Tampilkan postingan dengan label Characters. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Characters. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 Desember 2012
Senin, 10 September 2012
Oscar and Fersen as a Couple!
I've decided that I'll use English and Indonesian language since this posting forward so that the foreigner visitors can understand what this article's talking about :)
Oscar and Fersen!!
Hey... Don't be mad at me if you don't like this pairing. Honestly, I would be glad to see these two become a couple. Fersen is a handsome man. Too bad that he didn't realize Oscar's feeling for him. What a poor man, he didn't realize that a beautiful woman fell in love with him. Oscar is amazingly beautiful, both of her look and her personality.
But I think if Fersen knew that Oscar was a woman from the beginning, he definitely would fall in love with her as well, although there was Antoinette who is said the most beautiful queen of Europe. Oscar no less beautiful than Antoinette, even she's more smart. Her problem just she's always wearing military uniforms not dresses.
Remember when Fersen discovered that Oscar is a mysterious enchanted countess whom he danced with, Fersen said that if she knew from the start that Oscar was a woman, their relationship could be more than friends. But his heart had been belongs to Antoinette. Fersen also described Oscar as a beautiful woman with attributed uniform that covered her fragrant skin. So that means Fersen probably could be fall in love with Oscar. Well, is there a man who couldn't falling in love with this such an angelic woman?? Look at Andre, Gerodere, and even Alain who fell in love with Oscar. Nevertheless, Oscar finally found her true love. He's Andre Grandier. And I think he's much better than Fersen. Well, I'm not a fan of Fersen. Actually I didn't like him and Antoinette because of... yeah you know... I hate cheating whatever the reasons ;)
Indonesian Translation...
Oscar dan Fersen!!
Hey... Jangan marah yaa kalo kamu ga suka pasangan ini. Jujur neh, aq sih seneng2 aja kalo mereka berdua jadi pasangan. Fersen kan ganteng. Sayang banget dia ga nyadar perasaan Oscar buat dia. Kasian banget deh neh cowok, dia ga nyadar seorang cewek cantik jatuh cinta ama dia. Oscar ini luar biasa cantik, baik dalam penampilan maupun hatinya.
Tapi kayaknya kalo Fersen tau dari awal bahwa Oscar itu adalah cewek, pastinya dia bakalan jatuh cintrong juga ama si Oscar, walopun ada Antoinette yang katanya disebut2 sebagai ratu tercantik di eropa. Oscar ga kalah cantiknya dibanding Antoinette, malah lebih hebat. Masalahnya cuma Oscar selalu pake seragam militer, dan bukannya gaun.
Inget deh waktu Fersen tau kalo Oscar adalah Si Countess cantik dan misterius yang pernah dansa ama dia, Fersen bilang kalo aja dia tau dari awal Oscar adalah seorang wanita, mungkin hubungan mereka akan lebih dari sekedar teman. Tapi hati Fersen udah terlanjur jadi milik Antoinette. Fersen juga menggambarkan Oscar sebagai wanita cantik dengan seragam beratribut yang selalu membungkus kulitnya yang indah. Jadi artinya Fersen mungkin saja jatuh cinta ama Oscar. Yahh, ada ngga sih cowok yang ga jatuh cinta ama cewek secantik dia?? Liat aja Andre, Gerodere, bahkan Alain yang jatuh cinta sama Oscar. Tapi biar gitu, toh akhirnya Oscar nemuin juga cinta sejatina. Dia Adalah Andre Grandier. Dan menurut ku sih dia jauh lebih baek daripada Fersen. Aq sih bukan fans nya Fersen ya. Sebenernya aq ga terlalu suka dia dan Antoinette juga soalnya... yahh kalian tau lah... Aq benci perselingkuhan, apapun alasannya ;)
Categories
Anime,
Characters
Sabtu, 17 Desember 2011
Cinta Terlarang Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen dalam Sejarah
Rupanya Ratu Marie Antoinette
tidak hanya berurusan dengan masalah Kasus Kalung Permata yang membuat citranya
yang sudah buruk menjadi semakin buruk di mata rakyat Prancis pada saat itu.
Istri dari Raja Louis XVI ini juga disebutkan dalam sejarah bahwa beliau
terlibat hubungan asmara dengan seorang bangsawan Swedia, Hans Axel Von Fersen.
Bahkan katanya nih ya, hubungan cinta terlarang mereka membuahkan ‘hasil’ yaitu
Pangeran Louis Charles, sang Putra Mahkota alias Louis XVII. Apakah gosip itu
benar adanya?? Ataukah hanya kabar angin yang membuat citra Ratu Antoinette
semakin buruk di mata rakyat Prancis?? Kita saksikan saja di Jilat Investigasi
(peniti bros style ;p).
Di sini saya mendapat sumber dari
Wikipedia dan mohon maaf apabila translate-an saya jelek. Heheheheh… yuk
cekidot!!!
Tentang Hans Axel Von Fersen
Letjend Count Hans Axel von
Fersen, (4 September 1755 – 20 Juni 1810) adalah seorang bangsawan Swedia,
sekaligus Letnan Jendral dalam Pasukan Tentara Istana Swedia. Dia juga terkenal
dalam sejarah sebagai kekasih gelap Ratu Marie Antoinette, Ratu Prancis.
Hans Axel von Fersen adalah putra
dari negarawan Count Axel von Fersen Senior dan Countess Hedvig Catharina De la
Gardie, keponakan dari Eva Ekeblad dan cucu dari Hans Reinhold Fersen. Dia juga terkenal sebagai pria yang disukai
banya wanita, dan memiliki hubungan asmara dengan beberapa orang wanita,
khususnya dengan petualang wanita kelahiran Italia, Eleanore Sullivan, dan
Duchess Hedwig Elizabeth Charlotte of
Holstein-Gottorp, yang menikah dengan Raja Charles XIII dari Swedia. Tidak
diketahui apakah memang ada hubungan asmara antara Duchess Hedwig dengan Count
Fersen, namun hanya diketahui bahwa sang Duchess meminta untuk melanjutkan
‘hubungan’ mereka ketika Fersen kembali ke Swedia setelah kematian Ratu Marie
Antoinette dan bahwa Fersen menolak permintaan tersebut. Raja Charles
sebaliknya malah menjalin ‘hubungan gelap’ dengan sepupu Hans Axel von Fersen,
yaitu Augusta von Fersen.
Louis Charles a.k.a Louis XVII Anak Marie Antoinette dan Fersen??
Hans Axel von Fersen, seorang
bangsawan muda dari Swedia, memang merupakan favorit di kalangan istana
Prancis, bukan hanya karena keakraban ayahnya dengan Prancis tetapi juga karena
kecerdasan dan ketampanannya.
Ratu Marie Antoinette, yang pertama kali bertemu
dengan Fersen ketika mereka berdua sama-sama berusia 18 tahun (30 Januari 1774),
tertarik dengan ketampanan Fersen yang memang diturunkan oleh keluarganya.
Kemungkinan Fersen tetap tinggal di Versailles, ikut dalam pertempuran di
Amerika, tetapi saat itu dia memang diperintah oleh pemimpinnya sendiri. Fersen
mengiringi Gustav III dari Swedia dalam kunjungannya ke Italia dan Prancis, dan
kembali ke Swedia bersamanya pada tahun 1784.
Pada tahun 1785 Marie Antoinette
melahirkan anak ke tiga Louis Charles, yang bergelar Duke of Normandy, dan kelak menjadi Putra Mahkota setelah kematian
Putra Mahkota Pertama Louis-Joseph (anak kedua dari Marie Antoinette, anak
pertamanya adalah Putri Marie Therese Charlotte). Kemudian Louis XVI menulis
dalam jurnalnya bahwa hal itu terjadi ketika ‘putranya’ tersebut sudah lahir. Dituliskan
bahwa beberapa orang mengatakan bahwa Louis Charles yang kemudian menjadi Putra
Mahkota Prancis, adalah anak biologis dari Marie Antoinette dengan Hans Axel
von Fersen. Bagaimanapun mereka tidak mirip. Louis XVII kecil mirip dengan dua
anggota keluarga Bourbon, dari pihak ayah yaitu pamannya, Charles X (Count
Charles d’Artois, adik bungsu Louis XVI) dan neneknya Putri Maria-Josefa (ibu
dari Louis XVI). Pernyataan bahwa Fersen merupakan ayah biologis dari Louis
Charles atau Louis XVII ini telah dihapus dari penulis biografi Louis Charles,
Deborah Cadbury dan oleh penulis bigrafi Marie Antoinette, Antonia Fraser.
Sedikit sulit untuk menyatakan
seberapa jauh hubungan cinta mereka berjalan. Sulit untuk seorang Ratu Prancis
untuk tinggal sendirian beberapa waktu saja, Ratu selalu ditemani oleh
orang-orang. Kecuali kalau beberapa dokumen asli yang mengungkap hubungan
antara Marie Antoinette dan Hans Axel von Fersen, hal ini membuat orang
bertanya-tangya hubungan mereka hanya sebatas pertemanan ataukah lebih dari
itu.
Warna mata dan rambut Fersen
menjadi alasan kontroversi tersebut, seperti gambaran anak dari Marie
Antoinette tersebut (seperti Marie Antoinette sendiri yang pirang), sedangkan
mata Fersen kemungkinan berwarna hazel, namun pada deskripsi lainnya disebutkan
warna mata Fersen itu hijau, biru, bahkan coklat gelap. Warna rambut Fersen
diperdebatkan. Dikatakan bahwa warna rambutnya coklat terang atau semacam
pirang gelap. Namun dikatakan juga bahwa Fersen pernah mengecat rambutnya
menjadi hitam.
Ketika perang antara Raja Gustav
III pecah pada tahun 1788, Hans Axel von Fersen bergabung dengan kerajaannya
sebagai ajudan untuk Finlandia, tetapi pada musim gugur di tahun yang sama dia
dikirim ke Prancis, dimana suasana politik di sana sudah semakin suram. Saat
itu memang penting bagi Gustav III untuk memiliki agen seutuhnya dalam
kepercayaan keluarga kerajaan Prancis, dan di waktu yang sama cukup mungkin dan
mampu untuk menolong mereka dalam keadaan sulit tersebut, khususnya saat beliau
kehilangan kepercayaan pada wakil menterinya, Baron Erik Magnus Staël von
Holstein. Dengan perintahnya, dia mengatur Fersen, yang berada dalam posisinya
pada tahun 1790. Sebelum akhir tahun, Fersen terpaksa mengakui bahwa keadaan kerajaan
Prancis tidak ada harapan selama raja dan ratu Prancis menjadi tawanan di
Negara mereka sendiri, dalam kekuasaan rakyat.
Hans Axel von Fersen kemudian
memimpin pelarian keluaga kerajaan ke Varennes. Dia menanggung sebagian besar
keperluan dana untuk pelarian tersebut. Dia memesan 6 kereta kuda, atas nama
Baron von Korff dan menyimpannnya di rumah miliknya di Rue Matignon, agar
seluruh Paris terbiasa dengan pemandangan tersebut. Dia yang mengendalikan
kereta yang membawa keluarga kerajaan dari Place du Carrousel ke Porte
Saint-Martin, di mana kereta kuda lain menunggu mereka.
Jadi apakah benar Louis Charles
ini adalah anak dari Marie Antoinette dan Fersen?? Kemungkinan besar semua itu
hanya gosip saja yang disebarkan oleh orang-orang yang membenci keluarga
kerajaan. Lalu apakah hubungan cinta antara Marie Antoinette dan Fersen itu
memang benar-benar terjadi? Apabila dilihat dari ketertarikan di antara mereka
pada pertemuan pertama mereka, hubungan itu mungkin ada. Namun apakah
ketertarikan itu berlanjut pada hubungan cinta atau hanya sebatas hubungan
pertemanan saja, masih belum jelas. Bagaimanapun, sampai saat ini beberapa film
dan buku-buku yang mengisahkan tentang Ratu Marie Antoinette memang
menggambarkan hubungan cinta terlarang ini. Contohnya saja di sini di cerita
manga dan anime Rose of Versailles, begitu pun dalam film Lady Oscar: The
Movie.
Baca juga Skandal Kalung Permata dalam Sejarah
Categories
Characters,
Sejarah Terkait,
Tokoh
Kamis, 15 Desember 2011
Skandal Kalung Permata dalam Sejarah
Seperti yang kita tahu, bahwa
kisah Rose of Versailles ini berakar dari sejarah Pra Revolusi Prancis. Salah
satu kasus yang terkenal pada saat itu adalah Affair of The Diamond Necklace atau Kasus Kalung Permata yang
melibatkan wanita nomor satu di Prancis, Ratu Marie Antoinette. Artikel ini
bersumber dari Wikipedia dan Marie-Antoinette Online. Artikel ini berbahasa
Inggris jadi, mohon maaf apabila hasil translate saya jelek, karena kemampuan
bahasa inggris saya yang memang terbatas. Oke kembali Affair of the Diamond Necklace!! Seperti apa kasus kalung permata itu
dalam sejarah?? Dan apa hubungan G*yus T*mbun*n dengan kasus ini?? Yang pasti
ga ada hubungannya ya… yah langsung aja kita cekidot!!!
Kasus Kalung Permata
Kasus kalung permata merupakan
sebuah skandal pada tahun 1780an pada masa pemerintahan Raja Louis XVI, di
Prancis yang melibatkan istrinya, Ratu Marie Antoinette. Reputasi sang Ratu yang
memang sudah ternoda oleh gosip, menjadi semakin buruk dengan implikasi bahwa
beliau terlibat dalam kejahatan pencurian sebuah kalung permata yang bernilai
tinggi dari seorang pedagang permata di kerajaan Prancis. Kasus ini secara
historis merupakan salah satu kejadian penting yang memicu rakyat prancis
semakin marah dan kecewa kepada keluarga kerajaan, yang pada akhirnya
menyebabkan terjadinya Revolusi Prancis pada tahun 1789.
Tentang Sang Ratu
Marie Antoinette adalah seorang
putri Austria yang usianya belum genap 15 tahun ketika dia datang ke Prancis
pada tahun 1770, untuk menikah dengan Putra Mahkota Louis XVI. Dia dan suaminya
Louis XVI masih remaja ketika naik tahta pada tahun 1774 untuk menggantikan
Raja Louis XV. Tidak seperti suaminya yang canggung dan pemalu, Marie
Antoinette dikagumi karena kecantikannya, dan keanggunannya serta selera
fashionnya yang menjadi trend setter di Eropa pada saat itu. Namun
keangkuhannya membuat kesal para bangsawan di Prancis. Marie Antoinette juga
digosipkan karena ketidakmampuannya memberikan keturunan, atas
ketidakhomatannya akan etiket di istana, dan atas gaya hidupnya yang serba
mahal. Gaya hidupnya termasuk judi, pesta topeng, dan rumor tak sedap yang
menyatakan Marie Antoinette memiliki hubungan asmara baik dengan pria maupun
wanita.
Sebagian besar tingkah laku Marie
Antoinette dalam decade pertamanya di Prancis adalah merupakan pelampiasan dari
frustasi akan pernikahannya. Namun pada tahun 1778 Ratu Marie Antoinette
akhirnya memiliki anak dan pada tahun 1785 Marie Antoinette telah memiliki 3
anak. Beliau sudah dewasa dan gaya hidupnya semakin jauh dari kemewahan. Namun
sayangnya perubahan itu tidak diperhatikan dan ketidaksukaan rakyat serta
sebagian bangsawan terhadap Marie Antoinette sudah terlanjur dalam.
Latar Belakang
Pada tahun 1772, Raja Louis XV
bermaksud menyenangkan hati selirnya, Madame Du Vally, dengan memberinya hadiah
sebuah kalung permata senilai 1,600,000 livre (sekarang mungkin senilai $100
juta). Beliau meminta pedagang permata dari Paris, Boehmer membuat sebuah
kalung yang paling indah yang pernah dimiliki siapapun. Permintaan ini
membutuhkan waktu beberapa tahun dan kesepakatan harga yang sangat mahal untuk
mengumpulkan permata-permata yang cocok. Tak terduga, Louis XV wafat karena
penyakit cacar, dan Madame Du Vally diusir dari istana.
Kalung ini terdiri dari beberapa
permata besar yang disusun dalam desain yang rumit menyerupai renda, gimpal,dan
jumbai. Si pedagang permata berharap, Ratu Marie Antoinette dapat membelinya.
Dan kemudian pada tahun 1778, Raja Louis XVI pun menawarkan kalung tersebut
pada istrinya, namun Marie Antoinette menolak. Menurut kesaksian Madame Campan,
Sang Ratu menolaknya dengan berkata bahwa lebih baik uang sebanyak itu
digunakan untuk membeli kapal perang. Namun ada juga yang bilang bahwa Marie Antoinette
menolak kalung itu karena beliau tidak ingin memakai apapun yang didesain untuk
orang lain, apalagi orang itu secara terang-terangan tidak disukai oleh Sang
Ratu.
Setelah gagal menjual kalung
tersebut di luar Prancis, Boehmer kembali menawarkannya pada Marie Antoinette
setelah kelahiran Putra Mahkota Louis Joseph pada tahun 1781.
Kalung tersebut 2800 karat.
Bagian pertama berupa rantai utama terdiri dari 17 buah permata, masing-masing
5-8 karat. Dari bagian itu ada 3 buah jalinan renda dan bandul yang
menggantung, kemudian seperti kalung pada umumnya terdiri dari dua baris
permata yang bernilai 11 karat, yang terakhir adalah 4 buah jumbai bersimpul
menggantung di kanan kiri dan bagian tengah kalung.
Kasus
Seorang wanita yang menyebut
dirinya Jeanne de Saint-Remy de Valois menyusun rencana menggunakan kalung itu
untuk mendapatkan kesejahteraan dan mungkin kekuasaan dan perlindungan
kerajaan. Keturunan dari anak ‘di luar nikah’ dari Henry II of France ini
menikah dengan seorang pengawal bernama de La Motte.
Sementara itu, seorang biarawan
bernama Cardinal Louis Rene Edouard de Rohan, mantan duta besar untuk prancis
di Austria, tidak disukai oleh Ratu Marie Antoinette. Ibu dari Antoinette Marie
Therese juga tidak menyukainya karena sifatnya yang mata keranjang, sehingga
dia diusir dari Austria. Setelah Marie Therese mengusir Cardinal Rohan, Ratu
Marie Antoinette pun menjaga jarak dengan pria itu bahkan tidak pernah
berbicara pada nya selama bertahun-tahun.
Pada saat itu, Cardinal Rohan
ingin menjalin hubungan baik dengan Ratu Marie Antoinette. Jeanne de Valois
yang melihat kesempatan ini, menyuruh seseorang bernama Retaux de Villette
menulis surat atas nama Marie Antoinette. Dalam surat itu menyatakan bahwa
Cardinal Rohan telah diterima di lingkungan Ratu. Jeanne meyakinkan sang
Cardinal bahwa dia berusaha untuk membantunya.
Hal ini kemudian berlanjut dengan
korespondensi antara Cardinal Rohan dan ‘Marie Antoinette’ melalui Jeanne. Nada
surat yang ditulis oleh ‘Marie Antoinette’ tersebut hangat, dan Cardinal yang menduga
bahwa Ratu Marie Antoinette jatuh cinta padanya, mulai terpikat pada sang ratu.
Dia memohon pada Jeanne untuk menyusun pertemuan rahasia antara dia dan Ratu
Antoinette pada malam hari, dan diduga pertemuan itu terjadi sekitar bulan
Agustus 1784 di sebuah taman di Istana Versailles. Pada hari yang ditentukan,
Cardinal bertemu dengan seorang wanita yang dia yakini adalah Ratu Marie
Antoinette. Wanita tersebut sebenarnya adala Nicole Lequay d’Oliva, seorang
wanita malam, yang disuruh oleh Jeanne karena kemiripan wajahnya dengan sang
ratu. Si Marie Antoinette palsu itu memberi Cardinal Rohan setangkai mawar dan
berkata dia akan melupakan perselisihan mereka yang telah lalu.
Jeanne de La Motte mengambil
keuntungan dari Cardinal Rohan dengan meminjam sejumlah besar uang, dan berkata
padanya bahwa uang ratu yang meminta uang tersebut untuk kepentingan amal.
Dengan uang ini Jeanne mampu memberinya jalan menuju kalangan terhormat. Karena
Jeanne dengan percaya dirinya blak-blakan mengenai hubungan baiknya dengan
ratu, semua orang percaya bahwa omongannya itu benar.
Boehmer si pedagang permata
kemudian memohon pada Jeanne untuk membantunya menjual kalung permata kepada
ratu. Awalnya Jeanne menolak, tapi kemudian dia berubah pikiran dan bersedia
membantu Boehmer.
Menurut Madame Campan, “Ratu
Antoinette” mengirimkan beberapa surat kepada Cardinal, termasuk perintah untuk
membeli kalung tersebut; surat-surat itu ditandatangani dengan kata-kata Marie Antoinette de France, namun sang
Cardinal entah tidak ingat atau memang tidak tahu bahwa Ratu Prancis
menandatangani surat-surat hanya dengan nama mereka. Tanpa embel-embel ‘de France’.
Pada tanggal 21 Januari 1785,
Jeanne mengatakan pada Cardinal bahwa Marie Antoinette ingin membeli kalung
tersebut, namun tidak ingin membelinya secara terbuka, sang Ratu ingin Cardinal
menjadi perantara rahasia. Beberapa waktu kemudian, Rohan bernegosiasi untuk
membayar kalung tersebut dalam beberapa kali cicilan. Rohan mengatakan telah
memiliki kewenangan dari Ratu, dan menunjukkan surat jaminan dengan tulisan
tangan Ratu pada Boehmer. Kemudian Rohan mengantarkan kalung tersebut ke rumah
Jeanne ketika seorang pria yang diduga Rohan adalah kurir Ratu, datang untuk
mengambilnya. Suami Jeanne membawa kalung itu ke London, dimana kalung tersebut
dipotong-potong untuk dijual dalam bentuk permata yang terpisah.
Ketika lewat jatuh tempo pembayaran, Boehmer complain
kepada Ratu yang berkata dia tidak membeli bahkan menerima kalung itu. Pada
tanggal 15 Agustus 1785, Rohan menunjukkan kepada Raja dan Ratu surat-surat
yang pernah ditulis oleh ratu untuknya yang tertanda “Marie Antoinette de France”. Raja Louis XVI marah kepada Rohan
karena Rohan membiarkan dirinya sendiri diperdaya. Karena Ratu Marie Antoinette
tidak menandatangani surat dengan kata-kata “Marie
Antoinette de France”. Rohan kemudian ditangkap dan dibawa ke Bastille.
Tiga hari kemudian, Jeanne juga ditangkap. Polisi juga menangkap Nicole Lequay
d’Oliva dan Retaux de Villette yang mengaku telah menulis surat kepada Rohan
atas nama Ratu dan telah memalsukan tanda tangan Ratu.
Kasus ini kemudian dibawa ke
pengadilan, Jeanne menyatakan bahwa Ratu lah dalang dibalik ini semua. Kemudian
pada tanggal 31 Mei 1786 hasil persidangan keluar. Cardinal Rohan dan Nicole
d’Oliva dinyatakan tidak bersalah. Retaux de Villette diusir dari Prancis. Jeanne
de Valois de La Motte di hukum dera, di cap V pada kedua bahunya dan dikirim ke
penjara Salpêtrière. Namun Jeanne tetap bersikukuh bahwa Ratu lah dalang dari
semua ini. Ratu telah memperalatnya untuk mendapatkan kalung tersebut dan sekarang
kalung tersebut ada pada Ratu. Bulan Juni tahun berikutnya Jeanne kabur dari
penjara dengan menyamar sebagai anak laki-laki. Siapa yang membantu Jeanne
kabur belum diketahui sampai sekarang.
Skandal
Pendapat publik mengenai
pesidangan ini sangat menggemparkan. Sebagian besar sejarawan menyimpulkan
bahwa Marie Antoinette tidak bersalah dalam hal ini. Rohan merupakan korban
penipuan yang tidak bersalah, dan Jeanne memperdayakan keduanya utuk kejatuhan
mereka. Hal ini juga yang dipaparkan oleh Parlement de Paris meskipun mereka
tidak berkomentar mengenai tingkah laku Ratu.
Walaupun hasil analisanya
demikian, rakyat Prancis tetap pada kepercayaan mereka bahwa Ratu telah
menggunakan Jeanne sebagai alatnya untuk melampiaskan kebenciannya kepada
Rohan. Berbagai macam kejadian mendukung kepercayaan ini. Ratu kecewa Rohan
dinyatakan tak bersalah, dan diketahui kemudian bahwa Rohan kemudian diasingkan
ke La Chise-Dieu Abbey. Apalagi, rakyat menduga bahwa keputusan tak bersalah
yang diberikan Parlement de Paris kepada Rohan mnenunjukkan bahwa Ratu memang
bersalah. Semua factor ini, menyebabkan penolakan besar-besaran terhadap
Popularitas Ratu dan memperbesar image Ratu sebagai seorang pemboros, lebih
mementingkan keangkuhannya daripada kesejahteraan Prancis dan Rakyat Prancis.
Jeanne de Valois de La Motte mengungsi
ke London dan sekali lagi menghujat Ratu, dengan menulis buku Mémoires
Justificatifs, yang memojokkan Ratu Marie Antoinette.
Dampak Signifikan
Kasus kalung permata sangat penting
dalam mengdiskreditkan dinasti Bourbon di mata rakyat prancis di tahun-tahun
sebelum Revolusi Prancis. Marie Antoinette menjadi semakin tidak popular, dan gosip-gosip
miring tentangnya lebih dari sekedar menjadi tanggung jawab suaminya. Ratu
Antoinette tidak pernah mampu untuk menghilangkan gagasan dari imajinasi publik
bahwa dia telah melakukan kecurangan yang menjatuhkan dirinya. Namun, kasus ini
mendorong Louis XVI menjadi lebih dekat dengan istrinya, dan juga mendorong
dirinya untuk lebih defensive dan lebih responsif terhadap istrinya pada saat menjelang
dan selama revolusi.
Baca juga Cinta Terlarang Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen dalam Sejarah
Baca juga Cinta Terlarang Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen dalam Sejarah
Categories
Characters,
Sejarah Terkait,
Tokoh
Jumat, 09 Desember 2011
Manga Vs Anime Rose of Versailles
Setelah membaca dan menonton
manga dan anime Rose of Versailles, ada beberapa perbedaan yang saya temukan
antara manga dan anime nya. Berikut ini perbedaan-perbedaan yang saya temukan,
kayaknya sih masih ada yang terlewat. Soalnya banyak banget sih… oke deh
cekidot!!!
- Di versi anime, diceritakan Oscar harus berduel dengan Gerodéré untuk mendapatkan posisi komandan pasukan pengawal Prancis. Di manga tidak dijelaskan, Oscar begitu saja diangkat sebagai komandan pasukan pengawal istana ketika menyambut kedatangan Putri Marie Antoinette dari Austria.
- Di versi anime ada saat ketika Oscar berperang batin antara keinginan terdalamnya untuk menjalani kehidupannya sebagai wanita sebagaimana mestinya, atau dia harus menuruti keinginan ayahnya untuk menjadi seorang perwira militer.
- Di versi manga disebutkan bahwa André Grandier dibawa ke keluarga Jarjayes ketika dia berumur 8 tahun dan Oscar 7 tahun. Namun di versi anime disebutkan bahwa André dan Oscar pernah hampir tenggelam di danau. Saat itu André berusia 6 tahun dan Oscar 5 tahun. Kemungkinan dalam versi anime, André dibawa ke kediaman keluarga Jarjayes pada usia 6 tahun atau bahkan mungkin sebelumnya.
- Di versi anime, ketika Putri Marie Antoinette datang dari Austria, ada kejadian tak terduga dimana Antoinette diculik oleh orang-orang suruhan Duke Orleans yang ingin menggagalkan pernikahan Antoinette dengan Putra Mahkota. Namun untungnya Oscar datang menyelamatkan Putri Antoinette. Sedangkan di manga tidak diceritakan kejadian ini, semua mulus-mulus saja.
- Sewaktu kunjungan pertama Putri Antoinette dan Putra Mahkota Louis XVI, terjadi insiden yang (lagi-lagi) direncanakan oleh Duke Orleans yang ingin merebut tahta. Orleans menyuruh orang untuk melemparkan peledak ke kereta yang membawa Putra dan Putri Mahkota. Namun lagi-lagi berhasil digagalkan oleh Oscar. Kejadian ini juga tidak diceritakan dalam manga.
- Dalam versi anime, Duke Orleans sempat bekerja sama dengan Madame Du Vally untuk menghancurkan Putra dan Putri mahkota. Dalam manga tidak diceritakan.
- Dalam versi anime diceritakan Madame Du Vally membuat gossip tentang Marie Antoinette dan Fersen dengan menyuruh orang untuk membuat surat cinta atas nama Marie Antoinette yang ditujukan pada Fersen. Dalam versi manga, tidak ada kejadian ini.
- Dalam versi manga, Raja Louis XVI menyebut warna gaun sutra coklat yang dibawa Rose Berten, desainer dari Paris, seperti “warna kutu”. Sedangkan dalam versi anime André lah yang menyebutnya seperti “warna kutu” karena dia kebingungan karena tiba-tiba dimintai pendapat tentang gaun itu oleh Ratu Marie Antoinette. Ckckckck… u,u
- Duel antara Oscar dengan Duke de Guemene tidak terjadi dalam versi manga karena dicegah oleh Ratu Antoinette. Sedangkan dalam versi anime, Oscar berduel dengan Duke de Guemene dan Oscar berhasil menembak tangan Duke de Guemene.
- Sewaktu Oscar dan André berada di kota Arras, mereka menolong seorang anak yang sakit. Ini hanya diceritakan di versi anime, sedangkan di manga tidak diceritakan.
- Dalam anime, diceritakan Rosalie diam-diam membuntuti kereta yang membawa Countess Polignac kemudian menariknya ke tempat yang sepi. Rosalie berusaha membunuh Countess Polignac tapi tidak jadi, dan saat itulah Countess Polignac mengetahui bahwa Rosalie adalah anaknya yang hilang. Sedangkan dalam manga tidak diceritakan hal ini. Countess Polignac menegtahui bahwa Rosalie adalah anaknya dari Charlotte yang keceplosan menyebut Rosalie La Morliere.
- Gaun yang dipakai Oscar ke pesta dansa berbeda antara versi anime dan manga. Dalam versi manga, Oscar memakai Gaun Odalisque (ala istana Turki dengan leher tertutup), sedangkan dalam versi animenya Oscar memakai gaun ala Prancis.
- Dalam versi anime, Fersen datang sendiri ke pesta dansa sedangkan dalam versi manga, Fersen datang bersama Sofie, adiknya yang baru datang dari Swedia.
- Dalam versi anime, Fersen mengenali Oscar yang mengenakan gaun dari gerak reflek Oscar ketika Fersen menarik tangan Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Fersen mengenali Oscar dari wajahnya.
- Dalam versi manga ketika Oscar melarikan diri dari ruangan pesta dan meninggalkan Fersen sendiri di tengah dansa mereka, Oscar bertemu dengan Ksatria Hitam. Sedangkan di versi anime, Oscar tidak bertemu dengan Ksatria Hitam.
- Dalam versi manga, pada saat kepala Oscar terluka ketika dia membuntuti Ksatria Hitam sampai ke Palais Royale (Istana Duke Orleans), tangan Oscar tiba-tiba ditarik oleh seseorang masuk ke dalam sebuah rumah yang ternyata orang itu adalah Rosalie. Sedangkan dalam anime, Oscar pingsan di depan sebuah rumah dan ditemukan oleh Rosalie yang saat itu memang tinggal di rumah itu.
- Dalam versi manga, setelah Rosalie menolong Oscar dan mengobati luka di kepalanya, Rosalie pulang kembali ke puri Jarjayes bersama Oscar. Dalam versi anime, Rosalie menola ajakan Oscar untuk pulang ke puri Jarjayes karena Rosalie lebih menyukai kehidupannya di Paris sebagai rakyat biasa.
- Dalam versi manga, Oscar menyuruh André menyamar menjadi Ksatria Hitam gadungan untuk menjebak Ksatria Hitam yang asli. Sedangkan di versi anime, André sendiri lah yang ingin menggantikan Oscar menyamar sebagai Ksatria Hitam.
- Dalam versi manga, Ksatria Hitam menyekap Oscar dan Rosalie. Sedangkan dalam anime, Ksatria Hitam hanya menyekap Oscar.
- Dalam versi anime, Oscar menembak lengan Ksatria Hitam ketika dia berusaha kabur dari Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Rosalie lah yang menembak Ksatria Hitam yang sedang menyudutkan Oscar. Ksatria Hitam kemudian dibawa ke tempat tinggal Oscar di Puri Jarjayes untuk diintrogasi.
- Di anime, Oscar menyuruh Bernard Chatelet a.k.a Ksatria Hitam untuk bersembunyi sementara di rumah Rosalie di Paris. Jadi kemungkinan Bernard bertemu Rosalie disana kemudian mereka menikah. Dalam manga, Bernard bertemu Rosalie di rumah keluarga Jarjayes dan Rosalie membantu mengobati luka tembak di lengan Bernard. Kemudian setelah sembuh, Bernard pun membawa Rosalie tinggal bersamanya sebagai istrinya.
- Dalam versi anime, penyamaran Oscar sebagai ‘mysterious countess’ di pesta dansa dibongkar oleh Fersen ketika mereka berada di rumah Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Fersen membongkar penyamaran Oscar ketika mereka berada di halaman rumah Fersen.
- Dalam versi anime, ketika penyamaran Oscar sebagai ‘mysterious countess’ di pesta dansa terbongkar, Oscar memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengan Fersen dan memutuskan hubungannya dengan Fersen. Sedangkan dalam versi anime, Fersen lah yang memutuskan untuk tidak menemui Oscar lagi karena tidak ingin Oscar terlalu berharap pada dirinya.
- Dalam versi anime, Oscar memutuskan untuk keluar dari Pasukan Pengawal Istana karena dia tidak ingin lagi bertemu dengan Fersen maupun Antoinette yang merupakan satu-satunya wanita yang dicintai Fersen dan ingin melupakan Fersen dengan cara menjalani hidup yang ‘lebih menantang’ untuk menghilangkan perasaannya sebagai wanita. Sedangkan dalam versi manga, Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Istana karena pernah dikatai ‘boneka hiasan istana’ oleh Bernard Chatelet. Selain itu dia juga ingin mengetahui kehidupan rakyat lebih dekat.
- Dalam versi manga, André menjadi anggota Pasukan Pengawal Prancis atas perintah dari ayah Oscar, Jendral Jarjayes, untuk menjaga Oscar. Sedangkan dalam anime nya, André masuk sebagai anggota Pasukan Pengawal Prancis, atas keinginannya sendiri. Tanpa sepengetahuan Oscar, André dibantu oleh seorang laki-laki yang ia kenal di sebuah bar yaitu Alain de Soison, yang kebetulan merupakan anggota Pasukan Pengawal Prancis.
- Karakter alain de Soison dalam versi anime dan manga sedikit berbeda. Dalam versi manga, Alain digambarkan sebagai laki-laki yang kasar, keras kepala, susah diatur, sering kali menjahili Oscar dan memprovokasi teman-temannya untuk membenci Oscar agar Oscar keluar dari pasukan Pengawal Prancis (walaupun belakangan diketahui bahwa ternyata diam-diam Alain menyukai Oscar). Alain juga sering mengejek André Grandier akan cintanya kepada Oscar yang tidak mungkin kesampaian serta membencinya seperti Alain membenci Oscar, karena André menjadi ‘anjing penjaga bangsawan’. Bahkan Alain sempat berkelahi dengan André. Namun di versi anime, Alain cenderung lebih tenang dan tidak begitu memperlihatkan kebenciannya kepada bangsawan. Selain itu dia juga berteman baik dengan André bahkan Alain lah yang membantu André bergabung di Pasukan Pengawal Prancis.
- Dianne de Soison, adik Alain, dalam versi manga digambarkan memiliki rambut hitam. Sedangkan di versi anime, rambut Dianne berwarna coklat.
- Pada hari pertama Oscar bertgas di Pasukan Pengawal Prancis, para prajurit membangkang, tidak mau diperintah oleh komandan wanita. Oscar kemudian menantang mereka berduel. Kalau Oscar menang, mereka harus mematuhi perintahnya. Sedangkan kalau Oscar kalah, Oscar bersedia mengundurkan diri dari Pasukan Pengawal Prancis.dalam versi manga, Alain lah yang berduel dengan Oscar, sedangkan dalam versi anime, Alain menyuruh temannya yang lain berduel dengan Oscar.
- Dalam versi anime, diceritakan Lassal Dressel, salah satu anak buah Oscar di Pasukan Pengawal Prancis ketahuan menggadaikan senapan milik Pasukan Pengawal Prancis dan dihukum mati. Alain menyalahkan Oscar dalam hal ini dan mengajaknya berduel. Dalam anime kejadian ini tidak diceritakan.
- Karakter Saint-Just dalam versi anime berbeda dengan versi manga. Dalam versi anime, Saint-Just digambarkan sebagi pemuda revolusioner yang berdarah dingin dan suka membunuhi para bangsawan. Saint-Just bahkan sempat memburu Oscar namun tidak pernah berhasil. Dia juga selalu dicurigai oleh Maximilien de Robespierre dan Bernard Chatelet. Sedangkan dalam versi manga, Saint-Just bukan pembunuh berdarah dingin (atau paling tidak, belum menjai pembunuh berdarah dingin) dan akrab dengan Bernard bahkan dia tinggal bersama Bernard dan Rosalie.
- Dalam versi anime, jendral Jarjayes sempat menjadi korban salah sasaran dari peluru yang ditembakkan oleh Saint-Just yang sebenarnya dimaksudkan untuk Jendran Bouille yang duduk disebelahnya.
- Dalam versi anime, pesta dansa yang diselenggarakan untuk memilih pendamping hidup Oscar, diselenggarakan oleh Jendral Bouille, sahabat baik Jendral Jarjayes, ayah Oscar. Sedangkan versi anime, pesta itu diselenggarakan di kediaman Keluarga Jarjayes dan Oscar mengacaukan pesta itu dan lari keluar sambil tertawa terbahak-bahak membuat semua laki-laki yang ingin meminangnya, mengurungkan niatnya, kecuali Gerodéré yang pantang menyerah untuk mendapatkan Oscar.
- Dalam versi anime, Gerodéré memutuskan untuk menyerah terhadap Oscar arena Oscar menunjukkan sikap dia tidak mau menikah dengan siapapun. Sedangkan dalam versi manga, Oscar lah yang meminta Gerodéré mundur karena dia tidak ingin melihat André tersakiti karena pernikahannya. Gerodéré pun menyanggupi, dia mundur sebagai bukti cintanya yang tulus kepada Oscar.
- Dalam versi anime, Oscar sudah mengetahui bahwa kedua mata André buta dari Dr. Lasonne yang memberitahunya mengenai hal ini, sedangkan dalam versi manga, Oscar baru mengetahuinya ketika André sekarat katena tertembak di dada nya.
- Dalam versi anime, Oscar menyatakan cintanya kepada André di pinggir danau ketika mereka akan menuju ke barak Pasukan Pengawal Prancis. Di versi manga, Oscar menyatakan cintanya kepada André ketika mereka berada di kamar Oscar setelah André menyelamatkan Oscar dari kemarahan Jendral Jarjayes.
- Dalam versi anime, André tertembak di bawah jembatan. Sedangkan dalam versi manga, André tertembak ketika terjadi kerusuhan di lapangan Tuilleries.
- Dalam versi anime, Oscar meninggal 1 jam sebelum Bastille ditaklukkan. Sedangkan di versi manga, Oscar meninggal tepat setelah Bastille berhasil ditaklukkan.(jujur saya masih ga rela Oscar meninggal T.T)
- Dalam versi manga, rambut Marie Antoinette dipotong pendek sebelum dieksekusi dengan guillotine. Sedangkan dalam versi anime nya, rambut Antoinette dibiarkan panjang.
- Dalam versi manga, sebelum meninggalkan penjara untuk eksekusi mati di guillotine, Marie Antoinette memberikan pita rambutnya kepada Rosalie sebagai kenang-kenangan. Sedangkan dalam versi anime nya, Marie Antoinette memberikan setangkai mawar yang dibuatnya dari kertas kosmetik kepada Rosalie, dan meminta Rosalie mewarnai mawar tersebut sesuai dengan gambaran Oscar. Namun Rosalie membiarkannya tetap putih karena Oscar digambarkan seperti mawar putih.
Nah itulah perbedaan-perbedaan
yang berhasil saya himpun, mungkin masih ada yang kurang. Yah,,, gampang deh
saya edit lagi nanti :D.
Categories
Anime,
Characters,
Manga
Rose of Versailles Oscar François atau Marie Antoinette??
![]() |
| Oscar dan Antoinette |
Awalnya saya sendiri bingung,
siapa sih yang disebut “Rose of Versailles” di sini? Oscar atau Antoinette? Nah,
setelah ditelusuri, diteliti, dihayati, dipahami, dan dianalisa kembali manga
dan anime nya (cieeeilaahh….), akhirnya saya menemukan jawabannya :D
Episode pertama anime Rose of
Versailles ini diberi sub judul, “Oscar!
The destiny of the rose”. Nah dari judul ini, saya menduga Oscar lah yang
dimaksud Rose of Versailles. Begitu pula ketika André berkata pada Oscar “Mawar tetaplah mawar, tidak bisa menjadi
lilac. Oscar, mustahil untuk mu menjadi orang lain!!!”. Namun selain itu
dalam manga Rose of Versailles (kalo ga salah di jilid 2) juga disebutkan bahwa
Antoinette juga disebut sebagai mawar. Jadi siapa sebenarnya Rose of Versailles
ini?? Ini dia jawabannya…. :D
Dari keseluruhan manga dan anime
yang sudah (berkali-kali) saya baca dan saya tonton. Maka saya menyimpulkan
bahwa Oscar digambarkan sebagai mawar putih, mungkin karena kecantikannya yang
tersembunyi dalam seragam militer, kemuliaan hatinya, dan ketegarannya
menghadapi kehidupannya yang keras sebagai tentara wanita. Opening soundtrack
dalam animenya berjudul Bara Wa
Utsukushiku Chiru (Mawar yang Gugur
dengan Indahnya) juga menggambarkan tentang Oscar. Begitu pula pada episode
terakhir anime Rose of Versailles, Rosalie menggambarkan Oscar sebagai mawar
putih. Sedangkan Antoinette yang selalu berpenampilan cantik dan memikat, serta
pembawaannya yang “loveable”, digambarkan sebagai mawar merah. Siapapun yang
melihat Marie Antoinette pasti akan terkagum-kagum dengan kecantikannya.
Itulah kesimpulan yang saya
dapatkan. Rose of Versailles ini menggambarkan Oscar François yang digambarkan
seperti mawar putih dan Marie Antoinette yang digambarkan seperti mawar merah.
Dan kalau saya… bunga deposito aja deh… wkwkwkwkwkwkwkwk ($_$) (¥_¥) (£_£)
(€_€) :D
Categories
Anime,
Characters,
Manga
Rabu, 30 November 2011
Rose of Versailles Characters
Oscar François de
Jarjayes
Oscar François de Jarjayes lahir
pada tanggal 25 Desember 1755, di sebuah puri bangsawan yang terletak tidak
jauh dari Versailles Prancis. Oscar merupakan putri bungsu dari Jendral Rainier
de Jarjayes. Keluarga Jarjayes merupakan keluarga keturunan pemersatu tentara
kerajaan yang sangat dipercayai oleh kerajaan Prancis. Jendral Rainier de
Jarjayes, ayah Oscar, yang sangat menginginkan anak laki-laki sebagai
penerusnya, sangat kecewa dengan kelahiran putri bungsu nya. Akhirnya dia
memutuskan untuk membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki. Pada umur
11 tahun, Oscar masuk sekolah militer. Kemudian pada umur 14 tahun, sesuai
keinginan ayahnya, Oscar diangkat menjadi komandan pasukan yang mengawal
kedatangan Putri Marie Antoinette dari Austria dan tak lama kemudian Oscar menjadi
pengawal pribadi Putri Marie Antoinette.
Walaupun berpakaian tentara
layaknya seorang pria, Oscar tidak dapat mencegah perasaan wanitanya. Karena
pada kodratnya dia adalah seorang wanita. Pada usia 18 tahun, ketika Oscar
menemani Putri Marie Antoinette ke pesta topeng, mereka bertemu dengan seorang
pemuda dari Swedia, Hans Axel Von Versen. Oscar yang kemudian berteman dengan
Fersen, diam-diam mencintai Fersen.
Namun dia hanya bisa menahan perasaan itu karena kehidupan yang harus
dijalaninya sebagai seorang tentara, apalagi dia tahu bahwa Fersen hanya
menyerahkan hatinya pada Marie Antoinette. Apa yang dirasakan oleh Oscar hanya
diketahui oleh André Grandier yang sudah seperti saudara baginya.
Marie Antoinette
Marie Antoinette lahir pada
tanggal 2 November 1755, di Austria yang pada masa itu merupakan salah satu
Negara terkuat di Eropa yang dapat disejajarkan dengan negara Prancis. Marie
Antoinette merupakan putri ke sembilan dari Ratu Maria Theresia dari Dinasti
Hapsburg yang menguasai sistem pemerintahan. Pada usia 14 tahun, Marie
Antoinette dinikahkan dengan Putra Mahkota Prancis, Louis August (yang kemudian
mendapat gelar Louis XVI) cucu dari Raja Louis XV, untuk menciptakan perdamaian
bagi Prancis dan Austria yang pada saat itu dilanda perang. Marie Antoinette
merasa kecewa dengan pernikahannya karena dirinya tidak merasakan cinta
terhadap Louis August. Putri Marie sangat kesepian dan merasa terkurung di
istana Versailles. Pada usia 18 tahun, di sebuah pesta topeng di Paris, Marie
Antoinette dan Oscar bertemu dengan bangsawan muda dari Swedia, Hans Axel Von
Fersen. Sejak malam itu, Marie Antoinette dan Fersen saling jatuh cinta begitu
pula dengan Oscar, sebagai wanita dia diam-diam mulai tertarik pada Fersen.
Berbagai peristiwa dan konspirasi
dialami oleh Marie Antoinette, apalagi setelah dirinya dinobatkan sebagai Ratu
Prancis setelah Raja Louis XV wafat dan Louis August, suaminya, dinobatkan
menjadi Raja Louis XVI. Sangat disayangkan kebiasaan buruk Marie Antoinette membuatnya
menjadi seorang Ratu yang sangat menyedihkan di kemudian hari.
André Grandier
André Grandier adalah cucu dari
inang pengasuh yang mengabdi di keluarga Jarjayes. André kemudian diangkat oleh
keluarga Jarjayes untuk menemani Putri bungsu Oscar. André akhirnya bersahabat
dengan Oscar. Suatu hari, André tertimpa insiden yang mengakibatkan dirinya
terancam dihukum mati oleh Raja Louis XV. Namun untungnya, Oscar dengan gagah
berani mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan André. Sejak saat
itu, benih-benih cinta tumbuh dalam hati André. Tetapi sayangnya dia harus
menahan perasaan itu karena kedudukannya yang hanya keturunan rakyat jelata,
tidak mungkin baginya mendapatkan hati Oscar yang merupakan seorang putri
bangsawan. Penderitaan demi penderitaan dia alami apalagi ketika mengetahui
bahwa Oscar diam-diam mencintai Hans Axel Von Fersen. Hatinya hancur
berkeping-keping ketika mengetahui bahwa Oscar dipinang oleh Gerodéré. Tetapi
untungnya Oscar menolak pinangan itu karena tdak ingin melihat André tersakiti.
Hans Axel Von Fersen
Hans Axel Von Fersen lahir di
Swedia pada tanggal 4 September 1755. Dia merupakan seorang anak laki-laki dari
keturunan bangsawan Swedia. Fersen merupakan pemuda yang sangat tampan dan
cerdas. Di Jerman, dia belajar ilmu militer, di Italia belajar ilmu kedokteran
dan musik, dan di Swiss belajar filsafat. Suatu hari dia mampir ke Paris dan
menghadiri pesta topeng. Tanpa disengaja dia bertemu dengan Marie Antoinette
yang ditemani oleh Oscar. Sejak saat itu, Fersen diam-diam jatuh cinta kepada
Marie Antoinette, begitu pula sebaliknya. Memang sudah nasib Fersen mencintai
wanita yang tidak mungkin dimilikinya. Fersen mencintai Marie Antoinette tanpa
mengetahui malapetaka apa yang bakal menghadangnya di masa depan.
Rosalie Lamortier de
Polignac
Rosalie hidup di daerah kumuh di
Paris bersama dengan Jean, kakak perempuannya serta ibunya yang sakit-sakitan.
Jean yang berparas cantik tapi tamak, tiba-tiba pergi meninggalkan ibu dan
adiknya. Kesedihan Rosalie tidak berakhir sampai di situ, suatu hari ibunya
tertabrak kereta kuda yang dikendarai oleh Countess Polignac hingga meninggal.
Countess polignac melarikan diri sambil berkata “kalau kau tak senang, datang
saja ke Versailles!”. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, ibu Rosalie
berkata “Sebetulnya ibumu adalah bangsawan yang bernama Martine Gabrielle…”.
Rosalie yang dendam terhadap
nyonya bangsawan berbaju biru yang telah membunuh ibunya, kemudian bertekad
mencari nyonya itu. Tetapi dia malah tersesat di puri keluarga Jarjayes dan
hampir saja membunuh ibu Oscar yang saat itu mengenakan gaun yang mirip dengan
gaun yang dikenakan oleh Countess Polignac. Oscar yang awalnya marah dengan apa
yang dilakukan Rosalie, berubah menjadi iba terhadapnya dan mengajak Rosalie
untuk tinggal di kediaman keluarga Jarjayes dan berjanji untuk membantu Rosalie
mencari pembunuh ibunya. Namun tak disangka-sangka, Countess Polignac yang
merupakan pembunuh ibu Rosalie adalah ibu kandung Rosalie sendiri yang pernah dikatakan
oleh ibu Rosalie sebelum dia meninggal.
Louis August (Louis
XVI)
Pangeran Louis August lahir pada
tahun 1754, merupakan cucu dari Raja Louis XV. Pada usia 15 tahun, Pangeran Louis
August dinikahkan dengan putri Marie Antoinette dari Austria sebagai wujud dari
perdamaian antara Prancis dan Austria. Louis August yang bertubuh gempal dan
sangat pemalu merasa minder, padahal dirinya sangat mencintai Marie Antoinette
yang cantik. Namun tidak bisa mengungkapkannya melalui perbuatan dan kata-kata.
Pangeran menyibukkan dirinya dengan berburu, membuat kunci di pandai besi, dan
sebagainya membuat Marie Antoinette merasa kesepian.
Pada usia yang sangat muda yaitu
19 tahun, Pangeran Louis August dinobatkan menjadi Raja Louis XVI menggantikan
kakeknya Raja Louis XV yang telah wafat. Raja Louis XVI merupakan raja yang
sangat sederhana dan nyentrik karena tidak memiliki selir satu pun, tidak
seperti raja-raja sebelumnya. Raja Louis XVI sangat mencintai rakyat namun sayang,
beliau terlalu memanjakan istrinya yaitu Ratu Marie Antoinette. Hal ini
menjerumuskan dirinya ke dalam petaka besar dan harus menerima kekecewaan
rakyat Prancis.
Rainier de Jarjayes
Rainier de Jarjayes adalah
tentara nomor 1 di Prancis. Dia sangat menginginkan anak laki-laki untuk
dijadikan penerusnya. Namun keenam anaknya perempuan semua, oleh karena itu dia
memutuskan untuk membesarkan putri bungsu nya sebagai anak laki-laki dan memberinya
nama Oscar François de Jarjayes. Sesuai keinginannya, Oscar diangkat sebagai
komandan pasukan pengawal Prancis pada usia 14 tahun dan menjadi pengawal
pribadi Putri Marie Antoinette. Namun pada suatu saat, Prancis bergejolak,
terjadi kerusuhan dimana-mana. Pada saat itu dia sangat mengkhawatirkan Oscar,
apalagi Oscar dipindahtugaskan menjadi Komandan pengawal pasukan Prancis. Jendral
Jarjayes sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya, dia menyesal membesarkan
putri bungsunya sebagai anak laki-laki. Kemudian ketika suatu hari Gerodéré
tiba-tiba datang menemuinya dan bermakud untuk meminang Oscar, Jendral Jarjayes
langsung menyetujuinya dan menyuruh Oscar menikah dengan Gerodéré.
Victor Clemént de
Gerodéré
Victor Clemént de Gerodéré adalah
seorang pemuda yang gagah dan sangat tampan. Dalam versi anime, Gerodéré
merupakan ‘calon’ kuat untuk posisi komandan pasukan pengawal istana selain
Oscar. Namun ketika dirinya berhasil dikalahkan oleh Oscar pada saat adu
pedang, Gerodéré merekomendasikan kepada Raja Louis XVI bahwa Oscar lebih cocok
menjadi komandan pasukan dibanding dengan dirinya. Usul Gerodéré diterima, dan
mau tak mau Oscar harus menjadi Komandan Pasukan Pengawal Istana, sedangkan
Gerodéré menjadi wakilnya. Seiring dengan berjalannya waktu, bekerja
bersama-sama dengan Oscar di Pasukan Pengawal Istana, membuat benih-benih cinta
tumbuh dalam hati pemuda tampan itu. Pada saat Oscar memutuskan untuk keluar
dari Pasukan Pengawal istana untuk menjadi Komandan pasukan pengawal prancis,
Gerodéré merasa sangat kehilangan. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui ayah
Oscar dan bermaksud untuk meminang Oscar. Pinangan Gerodéré disambut baik oleh
Jendral Jarjayes. Namun Oscar menolak, karena dia lebih senang menjalani
hidupnya sebagai seorang tentara terlebih lagi ketika Oscar tahu bahwa André
mencintainya, Oscar tidak tega dan merasa dirinya tidak akan bahagia apabila
sahabatnya tersakiti. Dia menyampaikan hal itu kepada Gerodéré dan sebagai
bukti cintanya, Gerodéré bersedia mundur. Namun dia masih sangat mencintai
Oscar, sampai suatu saat ketika Oscar menghadang Gerodéré untuk tidak melukai
para wakil rakyat, “Langkahi dulu mayatku!!” teriak Oscar, tetapi Gerodéré tak
sampai hati menghunuskan pedangnya kearah wanita itu. Gerodéré pun menyuruh
pasukannya mundur, “Ini untuk mu, Oscar” kata Gerodéré.
Bernard Chatélett
Bernard Chatélett adalah wartawan
muda dari paris. Dia merupakan pendukung setia Robespierre. Bernard memiliki
ayah seorang bangsawan, ibu Bernard adalah simpanan bangsawan tersebut. Namun
ketika Bernard masih kecil, ayah Bernard mencampakkan ibunya sehingga ibunya
putus asa dan menceburkan diri ke Sungai Seine. Bernard yang sebatang kara
tumbuh di lingkungan rakyat biasa di Paris. Akhirnya Bernard menjadi wartawan,
dan pengikut setia Robespierre yang membenci bangsawan. Lalu dia menciptakan
terror dengan menyamar sebagai Ksatria Hitam yang merampok rumah-rumah
bangsawan dan membagikan hasil rampokannya itu kepada rakyat miskin. Oscar yang
penasaran terhadap Ksatria Hitam itu, mulai menyelidiki dibantu oleh André yang
menyamar menjadi Ksatria Hitam gadungan. Namun sebuah insiden terjadi,
menyebabkan mata kiri André menjadi buta. Oscar yang tidak tinggal diam kembali
melanjutkan penyelidikannya namun sayang dia di jebak. Ksatria Hitam menculik Oscar dengan harapan
ayah Oscar mau menukar putrinya dengan senjata. Mengetahui Oscar diculik, André
datang menyelamatkannya, akhirnya mereka berhasil menangkap Ksatria Hitam dan
membuka kedoknya. Namun Oscar tidak menyerahkannya ke istana, dia menanyai
tujuan Bernard sebenarnya. Oscar pun mulai bersimpati dengan rakyat, dan
akhirnya Oscar membebaskan Bernard.
Countess de Polignac
Countess de Polignac memiliki
nama gadis Martine Gabrielle, ketika dia menikah dengan Count de Polignac dia
mengubah namanya menjadi Jules de Polignac. Countess de Polignac memiliki wajah
yang ramah namun hatinya tamak. Dia berhasil menarik simpati Ratu Marie
Antoinette, dan akhirnya berhasil menguasai Sang Ratu. Oscar yang khawatir,
berusaha menasehati Ratu Marie Antoinette namun selalu dihalangi oleh Countess
Polignac. Suatu hari ketika dalam perjalanan di Paris, kereta kuda yang ditunggangi
Countess Polignac menabrak seorang ibu. Namun Countess Polignac melarikan diri
sambil berkata, “kalau kau tak senang, datang saja ke Versailles!”. Rosalie,
anak dari ibu yang ditabrak oleh Countess Polignac berusaha mencarinya untuk
membalas dendam. Tak disangka, Countess Polignac ternyata adalah ibu kandung
dari Rosalie. Countess Polignac pun sadar bahwa Rosalie adalah anak yang
dikandungnya ketika berusia 15 tahun, hasil hubungannya dengan Count Saint Remi
de Valois. Countess Polignac yang pada saat itu masih belia, dibantu oleh
Nicole Lamortier yang juga telah memiliki anak perempuan dari Count Saint Remi
de Valois. Nicole mengambil anak perempuan yang dilahirkan oleh Countess de
Polignac dan merawatnya bersama dengan anaknya sendiri yaitu, Jean. Countess de
Polignac berusaha agar Rosalie mau tinggal bersamanya dan mau mengakuinya
sebagai ibunya. Namun Rosalie yang kecewa mengetahui orang yang membunuh ibunya
adalah ibu kandungnya sendiri, menolak ajakan Countess de Polignac.
Madame du Barry
Du Barry adalah selir Raja Louis
XV. Du Barry ini berasal dari kalangan rakyat jelata yang memiliki profesi
sebagai wanita panggilan. Kamudian Du Barry dinikahi oleh seorang Count
sehingga mendapat gelar Countess. Setelah Count itu meninggal, Du Barry
kemudian dinikahi oleh Raja Louis XV dan menjadi selir. Dia sangat boros dan
suka berfoya-foya. Ketika Putri Marie Antoinette dari Austria datang dan
menikah dengan cucu Louis XV, Louis August (calon Louis XVI), Madame du Barry
takut posisinya sebagai First Lady di istana Versailles tergeser. Putri Marie
Antoinette yang masih belia, tidak
memedulikan Madame du Barry. Apalagi ketika mengetahui latar belakang Madame du
Barry. Suatu hari Raja Louis XV tiba-tiba jatuh sakit, Madame du Barry takut
sang raja meninggal. Karena dengan begitu, sebagai selir raja, dia tidak
memiliki kekuasaan lagi. Apa yang ditakutka du Barry terjadi, Raja Louis XV meninggal
dan Madame du Barry di depak dari Versailles dan diasingkan ke biara Pont Todam
di barat Paris.
Louis XV
Raja Louis XV merupakan Raja
Prancis yang pernah berkuasa. Raja Louis XV memiliki seorang selir bernama
Madame du Barry yang senang berfoya-foya. Pada tanggal 27 April 1974, Raja
Louis XV yang sedang berburu tiba-tiba merasa lelah dan jatuh sakit.
Bercak-bercak merah bermunculan di wajah dan sekujur tubuh sang raja. Para
dokter mengidentifikasinya sebagai penyakit cacar. Pada saat itu serum cacar
belum ditemukan, dan cacar merupakan penyakit yang ditakuti dan mewabah. Dalam
keadaan yang menyedihkan, Raja Louis XV sadar ajalnya sudah dekat. Pada tanggal
7 Mei 1774 Raja Louis XV memanggil uskup untuk membuat pengakuan sebelum
meninggal. Sang uskup kemudian berkata bahwa Raja Louis XV telah melanggar
ajaran agama karena telah memiliki selir dan dianggap menghina tuhan. Madame du
Barry pun di usir dari Versailles dan diasingkan ke biara Pont Todam. Pada
tanggal 10 Mei 1774, Raja Louis XV wafat. Dengan wafatnya Raja Louis XV maka
cucunya Louis August dinobatkan menjadi penggantinya dan diberi gelar Raja
Louis XVI. Beberapa waktu setelah kematian Raja Louis XV, diketahui bahwa Raja
Louis XV pernah memesan sebuah kalung permata pada Boehmer sang pedagang
permata. Siapa sangka, kalung permata ini akan menjadi suatu konspirasi yang
melibatkan Ratu Marie Antoinette. Kasus kalung permata ini sampai saat ini
terkenal dalam sejarah kriminal Prancis.
Jeanne Valois de La
Motte
Jeanne adalah anak dari Nicole
Lamortier hasil hubungannya dengan Count Saint-Remi de Valois. Jeanne tinggal
di daerah kumuh di Paris bersama dengan ibunya yang sakit-sakitan dan adiknya,
Rosalie. Jean adalah gadis pemalas dan tamak, selalu memimpikan kemewahan. Suatu
hari dia diangkat anak oleh Countess Bren Billie yang baik hati. Namun jeanne
yang tamak berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya dengan segala cara.
Dibantu oleh Nicolas de La Motte, pria yang mencintainya dan mau melakukan apa
saja untuknya, Jean membunuh Countess Bren Billie dan menguasai seluruh
hartanya. Jeanne kemudian menikah dengan Nicholas. Namun ketamakan Jeanne tidak
sampai disitu, dia memperalat Cardinal Rohan untuk kepentingan pribadinya dan
parahnya lagi, dia mengatasnamakan Ratu Antoinette. Ketika dia mengetahui bahwa
Boehmer si pedagang permata memiliki sebuah kalung permata yang bernilai
1.600.000 livre, dia berusaha mendapatkan kalung itu dan kembali
mengatasnamakan Ratu Antoinette. Ketika Jeanne akhirnya diadili karena kasus
kalung itu, Jean berkata bahwa sang Ratu lah yang menyuruhnya mencuri kalung
itu. Jeanne memang licik, berani, dan pintar berbohong dia berhasil menarik
simpati rakyat dan para bangsawan yang membenci ratu. Apalagi kenyataan Ratu
Marie Antoinette memang boros dan senang berfoya-foya, hal itu melancarkan akal
bulus Jean untuk melimpahkan segala kesalahan kepada Ratu. Kasus kalung permata
ini sangat terkenal di Prancis dan sangat memojokkan posisi Ratu Marie
Antoinette.
Nicholas de La Motte
Nicholas de La Motte adalah
seorang pria yang tergila-gila pada Jean Valois. Apapun dilakukan Nicholas
untuk Jean, termasuk membunuh Countess Bren Billie, ibu angkat Jean. Atas rekomendasi
dari Cardinal Rohan, Nicholas masuk sebagai anggota Pasukan Pegawal Istana
pimpinan Oscar. Sejak awal, Oscar merasa ada yang tidak beres dengan Nicholas
apalagi ketika Nicholas seringkali cuti dari Pasukan Pengawal Istana. Namun
Oscar tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak ada bukti bagi kecurigaannya
itu.
Nicholas ini juga terlibat dalam
kasus kalung permata. Ketika akhirnya Jean berhasil mendapatkan kalung itu,
Jean memotong-motong kalung itu dan menyuruh Nicholas lari ke Inggris dan
menjual potongan kalung itu di sana.
Cardinal Rohan
Cardinal Rohan adalah seorang
biarawan, akan tetapi dia memiliki kebiasaan buruk yaitu mata keranjang.
Dulunya Cardinal Rohan ini berada di kedutaan Prancis di Austria. Akan tetapi dia
tidak disukai oleh Ratu Marie Therese karena kebiasaan buruknya itu. Cardinal
Rohan ini diperalat oleh Jean untuk mendapatkan Kalung Permata dari Boehmer.
Namun di hasil persidangan, dia bebas dari segala tuduhan.
Alain de Soison
Alain de Soison adalah anggota
pasukan pengawal Prancis Company B yang berada di bawah pimpinan Oscar yang
saat itu dipindahtugaskan dari posisi Komandan Pasukan Pengawal Istana ke
posisi Komandan Pasukan Pengawal Prancis. Alain ini adalah ketua regu yang sangat
disegani oleh teman-temannya. Alain yang memiliki sifat kasar dan keras kepala
ini sangat membenci bangsawan. Ketika Oscar menjadi Komandan pasukan pengawal
Prancis, Alain sangat membencinya dan mempengaruhi kawan-kawannya untuk membuat
Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Prancis. Dia sempat terlibat adu pedang
dengan Oscar dan akhirnya dimenangkan oleh Oscar. Namun Alain masih sangat
membenci Oscar. Ketika mengetahui bahwa André Grandier yang juga masuk sebagai
anggota Pasukan Pengawal Prancis itu adalah pengawal Oscar, Alain jadi
ikut-ikutan membencinya. Apalagi ketika mengetahui André memiliki perasaan
terhadap Oscar, Alain mengejeknya habis-habisan dan menganggap André pecundang
karena mencintai wanita seperti Oscar. Dalam versi manga Alain diam-diam
mencintai Oscar. Dia menutupi perasaannya dengan bersikap seolah-olah dia
sangat membenci Oscar. Ketika kematian Diane, adiknya, Alain sempat depresi
namun disadarkan oleh Oscar. Ada beberapa perbedaan antara Alain dalam versi
manga dengan versi animenya. Dalam versi manga, Alain sangat membenci Oscar dan
mengusahakan berbagai cara agar Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Prancis,
sedangkan dalam versi anime Alain tidak mengganggu Oscar. Dalam versi manga,
Alain diam-diam mencintai Oscar dan perasaannya terungkap ketika dia secara
reflek mencium Oscar pada saat mereka berjaga di tempat diselenggarakannya
rapat tiga golongan, sedangkan dalam versi anime tidak diperlihatkan bahwa
Alain mencintai Oscar, hanya ada bagian yang mungkin mengungkapkan hal itu
ketika Alain mendatangi Oscar untuk mengucapkan terima kasih karena Oscar telah
menyelamatkan Lassal Dressel dari hukuman dan berkata bahwa dia sangat
mengharapkan Oscar menyelamatkannya juga apabila dia mengalami hal yang sama
dengan Lassal. Dalam versi manga, Alain sangat membenci André yang dianggapnya
‘mengekor’ pada seorang bangsawan, sedangkan dalam versi anime, Alain berteman
baik dengan André sejak keduanya bertemu di sebuah bar.
Maximillien
D’Robespierre
Maximillien D’Robespierre lahir
di Arras. Dia adalah seorang pemuda yang kritis. Robespierre mempelajari
tentang hukum di sekolah Louis de Grande. Cita-citanya menjadi pengacara. Pada
saat pelantikan Raja Louis XVI, Robespierre lah yang menyampaikan pidato ucapan
selamat untuk raja sebagai wakil dari sekolah Louis de Grande. Di sebuah kedai
minum di Arras, Robespierre bertemu dengan Oscar. Oscar mengenalinya sebagai
murid dari sekolah Louis de Grande. Dengan kritisnya Robespierre mengatakan
pada Oscar bahwa dia kecewa pada Raja dan Ratu baru. Robespierre berkata bahwa
rakyat sangat berharap Raja baru lebih baik, namun keadaan tidak berubah. Harga
barang terus naik dan Ratu Antoinette senang berfoya-foya. Oscar yang mendengar
perkataan Robespierre pun terkejut, karena dia tak menyangka keburukan raja dan
ratu di mata rakyat. Robespierre akhirnya berhasil menjadi seorang pengacara
dan dia bekerja untuk rakyat. Pandangannya yang revolusioner menarik banyak
simpati di kalangan rakyat termasuk Bernard Chatélett dan Saint-Just.
Saint-Just
Saint-Just merupakan pengikut
setia Robespierre, namun sifatnya kelewat nekat dan sadis. Dalam versi anime,
Saint-Just banyak membunuh para bangsawan. Ayah Oscar, Jendral Rainier de
Jarjayes pun sempat menjadi korban kebengisan Saint-Just. Namun untungnya peluru
yang ditembakkan Saint-Just tidak mengenai organ penting sehingga Jendral
Jarjayes bisa diselamatkan. Saint-Just juga berusaha membunuh Oscar namun
gagal. Saint-Just dalam versi manga berbeda dengan versi anime nya, dalam versi
manga Saint-Just digambarkan sebagai pemuda tampan, revolusioner, kritis, berwajah
dingin, dan pengikut setia Robespierre. Namun dalam versi manga tidak
digambarkan Saint-just membunuh para bangsawan, atau paling tidak ‘belum’
sampai ke situ.
Madame Maron Glasse Grandier (Nenek)
Madame Maron Glasse Grandier atau
lebih sering disebut Nenek (obaasan) ini adalah pengasuh yang mengabdi di
keluarga Jarjayes selama bertahun-tahun. Madame Grandier ini memiliki seorang
cucu yaitu André Grandier yang kemudian diangkat oleh keluarga Jarjayes untuk
menemani Putri Bungsu Oscar. Madame Grandier ini sangat menyayangi Oscar, dan
tidak menyetujui keputusan Jendral Jarjayes, ayah Oscar, untuk membesarkan
Oscar sebagai anak laki-laki. Dia selalu membela dan melindungi Oscar dari
kemarahan ayah Oscar. Neneklah yang selalu paling histeris apabila Oscar sampai
terluka, dan seringkali memearahi André yang dianggapnya tidak becus menjaga
putri cantik kesayangannya. Nenek ini
tidak pantang menyerah, untuk membuat Oscar mau memakai gaun-gaun buatannya. Alangkah
senangnya hati nenek ini ketika suatu hari Oscar mengatakan ingin memakai gaun ke pesta dansa. Dia pun
menyibukkan dirinya mendandani Oscar. Ketika tahu bahwa cucunya, André,
memiliki cinta terpendam terhadap Oscar, hati sang nenek sedih. Karena tak
mungkin bagi André yang merupakan keturunan rakyat jelata dan hanya anak dari
seorang pelayan, untuk memiliki Oscar yang merupakan seorang putri bangsawan. Apalagi
ketika mengetahui bahwa kedua mata André buta, dia melarang André
memberitahukan kepada siapapun tetnang kebutaannya, apalagi pada Jendral
Jarjayes dan Oscar. Karena kalu mereka tahu, mereka akan membawa André ke
dokter dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Nenek tidak mau merepotkan
keluarga Jarjayes, karena selama ini nenek merasa berhutang budi atas kebaikan
keluarga Jarjayes kepada dirinya dan André selama ini.
Jendral Bouille
Jendral Bouille ini adalah
panglima tertinggi di kemiliteran Prancis. Di anime, Jendral Bouille bersahabat
baik dengan ayah Oscar, Jendral Jarjayes. Dia juga merupakan salah seorang yang
diincar oleh Saint-Just, namun saat itu Saint-Just salah sasaran. Peluru
Saint-Just malah mengenai Jendral Jarjayesyang saat itu tengah duduk dalam
kereta kuda bersama Jendral Bouille. Untungnya luka Jendral Jarjayes tidak membahayakan
nyawanya. Dalam anime juga, Jendral Bouille lah yang menyelenggarakan pesta
dansa untuk mencari calon suami untuk Oscar. Namun dalam manga, tidak
digambarkan bahwa Jendral Bouille ini merupakan sahabat karib ayah Oscar. Saat
Jendral Bouille memerintahkan Oscar untuk mengusir para wakil rakyat dalam
Rapat 3 Golongan, dan Oscar menolaknya, Jendral Bouille tidak segan-segan
menghukumnya dan memenjarakan 12 orang anak buah Oscar yang juga menentang
perintah Jendral Bouille.
Ratu Marie Therese
Ratu Marie Therese adalah ibu
dari Marie Antoinette. Beliau adalah seorang wanita yang cakap baik dalam
kepemimpinan maupun politik. Dia senantiasa mengutamakan kepentingan rakyatnya.
Ketika dia memutuskan menikahkan Antoinette dengan Putra Mahkota Prancis, beliau
sempat ragu dan khawatir karena Antoinette yang berusia 14 tahun masih
kekanak-kanakan dan senang bermain-main. Namun Ratu Marie Therese tidak
memiliki pilihan lain. Setelah Antoinette menikah denga Putra Mahkota Prancis,
Ratu Marie Therese mendapat kabar bahwa Antoinette memiliki masalah dengan
selir Raja yaitu Mdame DuBarry, maka ia pun mengirim Count Mercy untuk
mengawasi Antoinette. Suatu hari Ratu Marie Therese mendapatkan kiriman lukisan
putrinya, Marie Antoinette, dari Prancis. Alangkah kecewanya beliau melihat penampilan
putrinya yang berlebihan dalam lukisan tersebut. “Ini bukanlah lukisan Ratu
Prancis!! Ini lukisan artis!!! Tolong kembalikan lagi lukisan ini, aku tak
mampu melihatnya!”, kata Ratu Marie Therese. Sampai akhir hayatnya beliau
selalu memikirkan nasib putrinya, Marie Antoinette, Ratu Prancis.
Duke Orlèans
Duke Orlèans adalah sepupu dari
Louis August (Louis XVI). Dia mengincar tahta raja. Dalam anime, dia selalu
merencanakan kejahatan untuk merebut tahta, termasuk menculik Putri Marie Antoinette
untuk menggagalkan rencana pernikahan Putra Mahkota Louis August dengan Marie
Antoinette. Namun rencananya itu digagalkan oleh Oscar. Dia juga sempat
bekerjasama dengan Madame DuBarry untuk menjatuhkan Putra dan Putri mahkota. Duke
Orlèans ini juga berteman dengan golongan lapisan bawah (rakyat) dan
mengizinkan istananya, Palais Royale, digunakan untuk pertemuan para politikus
dan tokoh-tokoh rakyat. Hal ini juga ia lakukan untuk merebut tahta kerajaan.
Countess Noailles
Countess Noailles adalah kepala
dayang yang menjaga dan mengurus keperluan Marie Antoinette serta penasihat
bagi Marie Antoinette yang kekanak-kanakan. Countess Noailles selalu memonitor
tingkah laku Marie Antoinette, dan menegur apabila Antoinette melakukan suatu
kesalahan. Countess Noailles ini seringkali menjengkelkan Marie Antoinette.
Namun semua itu ia lakukan sebagai tanggung jawab, rasa sayang dan
kekhawatirannya pada Marie Antoinette. Apalagi ketika melihat kedekatan Marie
Antoinette dengan Hans Axel von Fersen, bangsawan muda dari Swedia.
Count Mercy
Count Mercy adalah duta besar
Austria untuk Prancis, yang diutus oleh Ratu Marie Therese untuk menjaga dan
memonitor putrinya, Marie Antoinette. Ketika Putri Marie Antoinette bermasalah
dengan Madame DuBarry, selir raja, Ratu Marie Therese mengirim Count Mercy ke
Prancis. Count Mercy berusaha membujuk Putri Antoinette menyapa Madame DuBarry
namun Antoinette menolak. Count Mercy semakin khawatir tingkah laku Antoinette
membawa dampak buruk bagi perdamaian antara Prancis dan Austria. Akhirnya,
dengan susah payah akhirnya Antoinette mau menyapa Madame DuBarry satu kali
saja.
Duke de Guemene
Duke Guemene merupakan seorang
bangsawan yang masih keluarga kerajaan. Duke Guemene ini sangat berkuasa bahkan
Raja Louis XVI pun sulit menanganinya. Duke Guemene adalah seorang yang sombong
dan kejam. Suatu hari Oscar dan Andrè menyaksikan Duke Guemene menembak anak
laki-laki kecil yang mencuri uang dari keretanya. Oscar yang melihat kejadian
itu sangat murka, Andrè yang melihat kemarahan Oscar, langsung menahannya dan
membawa Oscar pergi. Duke Guemene ini seorang yang suka menyepelekan, dia
menyepelekan Oscar yang saat itu diangkat jadi komandan tertinggi di pasukan
istana. Dia menjelek-jelekkan Oscar, karena Oscar perempuan dan tidak pantas
menjadi komandan. Oscar kemudian balik menyudutkan Duke Guemene dengan
mengatakan kejadian yang ia lihat ketika Duke Guemene menembak seorang anak
kecil. Duke Guemene murka dan mengajak Oscar berduel. Dalam manga, duel ini
tidak terjadi karena dicegah oleh Ratu Marie Antoinette. Sedangkan dalam anime,
duel ini terjadi dan berakhir dengan kemenangan Oscar yang berhasil menembak
tangan Duke Guemene.
Charlotte de Polignac
Charlotte de Polignac adalah
putri dari Countess Polignac hasil pernikahannya denga Count Polignac. Dengan
begitu, Charlotte ini adalah adik Rosalie. Pertama kali bertemu dengan Rosalie
di pesta dansa, Charlotte bersikap angkuh terhadapnya karena dia merasa iri
melihat Rosalie datang bersama Oscar yang dikaguminya. Countess Polignac yang
tamak menjodohkan Charlotte yang berusia 11 tahun dengan Pangeran de Guise yang
berusia 43 tahun. Charlotte menolak, namun Countess Polignac memaksanya.
Charlotte tidak bisa berbuat apa-apa, dan seringkali terlihat menangis
sendirian di pesta dansa. Dalam manga, Rosalie yang saat itu menyadari bahwa
Charlotte adalah adiknya, berusaha menghiburnya. Namun kedekatan Charlotte dan
Rosalie membuat marah Countess Polignac. Charlotte yang merasa tertekan
kemudian berniat bunuh diri, dia naik ke atas menara dan menjatuhkan dirinya.
Charlotte pun meninggal, tanpa mengetahui fakta bahwa Rosalie adalah kakaknya.
Diane de Soison
Diane de Soison adalah adik Alain
de Soison, dalam anime rambut Diane berwarna coklat sedangkan dalam manga,
Diane digambarkan memiliki rambut hitam. Berbeda dengan kakaknya yang dalam
manga digambarkan sebagai laki-laki yang kasar dan keras kepala, Diane ini
memiliki sifat lemah lembut dan polos. Diane sangat mengagumi rambut Oscar yang
indah dan pirang keemasan. Teman-teman Alain berebut ingin diperkenalkan dengan
Diane. Apabila datang waktu kunjungan, dan Diane datang untuk menjenguk Alain,
teman-teman Alain langsung ribut. Namun mereka kecewa ketika suatu hari dikabarkan
bahwa Diane akan segera menikah dengan seorang bangsawan. Namun sayangnya pria
bangsawan itu membatalkan pernikahannya dengan Diane demi menikahi seorang
putri kaya. Diane yang kecewa lalu gantung diri. Hal itu membuat Alain depresi,
dan terus-terusan berada di samping mayat Diane yang kian membusuk. Oscar
kemudian datang dan menyadarkan Alain dari depresinya. Dalam manga, ketika
Alain kembali bertugas, Alain memberi Oscar sebuah kotak kecil berisi rambut
Diane. Alain mengatakan bahwa itu adalah kenang-kenangan dari Diane yang
mengagumi dan selalu memuji-muji rambut Oscar yang pirang keemasan.
Dr Lasonne
Dr Lasonne hanya disebutkan dalam
anime. Dr Lasonne ini merupakan dokter pribadi keluarga Jarjayes. Dialah yang
mengobati luka Oscar ketika Oscar terluka setelah jatuh dari kuda ketika
menolong Putri Marie Antoinette. Dr Lasonne jugalah yang mengobati mata Andrè.
Dalam anime, Dr Lasonne lah yang memberitahu Oscar tentang kebutaan mata Andrè.
Ketika Oscar datang untuk memeriksakan kesehatannya, Dr Lasonne dengan sedih
memberitahunya bahwa Oscar menderita Tuberculosis dan hanya memiliki waktu
paling lama satu setengah tahun untuk hidup apabila Oscar memaksakan diri terus
berada di dunia kemiliteran. Dr Lasonne ingat ketika dulu Oscar terkena demam
tinggi pada saat Oscar berusia 3 tahun, dapat digambarkan dari scene itu bahwa
Dr Lasonne juga sangat menyayangi Oscar. Dr Lasonne menitikan air mata, dia
sedih atas penyakit yang diderita Oscar dan menyarankannya untuk berhenti dari
kemiliteran dan pindah ke tempat yang penuh udara segar untuk kesembuhannya.
Namun Oscar menolak, karena dia tidak bisa tinggal diam melihat Prancis dalam
kekacauan dan ingin meneruskan perjuangannya.
Categories
Anime,
Characters,
Manga,
Tokoh
Langganan:
Postingan (Atom)




































