarakannya dengan Count Merci. Menurutnya keramahan
Ratu Marie Antoinette pada fersen sangatlah tidak wajar, dan Countess Nouailles
merasakan sesuatu hal yang ganjil pada mereka berdua. Namun Count Merci yang
tidak peka hanya tertawa dan mengatakan bahwa kekhawatiran Countess Nouailles
terlalu berlebihan. Oscar yang mendengar percakapan Countess Nouailles dan
Count Merci merasakan kekhawatiran yang sama dengan yang dirasakan oleh
Countess Nouailles. Sebagai seorang wanita, tentunya Oscar juga peka terhadap
hal-hal tersebut. Oscar berpikir dia harus melakukan tindakan segera untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Keesokan harinya Oscar mendatangi rumah Fersen dan
memberinya peringatan. Fersen sudah menduga apa yang akan dibicarakan Oscar.
Maka Oscar pun tidak bertele-tele dan menyarankan pada Fersen agar dia segera
meninggalkan Prancis dan kembali ke Swedia. Fersen terkejut dengan pernyataan Oscar.
Fersen mengerti akan kekhawatiran Oscar. Menurut Oscar memang belum ada gosip-gosip
buruk tentang mereka namun ada beberapa orang yang memperhatikan gerak gerik Fersen
dan Ratu Marie Antonette. Hal ini tentu berbeda dulu dan sekarang. Dulu Marie
Antoinette masih seorang Putri Mahkota yang memiliki lebih banyak kebebasan,
tapi sekarang Marie Antoinette sudah menjadi seorang Ratu. Untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, dan bahaya yang akan dihadapi Fersen kelak,
Oscar menyarankan Fersen untuk tetap di negaranya untuk sementara waktu. Fersen
pun mengerti dan menerima saran Oscar ntuk pulang ke negaranya. Sebelum Oscar
pulang, Fersen menanyakan sesuatu pada Oscar, apakan Oscar tidak merasa
kesepian, memakai pakaian militer dan tidk merasakan kebahagiaan yang dialami
oleh seorang gadis muda pada umumnya. Dengan tersenyum Oscar menjawab bahwa ia
dilahirkan untuk dibesarkan sebagai anak laki-laki untuk meneruskan tradisi
keluarga Jarjayes yang telah dipercaya memimpin pasukan istana. Dan dia tidak
merasa kesepian dan menjalani hidupnya bagaimana adanya. Maka Fersen pun
mengucapkan salam perpisahan pada Oscar dan berjanji akan bertemu lagi suatu
saat nanti.
Dalam perjalanan pulang bersama Andre, Oscar memikirkan
kembali apa yang telah dilakukannya. Ini demi Ratu Antoinette, dan yang
terpenting untuk Prancis, pikir Oscar. Di tengah perjalanan, Oscar melihat ada
kerumunan orang. Rupanya ada keributan disana. Dari salah seorang dari
kerumunan yang mereka tanyai, rupanya
ada seorang anak yang mencuri dari seorang Duke. Oscar melihat ditengah
kerumunan, ada seorang anak laki-laki kecil sedang menangis dan Duke de
Guemenee. Rupanya anak laki-laki itu mencuri dari Duke de Guemenee. Tiba-tiba
ada seorang gadis muda berlari ke tengah kerumunan dan memohon ampun pada Duke
de Guemenee atas apa yang dilakukan anak laki-laki tersebut. Oscar dan Andre
mengenali gadis itu. Dia adalah Rosalie yang pernah mereka temui temo hari.
Mendengarkan permohonan Rosalie, Duke de Guemenee memaafkan anak laki-laki itu
dan menyuruhnya menyingkar dari hadapannya. Duke de Guemene berbalik dan hendak
pergi dari situ. Rosalie merasa lega dan
menyuruh Pierre si anak laki-laki kecil itu untuk pulang. Dengan riang anak
laki-laki itu berlari menyongsong ibunya. Namun tiba- tiba duke de Guemene
berbalik, mengambil pistol dari dalam sakunya dan menembak anak laki-laki kecil
itu tepat ke punggungnya. Si pierre ecil pin terkapar dan tewas seketika, semua
yang menyaksikan sangat terkejut namun mereka tidak berani melakukan apa-apa.
Oscar yang menyakskan hal itu naih darah dan berusaha mengejar de Guemenee,
namun dicegah oleh Andre yang segera membawa Oscar pergi dari tempat itu.
Sesampainya di rumah, Oscar menangisi kejadian tadi dan
menyesali ketidakberdayaannya. Emosinya meluap-luap.
Sementara malam itu juga,
Fersen bertolak ke swedia. Selama 4 tahun lamanya dia tidak menginjakkan
kakinya di tanah Prancis.
Ratu Marie Antoinette merasa hancur dengan kepergian
fersen apalagi Fersen tidak mengatakan sepatah kata pun padanya. Ratu Marie
Antoinette merasa kesepian namun sang ratu belum menyadari arti kesepian yang
dirasakannya.
Previous Episode: "Oscar at the Duel at Dawn"
Next Episode: "Oscar at the Duel at Dawn" (coming soon)
Categories
Anime,
Anime Episode
Sabtu, 21 April 2012
Rose of Versailles Ep. 10 : A Beautiful Devil, Jeanne
Setelah Raja Louis XV wafat, secara
otomatis Putra Mahkota Louis August naik tahta menggantikan mendiang kakeknya.
Seluruh rakyat Prancis bersuka cita dan berharap hidup mereka akan lebih mudah
dengan Raja baru yang memimpin mereka. Pada tanggal 11 Juni 1775, di Reims
Cathedral, diselenggarakanlah penobatan raja Prancis yang baru dengan Gelar
Raja Louis XVI. Sesuai tradisi, Louis XVI berjalan sendirian di tengan menaiki
40 anak tangga dan di mahkotai. Dengan begitu Louis XVI sah menjadi raja
Prancis, sedangkan istrinya Marie Antoinette menjadi ratu Prancis. Saat itu
usia mereka begitu muda. Raja Louis XVI baru berusia 19 tahun sedangkan Ratu
Marie Antoinette berusia 18 tahun. Sebuah beban dan tanggung jawab yang sangat
berat harus mereka pikul mulai saat itu hingga seterusnya.
Pada hari itu juga, setelah upacara
penobatan Raja dan Ratu baru mengunjungu Sekolah Louis Le Grand untuk
menyaksikan pidato ucapan selamat. Di sana seorang pemuda berwajah pucat
membacakan pidato ucapan selamat. Pemuda itu menarik perhatian Raja Louis XVI.
Sang raja pun penasaran, dan menanyakan nama pemuda pucat tadi kepada salah
satu ajudannya. Dari ajudannya tersebut, diketahui nama pemuda pucat tadi
adalah Maximillien d’Robespierre dari jurusan Hukum. Robespierre inilah yang
kelak menjadi pemimpin revolusi prancis di kemudian hari.
Di sudut kota Paris, rakyat masih saja
membicarakan harapan mereka dengan adanya raja baru, harga kebutuhan hidup akan
menurun. Seorang gadis muda bernama Rosalie mendengar pembicaraan mereka. Dalam
hati kecilnya dia juga berharap semua itu benar. Dia merasakan sulitnya mencari
uang untuk makan, sementara ibunya masih saja sakit-sakitan. Karena terlalu
sibuk berpikir, Rosalie tidak memperhatikan ada kereta kuda melaju cepat dari
arah belakang. Dia menyingkir ke pinggir jalan dan terjatuh. Hampir saja dia
tertabrak. Namun dia sempat melihat seorang gadis muda yang duduk di dalam
kereta kuda itu. Dia terkejut karena gadis itu adalah Jeanne, kakaknya. Karena
penasaran, Rosalie mengikuti kereta kuda tersebut. Hingga akhirnya kereta kuda
itu berhenti di depan sebuah rumah megah milik seorang bangsawan. Awalnya
Rosalie tidak yakin bahwa yang dia lihat itu adalah kakaknya. Kemudian Rosalie
memasuki pekarangan rumah itu dan mengintip ke dalam melalui jendela. Dia melihat
Jeanne sedang tertawa. Setelah melihat dari dekat, dia yakin itu adalah
kakaknya. Namun Rosalie tidak dapat masuk ke dalam rumah itu, karena dia tidak
ingin Jeanne dipermalukan dengan dirinya dan pakaiannya yang kotor. Maka
Rosalie pun pulang ke rumah.
Sementara itu, Jeanne sangat disayang oleh
bangsawan pemilik rumah megah itu, Marquise Brandvillier. Wanita separuh baya
itu mengajari Jeanne segala sesuatu yang harus dipelajari oleh gadis bangsawan,
dan dia senang sekali karena Jeanne belajar dengan cepat. Dia berkata Jeanne
akan diterima di kalangan bangsawan sebagai gadis yang baik. Namun Jeanne yang
diam-diam memiliki sifat yang tamak, tidak puas dengan hanya mendapatkan
hidupnya yang sekarang. Dia memimpikan hidup seperti seorang ratu di istana Versailles,
dan dia akan melakukan apa saja untuk mencapai impiannya itu.
Saat itu prancis yang telah mendapatkan
raja baru, belum juga merasakan perubahan. Sepertinya harapan rakyat tidak atau
paling tidak belum terwujud. Harga kebutuhan masih saja mahal. Dengan perut
kelaparan, Rosalie berjalan kesana-kemari mencari pekerjaan untuk membeli
makanan dan obat untuk ibunya. Akhirnya dia memberanikan diri untu mendatangi
Jeanne untuk meminta bantuan. Jeanne menyambut Rosalie dengan hangat. Rosalie
lega karena Jeanne ternyata tidak mengusirnya. Dia bahkan mengajak Rosalie
masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah itu ternyata sedang kedatangan tamu para
wanita bangsawan. Kepada para wanita itu, Jeanne mengatakan bahwa Rosalie
adalah pembantunya di desa yang datang mengunjunginya untuk meminta bantuan.
Jeanne kemudian menyuruh Rosalie menunggu di ruangan sempit yang penuh dengan
sarang laba-laba. Namun tiba-tiba saja masuklah seorang pria dengan cambuk di
tangannya. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Nicolas de la Motte, pacar
Jeanne. Nicolas ingin memberi perhitungan pada Rosalie agar tidak mengancam
Jeanne lagi. Rosalie terkejut, dia tidak merasa mengancam Jeanne. Nicolas
mencambuki Rosalie. Dengan penuh luka fisik dan luka di hatinya Rosalie pun
pergi meninggalkan kediaman Jeanne.
Jeanne yang menyaksikan Rosalie berjalan
menjauh, tertawa puas. Dia yakin Rosalie tidak akan berani kembali menemui
dirinya lagi. Tidak di saat dia harus menonjolkan dirinya di antara kalangan
bangsawan. Dia tidak ingin orang yang mengetahui masa lalunya ada di dekatnya.
Sedangkan Nicolas de la Motte adalah seorang pria bodoh yang tergila-gila pada
Jeanne dan mau melakukan apa saja untuknya. Maka Jeanne pun menyusun rencana
dan memanfaatkan Nicolas untuk membantunya melaksanakan rencana selanjutnya
yaitu mendapatkan harta Marquise Brandvillier.
Hari sudah malam, namun Rosalie masih
berkeliling mencari pekerjaan. Kini dia sudah tidak memiliki uang sepeser pun.
Bahkan untuk membeli roti pun dia tak punya. Di tengah jalan, dia menabrak Count
Mirabeau yang sedang mabuk. Count
Mirabeau memarahi Rosalie, namun kemarahannya berhenti tiba-tiba ketika dia
melihat wajah Rosalie. Dia mengajak Rosalie ke rumahnya, dan akan membayarnya
dengan harga mahal. Rosalie merasa terhina dan menampar Count Mirabeau.
Tiba-tiba salah satu pengawal Count Miraeau memanggilnya, dan membawa Count
Mirabeau yang mabuk pergi dari situ. Sepeninggalan mereka, kata-kata Count
Mirabeau tadi masih terngiang-ngiang di telinga Rosalie. Dia sangat membutuhkan
uang. Namun dia takut untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditawarkan Count
Mirabeau tadi.
Sebuah kereta kuda mewah milik seorang
bangsawan datang ke arah Rosalie. Tanpa piker panjang, Rosalie pun menghadang
kereta kuda itu. Rupanya itu adalah kereta kuda milik keluarga de Jarjayes.
Oscar, putri bungsu Jendral Jarjayes beserta temannya Andre Grandier ada di
dalam kereta tersebut. Karena terkejut melihat gadis muda dengan pakaian kotor
itu, Oscar pun menyuruh sang kusir berhenti. “Tuan, kumohon. Belilah saya untuk
semalam”, kata Rosalie dengan takut-takut. Oscar kaget, rupanya gadis itu
menyangka dirinya adalah pria karena berpakaian seragam prajurit. Oscar tertawa
terbahak-bahak mendengarkan permintaan gadis kumuh itu. “Hei, hei! Coba kau
perhatikan baik-baik. Aku ini juga perempuan. Biarpun gratis juga aku tidak
akan mau…” kata Oscar. Rosalie pun terperangah. Kemudian menangis tersedu-sedu.
Oscar yang merasa iba kepada Rosalie menanyakan nama dan alasan kenapa dia
menjadi seperti itu. Dengan tersedu-sedu, Rosalie pun menceritakan dirinya
sangat membutuhkan uang untuk ibunya yang sakit dan dia belum juga menemukan
pekerjaan. Oscar pun memberikan sekeping uang untuk Rosalie dan menyuruhnya
berjanji untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Kemudia Oscar pun pergi.
Rosalie terkejut karena ternyata
sekeping uang itu adalah livre emas. Baginya satu livre itu sangat banyak.
Rosalie berusaha mengejar nona bangsawan yang memberinya satu livre itu. Namun
‘Nona dalam kereta kuda’ itu sudah pergi menjauh dengan kereta kudanya.
Cerita beralih ke kediaman bangsawan
Brandvillier. Jeanne akhirnya menerima cinta Nicolas dan mau menikah dengannya.
Namun Nicolas harus mau menuruti permintaannya untuk membantunya merebut harta
Marquise Brandvillier. Maka malam itu juga mereka melaksanakan rencana itu.
Terjadi kebakaran di rumah Marquise Brandvillier malam itu. Sang Marquise panik
dan berlarian mencari Jeanne untuk menyuruhnya menyelamatkan diri. Namun dia
terkejut melihat Nicolas mendekatinya dengan membawa obor dengan api di
atasnya. Nicolas menjatuhkan api itu kebawah balkon dan membakar karpet dan
sofa. Nicolas kemudian mendekati sang Marquise dan mencekiknya lalu menjatuhkannya
ke kobaran api di bawah balkon. Sang Marquise pun tewas.
Keesokan harinya, Marquise Brandvillier pun
dimakamkan. Jeanne berlagak sedih dengan kematian sang Marquise. Oscar yang
mengunjungi rumah duka merasa heran melihat Jeanne, karena sebelumnya dia tidak
pernah tahu soal Jeanne yang katanya keluarga jauh Marquise Brandvillier dan
merupakan keturunan dinasti valois. Di sana Oscar juga melihat Cardinal Rohan,
yang dulunya merupakan duta prancis untuk Austria, namun karena kegenitannya,
Ratu Marie Therese tidak menyukainya dan memulangkannya ke Prancis. Jeanne
kemudian menyerahkan sebuah amplop berisi surat wasiat Marquise Brandvillier
kepada Cardinal Rohan. Sang cardinal yakin itu adalah tulisan marquise. Padahal
surat itu adalah surat wasiat palsu dengan tulisan tiruan oleh seorang ahli
pemalsu surat bernama Retaux. Di dalam surat itu, tertulis bahwa Marquise
Brandvillier mewariskan seluruh harta kekayaannya kepada Jeanne. Dengan begitu
harta Marquise Brandvillier jatuh ke tangan Jeanne. Sementara itu Oscar merasa
ada yang tidak beres. Oscar mencium gelagat tidak baik pada kedua orang itu.
Mungkin firasat Oscar ini benar karena kedua orang itulah yang akan membuat
malapetaka besar di kemudian hari.
Previous Episode: "The Sun Sets, The Sun Rises"
Next Episode: "Fersen Departs for the Northland"
Categories
Anime,
Anime Episode
Langganan:
Postingan (Atom)


















