Elegant Rose
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Oscar and Fersen as a Couple!

Diposting oleh Unknown di 9:21 AM 0 komentar


I've decided that I'll use English and Indonesian language since this posting forward so that the foreigner visitors can understand what this article's talking about :)

Oscar and Fersen!!

Hey... Don't be mad at me if you don't like this pairing. Honestly, I would be glad to see these two become a couple. Fersen is a handsome man. Too bad that he didn't realize Oscar's feeling for him. What a poor man, he didn't realize that a beautiful woman fell in love with him. Oscar is amazingly beautiful, both of her look and her personality.

But I think if Fersen knew that Oscar was a woman from the beginning, he definitely would fall in love with her as well, although there was Antoinette who is said the most beautiful queen of Europe. Oscar no less beautiful than Antoinette, even she's more smart. Her problem just she's always wearing military uniforms not dresses.


Remember when Fersen discovered that Oscar is a mysterious enchanted countess whom he danced with, Fersen said that if she knew from the start that Oscar was a woman, their relationship could be more than friends. But his heart had been belongs to Antoinette. Fersen also described Oscar as a beautiful woman with attributed uniform that covered her fragrant skin. So that means Fersen probably could be fall in love with Oscar. Well, is there a man who couldn't falling in love with this such an angelic woman?? Look at Andre, Gerodere, and even Alain who fell in love with Oscar. Nevertheless, Oscar finally found her true love. He's Andre Grandier. And I think he's much better than Fersen. Well, I'm not a fan of Fersen. Actually I didn't like him and Antoinette because of... yeah you know... I hate cheating whatever the reasons ;)


Indonesian Translation...

Oscar dan Fersen!!

Hey... Jangan marah yaa kalo kamu ga suka pasangan ini. Jujur neh, aq sih seneng2 aja kalo mereka berdua jadi pasangan. Fersen kan ganteng. Sayang banget dia ga nyadar perasaan Oscar buat dia. Kasian banget deh neh cowok, dia ga nyadar seorang cewek cantik jatuh cinta ama dia. Oscar ini luar biasa cantik, baik dalam penampilan maupun hatinya.

Tapi kayaknya kalo Fersen tau dari awal bahwa Oscar itu adalah cewek, pastinya dia bakalan jatuh cintrong juga ama si Oscar, walopun ada Antoinette yang katanya disebut2 sebagai ratu tercantik di eropa. Oscar ga kalah cantiknya dibanding Antoinette, malah lebih hebat. Masalahnya cuma Oscar selalu pake seragam militer, dan bukannya gaun.

Inget deh waktu Fersen tau kalo Oscar adalah Si Countess cantik dan misterius yang pernah dansa ama dia, Fersen bilang kalo aja dia tau dari awal Oscar adalah seorang wanita, mungkin hubungan mereka akan lebih dari sekedar teman. Tapi hati Fersen udah terlanjur jadi milik Antoinette. Fersen juga menggambarkan Oscar sebagai wanita cantik dengan seragam beratribut yang selalu membungkus kulitnya yang indah. Jadi artinya Fersen mungkin saja jatuh cinta ama Oscar. Yahh, ada ngga sih cowok yang ga jatuh cinta ama cewek secantik dia?? Liat aja Andre, Gerodere, bahkan Alain yang jatuh cinta sama Oscar. Tapi biar gitu, toh akhirnya Oscar nemuin juga cinta sejatina. Dia Adalah Andre Grandier. Dan menurut ku sih dia jauh lebih baek daripada Fersen. Aq sih bukan fans nya Fersen ya. Sebenernya aq ga terlalu suka dia dan Antoinette juga soalnya... yahh kalian tau lah... Aq benci perselingkuhan, apapun alasannya ;)

Minggu, 15 Juli 2012

Rose Of Versailles Ep.11 : Fersen Departs for the Northland

Diposting oleh Unknown di 9:30 PM 0 komentar

Setelah penobatan Raja Prancis yang baru, Louis XVI, seluruh Prancis seperti hidup kembali. Seluruh rakyat engelu-elukan raja baru mereka. Di mana-mana terdapar lukisan dan poster-poster yang memampangkan kedua Raja dan Ratu muda tersebut. Rakyat sangat menaruh harapan besar pada mereka.
Di istana Versailles, Marie Antoinette yang sekarang telah menjadi seorang ratu, mulai melaksanakan tugas barunya yaitu mengadakan pertemuan dengan para bangsawan. Namun Marie Antoinette yang masih kekanak-kanakan dan senang bermain-main, malah bersikap seenaknya. Dia dengan sesuka hatinya mengangkat menteri-menteri tanpa melihat dulu latar belakang dan kemampuan orang tersebut, dan menghentikan atau membatalkan pertemuan seenaknya. Hal ini sangat membuat Count Mercy dan Countess Nouailles khawatir.

Sementara itu, Oscar diangkat menjadi komandan tertinggi di asukan pengawal kerajaan. Ini adalah rekomendasi dari Ratu Antoinette. Ratu Antoinette juga menjanjikan gaji dua kali lipat kepada Oscar namun Oscar menolaknya. Dia ingin gajinya tetap dan apabila Ratu Antoinette memaksa, Oscar tidak akan menerima kenaikan pangkatnya sebagai Komandan Tertinggi. Sang ratu muda terkejut mendengar pernyataan Oscar. Namun dia mengalah dan meminta Oscar mengatakan apapun yang dia inginkan seperti pangkat tinggi, kuda, kastil, namun Oscar hanya berkata bahwa satu-satunya keinginannya adalah melihat Ratu Marie Antoinette menjadi seorang ratu yang baik dan bijaksana. Maka sejak saat itu Oscar menjadi Komandan tinggi, dengan seragam barunya yang berwarna merah. Ratu Marie Antoinette megiriminya banyak sekali hadiah, namun ditolak oleh Oscar. Menurutnya Ratu Marie Antoinette seharusnya bisa menahan dirinya dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk mengekspresikan kesenangannya pada orang-orang favoritnya karena uang tersebut merupakan pajak dari rakyat. 

Sang ratu kecewa mengetahui semua hadiahnya ditolak oleh Oscar. Sementara itu hatinya juga sedang dirundung kesedihan karena Fersen sama sekali belum mengunjunginya sejak penobatannya sebagai ratu prancis. Menurut Countess Noailles, Fersen mungkin disibukkan dengan tugas-tugasnya karena dia seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu di beberapa Negara di eropa. Karena kesedihannya, Ratu Antoinette merasa malas untuk mengadakan pertemuannya. Dia pun mengatakan kepada Grand Chamberlain untuk membatalkan pertemuan hari itu. Namun Count Mercy menegurnya dan mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah tugas seorang Ratu, dan Marie Antoinette adalah seorang Ratu, bukan lagi Putri Mahkota. Ratu Antoinette terpaksa menurutinya namun dia hanya menemui 10 orang saja. Tiba-tiba salah satu dayang memasuki ruangan dan menyampaikan pesan dari seorang tamu yang ingin menemui Ratu Marie Antoinette. Sang Ratu menolaknya, namun ketika mendengar bahwa tamu tersebut adalah Fersen, Ratu Antoinette menjadi sumringah.

Di ruang pertemuan, para bangsawan merasa kesal dengan sikap Ratu Marie Antoinette yang seenaknya membatalkan pertemuan. Mereka merasa tak dianggap oleh sang ratu. Apalagi ratu membatalkan pertemuan tersebut hanya gara-gara seorang fersen. Kemarahan bangsawan tersebut dikompori oleh Duke de Guemenee. Oscar yang mendengar hal itu sangat menyayangkan sikap Ratu Antoinette.

Sementara itu Ratu Marie Antoinette asyik berbincang-bincang dengan Fersen. Kemudian Countess Nouailles mengabarkan bahwa konser segera dimulai dan meminta Ratu Antoinette bersiap-siap. Lagi-lagi Ratu Antoinette membatalkannya. Fersen merasa tidak enak hati karena Ratu Marie Antoinette lebih memilihnya daripada menghadiri pertemuan dan konser rutin, namun Fersen tidak dapat berbuat apa-apa. Dia terlalu terpesona dengan kecantikan Ratu Antoinette. Countess Nouailles merasakan sesuatu hal yang berbeda pada Ratu Antoinette. Dia pun membicarakannya dengan Count Merci. Menurutnya keramahan Ratu Marie Antoinette pada fersen sangatlah tidak wajar, dan Countess Nouailles merasakan sesuatu hal yang ganjil pada mereka berdua. Namun Count Merci yang tidak peka hanya tertawa dan mengatakan bahwa kekhawatiran Countess Nouailles terlalu berlebihan. Oscar yang mendengar percakapan Countess Nouailles dan Count Merci merasakan kekhawatiran yang sama dengan yang dirasakan oleh Countess Nouailles. Sebagai seorang wanita, tentunya Oscar juga peka terhadap hal-hal tersebut. Oscar berpikir dia harus melakukan tindakan segera untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Keesokan harinya Oscar mendatangi rumah Fersen dan memberinya peringatan. Fersen sudah menduga apa yang akan dibicarakan Oscar. Maka Oscar pun tidak bertele-tele dan menyarankan pada Fersen agar dia segera meninggalkan Prancis dan kembali ke Swedia. Fersen terkejut dengan pernyataan Oscar. Fersen mengerti akan kekhawatiran Oscar. Menurut Oscar memang belum ada gosip-gosip buruk tentang mereka namun ada beberapa orang yang memperhatikan gerak gerik Fersen dan Ratu Marie Antonette. Hal ini tentu berbeda dulu dan sekarang. Dulu Marie Antoinette masih seorang Putri Mahkota yang memiliki lebih banyak kebebasan, tapi sekarang Marie Antoinette sudah menjadi seorang Ratu. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan bahaya yang akan dihadapi Fersen kelak, Oscar menyarankan Fersen untuk tetap di negaranya untuk sementara waktu. Fersen pun mengerti dan menerima saran Oscar ntuk pulang ke negaranya. Sebelum Oscar pulang, Fersen menanyakan sesuatu pada Oscar, apakan Oscar tidak merasa kesepian, memakai pakaian militer dan tidk merasakan kebahagiaan yang dialami oleh seorang gadis muda pada umumnya. Dengan tersenyum Oscar menjawab bahwa ia dilahirkan untuk dibesarkan sebagai anak laki-laki untuk meneruskan tradisi keluarga Jarjayes yang telah dipercaya memimpin pasukan istana. Dan dia tidak merasa kesepian dan menjalani hidupnya bagaimana adanya. Maka Fersen pun mengucapkan salam perpisahan pada Oscar dan berjanji akan bertemu lagi suatu saat nanti.

Dalam perjalanan pulang bersama Andre, Oscar memikirkan kembali apa yang telah dilakukannya. Ini demi Ratu Antoinette, dan yang terpenting untuk Prancis, pikir Oscar. Di tengah perjalanan, Oscar melihat ada kerumunan orang. Rupanya ada keributan disana. Dari salah seorang dari kerumunan yang  mereka tanyai, rupanya ada seorang anak yang mencuri dari seorang Duke. Oscar melihat ditengah kerumunan, ada seorang anak laki-laki kecil sedang menangis dan Duke de Guemenee. Rupanya anak laki-laki itu mencuri dari Duke de Guemenee. Tiba-tiba ada seorang gadis muda berlari ke tengah kerumunan dan memohon ampun pada Duke de Guemenee atas apa yang dilakukan anak laki-laki tersebut. Oscar dan Andre mengenali gadis itu. Dia adalah Rosalie yang pernah mereka temui temo hari. Mendengarkan permohonan Rosalie, Duke de Guemenee memaafkan anak laki-laki itu dan menyuruhnya menyingkar dari hadapannya. Duke de Guemene berbalik dan hendak pergi dari situ.  Rosalie merasa lega dan menyuruh Pierre si anak laki-laki kecil itu untuk pulang. Dengan riang anak laki-laki itu berlari menyongsong ibunya. Namun tiba- tiba duke de Guemene berbalik, mengambil pistol dari dalam sakunya dan menembak anak laki-laki kecil itu tepat ke punggungnya. Si pierre ecil pin terkapar dan tewas seketika, semua yang menyaksikan sangat terkejut namun mereka tidak berani melakukan apa-apa. Oscar yang menyakskan hal itu naih darah dan berusaha mengejar de Guemenee, namun dicegah oleh Andre yang segera membawa Oscar pergi dari tempat itu.

Sesampainya di rumah, Oscar menangisi kejadian tadi dan menyesali ketidakberdayaannya. Emosinya meluap-luap. 
Sementara malam itu juga, Fersen bertolak ke swedia. Selama 4 tahun lamanya dia tidak menginjakkan kakinya di tanah Prancis. 
Ratu Marie Antoinette merasa hancur dengan kepergian fersen apalagi Fersen tidak mengatakan sepatah kata pun padanya. Ratu Marie Antoinette merasa kesepian namun sang ratu belum menyadari arti kesepian yang dirasakannya.

Previous Episode: "Oscar at the Duel at Dawn"
Next Episode: "Oscar at the Duel at Dawn" (coming soon)

Sabtu, 21 April 2012

Rose of Versailles Ep. 10 : A Beautiful Devil, Jeanne

Diposting oleh Unknown di 7:21 PM 0 komentar
Setelah Raja Louis XV wafat, secara otomatis Putra Mahkota Louis August naik tahta menggantikan mendiang kakeknya. Seluruh rakyat Prancis bersuka cita dan berharap hidup mereka akan lebih mudah dengan Raja baru yang memimpin mereka. Pada tanggal 11 Juni 1775, di Reims Cathedral, diselenggarakanlah penobatan raja Prancis yang baru dengan Gelar Raja Louis XVI. Sesuai tradisi, Louis XVI berjalan sendirian di tengan menaiki 40 anak tangga dan di mahkotai. Dengan begitu Louis XVI sah menjadi raja Prancis, sedangkan istrinya Marie Antoinette menjadi ratu Prancis. Saat itu usia mereka begitu muda. Raja Louis XVI baru berusia 19 tahun sedangkan Ratu Marie Antoinette berusia 18 tahun. Sebuah beban dan tanggung jawab yang sangat berat harus mereka pikul mulai saat itu hingga seterusnya.

Pada hari itu juga, setelah upacara penobatan Raja dan Ratu baru mengunjungu Sekolah Louis Le Grand untuk menyaksikan pidato ucapan selamat. Di sana seorang pemuda berwajah pucat membacakan pidato ucapan selamat. Pemuda itu menarik perhatian Raja Louis XVI. Sang raja pun penasaran, dan menanyakan nama pemuda pucat tadi kepada salah satu ajudannya. Dari ajudannya tersebut, diketahui nama pemuda pucat tadi adalah Maximillien d’Robespierre dari jurusan Hukum. Robespierre inilah yang kelak menjadi pemimpin revolusi prancis di kemudian hari. 

Di sudut kota Paris, rakyat masih saja membicarakan harapan mereka dengan adanya raja baru, harga kebutuhan hidup akan menurun. Seorang gadis muda bernama Rosalie mendengar pembicaraan mereka. Dalam hati kecilnya dia juga berharap semua itu benar. Dia merasakan sulitnya mencari uang untuk makan, sementara ibunya masih saja sakit-sakitan. Karena terlalu sibuk berpikir, Rosalie tidak memperhatikan ada kereta kuda melaju cepat dari arah belakang. Dia menyingkir ke pinggir jalan dan terjatuh. Hampir saja dia tertabrak. Namun dia sempat melihat seorang gadis muda yang duduk di dalam kereta kuda itu. Dia terkejut karena gadis itu adalah Jeanne, kakaknya. Karena penasaran, Rosalie mengikuti kereta kuda tersebut. Hingga akhirnya kereta kuda itu berhenti di depan sebuah rumah megah milik seorang bangsawan. Awalnya Rosalie tidak yakin bahwa yang dia lihat itu adalah kakaknya. Kemudian Rosalie memasuki pekarangan rumah itu dan mengintip ke dalam melalui jendela. Dia melihat Jeanne sedang tertawa. Setelah melihat dari dekat, dia yakin itu adalah kakaknya. Namun Rosalie tidak dapat masuk ke dalam rumah itu, karena dia tidak ingin Jeanne dipermalukan dengan dirinya dan pakaiannya yang kotor. Maka Rosalie pun pulang ke rumah.

Sementara itu, Jeanne sangat disayang oleh bangsawan pemilik rumah megah itu, Marquise Brandvillier. Wanita separuh baya itu mengajari Jeanne segala sesuatu yang harus dipelajari oleh gadis bangsawan, dan dia senang sekali karena Jeanne belajar dengan cepat. Dia berkata Jeanne akan diterima di kalangan bangsawan sebagai gadis yang baik. Namun Jeanne yang diam-diam memiliki sifat yang tamak, tidak puas dengan hanya mendapatkan hidupnya yang sekarang. Dia memimpikan hidup seperti seorang ratu di istana Versailles, dan dia akan melakukan apa saja untuk mencapai impiannya itu.

Saat itu prancis yang telah mendapatkan raja baru, belum juga merasakan perubahan. Sepertinya harapan rakyat tidak atau paling tidak belum terwujud. Harga kebutuhan masih saja mahal. Dengan perut kelaparan, Rosalie berjalan kesana-kemari mencari pekerjaan untuk membeli makanan dan obat untuk ibunya. Akhirnya dia memberanikan diri untu mendatangi Jeanne untuk meminta bantuan. Jeanne menyambut Rosalie dengan hangat. Rosalie lega karena Jeanne ternyata tidak mengusirnya. Dia bahkan mengajak Rosalie masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah itu ternyata sedang kedatangan tamu para wanita bangsawan. Kepada para wanita itu, Jeanne mengatakan bahwa Rosalie adalah pembantunya di desa yang datang mengunjunginya untuk meminta bantuan. Jeanne kemudian menyuruh Rosalie menunggu di ruangan sempit yang penuh dengan sarang laba-laba. Namun tiba-tiba saja masuklah seorang pria dengan cambuk di tangannya. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Nicolas de la Motte, pacar Jeanne. Nicolas ingin memberi perhitungan pada Rosalie agar tidak mengancam Jeanne lagi. Rosalie terkejut, dia tidak merasa mengancam Jeanne. Nicolas mencambuki Rosalie. Dengan penuh luka fisik dan luka di hatinya Rosalie pun pergi meninggalkan kediaman Jeanne.

Jeanne yang menyaksikan Rosalie berjalan menjauh, tertawa puas. Dia yakin Rosalie tidak akan berani kembali menemui dirinya lagi. Tidak di saat dia harus menonjolkan dirinya di antara kalangan bangsawan. Dia tidak ingin orang yang mengetahui masa lalunya ada di dekatnya. Sedangkan Nicolas de la Motte adalah seorang pria bodoh yang tergila-gila pada Jeanne dan mau melakukan apa saja untuknya. Maka Jeanne pun menyusun rencana dan memanfaatkan Nicolas untuk membantunya melaksanakan rencana selanjutnya yaitu mendapatkan harta Marquise Brandvillier.

Hari sudah malam, namun Rosalie masih berkeliling mencari pekerjaan. Kini dia sudah tidak memiliki uang sepeser pun. Bahkan untuk membeli roti pun dia tak punya. Di tengah jalan, dia menabrak Count  Mirabeau yang sedang mabuk. Count Mirabeau memarahi Rosalie, namun kemarahannya berhenti tiba-tiba ketika dia melihat wajah Rosalie. Dia mengajak Rosalie ke rumahnya, dan akan membayarnya dengan harga mahal. Rosalie merasa terhina dan menampar Count Mirabeau. Tiba-tiba salah satu pengawal Count Miraeau memanggilnya, dan membawa Count Mirabeau yang mabuk pergi dari situ. Sepeninggalan mereka, kata-kata Count Mirabeau tadi masih terngiang-ngiang di telinga Rosalie. Dia sangat membutuhkan uang. Namun dia takut untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditawarkan Count Mirabeau tadi.

Sebuah kereta kuda mewah milik seorang bangsawan datang ke arah Rosalie. Tanpa piker panjang, Rosalie pun menghadang kereta kuda itu. Rupanya itu adalah kereta kuda milik keluarga de Jarjayes. Oscar, putri bungsu Jendral Jarjayes beserta temannya Andre Grandier ada di dalam kereta tersebut. Karena terkejut melihat gadis muda dengan pakaian kotor itu, Oscar pun menyuruh sang kusir berhenti. “Tuan, kumohon. Belilah saya untuk semalam”, kata Rosalie dengan takut-takut. Oscar kaget, rupanya gadis itu menyangka dirinya adalah pria karena berpakaian seragam prajurit. Oscar tertawa terbahak-bahak mendengarkan permintaan gadis kumuh itu. “Hei, hei! Coba kau perhatikan baik-baik. Aku ini juga perempuan. Biarpun gratis juga aku tidak akan mau…” kata Oscar. Rosalie pun terperangah. Kemudian menangis tersedu-sedu. Oscar yang merasa iba kepada Rosalie menanyakan nama dan alasan kenapa dia menjadi seperti itu. Dengan tersedu-sedu, Rosalie pun menceritakan dirinya sangat membutuhkan uang untuk ibunya yang sakit dan dia belum juga menemukan pekerjaan. Oscar pun memberikan sekeping uang untuk Rosalie dan menyuruhnya berjanji untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Kemudia Oscar pun pergi. Rosalie terkejut  karena ternyata sekeping uang itu adalah livre emas. Baginya satu livre itu sangat banyak. Rosalie berusaha mengejar nona bangsawan yang memberinya satu livre itu. Namun ‘Nona dalam kereta kuda’ itu sudah pergi menjauh dengan kereta kudanya.

Cerita beralih ke kediaman bangsawan Brandvillier. Jeanne akhirnya menerima cinta Nicolas dan mau menikah dengannya. Namun Nicolas harus mau menuruti permintaannya untuk membantunya merebut harta Marquise Brandvillier. Maka malam itu juga mereka melaksanakan rencana itu. Terjadi kebakaran di rumah Marquise Brandvillier malam itu. Sang Marquise panik dan berlarian mencari Jeanne untuk menyuruhnya menyelamatkan diri. Namun dia terkejut melihat Nicolas mendekatinya dengan membawa obor dengan api di atasnya. Nicolas menjatuhkan api itu kebawah balkon dan membakar karpet dan sofa. Nicolas kemudian mendekati sang Marquise dan mencekiknya lalu menjatuhkannya ke kobaran api di bawah balkon. Sang Marquise pun tewas.

Keesokan harinya, Marquise Brandvillier pun dimakamkan. Jeanne berlagak sedih dengan kematian sang Marquise. Oscar yang mengunjungi rumah duka merasa heran melihat Jeanne, karena sebelumnya dia tidak pernah tahu soal Jeanne yang katanya keluarga jauh Marquise Brandvillier dan merupakan keturunan dinasti valois. Di sana Oscar juga melihat Cardinal Rohan, yang dulunya merupakan duta prancis untuk Austria, namun karena kegenitannya, Ratu Marie Therese tidak menyukainya dan memulangkannya ke Prancis. Jeanne kemudian menyerahkan sebuah amplop berisi surat wasiat Marquise Brandvillier kepada Cardinal Rohan. Sang cardinal yakin itu adalah tulisan marquise. Padahal surat itu adalah surat wasiat palsu dengan tulisan tiruan oleh seorang ahli pemalsu surat bernama Retaux. Di dalam surat itu, tertulis bahwa Marquise Brandvillier mewariskan seluruh harta kekayaannya kepada Jeanne. Dengan begitu harta Marquise Brandvillier jatuh ke tangan Jeanne. Sementara itu Oscar merasa ada yang tidak beres. Oscar mencium gelagat tidak baik pada kedua orang itu. Mungkin firasat Oscar ini benar karena kedua orang itulah yang akan membuat malapetaka besar di kemudian hari.

Previous Episode: "The Sun Sets, The Sun Rises"

Kamis, 29 Desember 2011

Kesalahan-Kesalahan dalam Anime Rose of Versailles

Diposting oleh Unknown di 1:50 AM 0 komentar
Ternyata yang namanya manusia emang ga luput dari kesalahan. Di sini saya ingin memaparkan kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam anime Rose of Versailles. Sumber saya di sini adalah dari web Versailles Rosas oleh Megumi. Saya hanya mentranslate nya saja.
Oke deh, mau tau kesalahan-kesalahan apa saja yang ditemukan oleh Mbak Megumi ini?? Yuk kita liat…

Pohon Sakura di Prancis


Di akhir episode pertama, “Oscar! The Destiny of The Rose”, kalian bisa melihat ada pohon-pohon sakura disepanjang jalan yang dilewati oleh Oscar dan André, yang kesannya Jepang banget. Kayaknya sih, creatornya lupa bahwa setting anime ini di Prancis, dan BUKAN di Jepang! Wkwkwkwkwkw :D

Kamar Oscar



Coba deh perhatikan 3 gambar disini. Di gambar 1, kalian bisa lihat ada perapian di sisi kanan tempat tidur Oscar. Sedangkan pada gambar ke 2, di sana ada meja rias dengan cermin yang besar alih-alih perapian yang diperlhatkan di gambar 1. Dan pada gambar ke 3, ada jendela besar di dekat tempat tidur Oscar, jendela ini tidak ditemukan di kedua gambar sebelumnya. Dari ketiga gambar tersebut, seakan-akan Oscar memiliki 3 kamar tidur, ya ga sih?? :D

Harta Karun di bawah Pohon Ek


Sebelum berduel dengan Duke de Guéméné, Oscar berkata pada André tentang harta karun yang mereka kubur di bawah pohon ek ketika mereka masih kecil…
“André, kalau aku mati dalam duel, jagalah harta karun di bawah pohon ek: sebuah topi, pisau merah, dan boneka beruang”
… Namun boneka beruang belum ada hingga tahun 1894, ketika mainan boneka beruang ini dibuat oleh Perusahaan Jerman Gebrüder Sussenguth. Dan faktanya, teddy bear baru populer di akhir 1902-an. Berarti boneka beruang seharusnya belum ada pada abad ke 17. Sedangkan setting dalam scene itu adalah sekitar tahun 1775. Hahahahahaha :D

Nah, itulah kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam anime Rose of Versailles. Tapi saya fans berat Rose of Versailles, ga keberatan tuh. Yang penting kan tetep asyik nontonnya. Hehehehehehe ;p

Jumat, 09 Desember 2011

Manga Vs Anime Rose of Versailles

Diposting oleh Unknown di 11:26 AM 0 komentar
Setelah membaca dan menonton manga dan anime Rose of Versailles, ada beberapa perbedaan yang saya temukan antara manga dan anime nya. Berikut ini perbedaan-perbedaan yang saya temukan, kayaknya sih masih ada yang terlewat. Soalnya banyak banget sih… oke deh cekidot!!! 




  1. Di versi anime, diceritakan Oscar harus berduel dengan Gerodéré untuk mendapatkan posisi komandan pasukan pengawal Prancis. Di manga tidak dijelaskan, Oscar begitu saja diangkat sebagai komandan pasukan pengawal istana ketika menyambut kedatangan Putri Marie Antoinette dari Austria.
  2. Di versi anime ada saat ketika Oscar berperang batin antara keinginan terdalamnya untuk menjalani kehidupannya sebagai wanita sebagaimana mestinya, atau dia harus menuruti keinginan ayahnya untuk menjadi seorang perwira militer.
  3. Di versi manga disebutkan bahwa André Grandier dibawa ke keluarga Jarjayes ketika dia berumur 8 tahun dan Oscar 7 tahun. Namun di versi anime disebutkan bahwa André dan Oscar pernah hampir tenggelam di danau. Saat itu André berusia 6 tahun dan Oscar 5 tahun. Kemungkinan dalam versi anime, André dibawa ke kediaman keluarga Jarjayes pada usia 6 tahun atau bahkan mungkin sebelumnya.
  4. Di versi anime, ketika Putri Marie Antoinette datang dari Austria, ada kejadian tak terduga dimana Antoinette diculik oleh orang-orang suruhan Duke Orleans yang ingin menggagalkan pernikahan Antoinette dengan Putra Mahkota. Namun untungnya Oscar datang menyelamatkan Putri Antoinette. Sedangkan di manga tidak diceritakan kejadian ini, semua mulus-mulus saja.
  5. Sewaktu kunjungan pertama Putri Antoinette dan Putra Mahkota Louis XVI, terjadi insiden yang (lagi-lagi) direncanakan oleh Duke Orleans yang ingin merebut tahta. Orleans menyuruh orang untuk melemparkan peledak ke kereta yang membawa Putra dan Putri Mahkota. Namun lagi-lagi berhasil digagalkan oleh Oscar. Kejadian ini juga tidak diceritakan dalam manga.
  6. Dalam versi anime, Duke Orleans sempat bekerja sama dengan Madame Du Vally untuk menghancurkan Putra dan Putri mahkota. Dalam manga tidak diceritakan.
  7. Dalam versi anime diceritakan Madame Du Vally membuat gossip tentang Marie Antoinette dan Fersen dengan menyuruh orang untuk membuat surat cinta atas nama Marie Antoinette yang ditujukan pada Fersen. Dalam versi manga, tidak ada kejadian ini.
  8. Dalam versi manga, Raja Louis XVI menyebut warna gaun sutra coklat yang dibawa Rose Berten, desainer dari Paris, seperti “warna kutu”. Sedangkan dalam versi anime André lah yang menyebutnya seperti “warna kutu” karena dia kebingungan karena tiba-tiba dimintai pendapat tentang gaun itu oleh Ratu Marie Antoinette. Ckckckck… u,u
  9. Duel antara Oscar dengan Duke de Guemene tidak terjadi dalam versi manga karena dicegah oleh Ratu Antoinette. Sedangkan dalam versi anime, Oscar berduel dengan Duke de Guemene dan Oscar berhasil menembak tangan Duke de Guemene.
  10. Sewaktu Oscar dan André berada di kota Arras, mereka menolong seorang anak yang sakit. Ini hanya diceritakan di versi anime, sedangkan di manga tidak diceritakan.
  11. Dalam anime, diceritakan Rosalie diam-diam membuntuti kereta yang membawa Countess Polignac kemudian menariknya ke tempat yang sepi. Rosalie berusaha membunuh Countess Polignac tapi tidak jadi, dan saat itulah Countess Polignac mengetahui bahwa Rosalie adalah anaknya yang hilang. Sedangkan dalam manga tidak diceritakan hal ini. Countess Polignac menegtahui bahwa Rosalie adalah anaknya dari Charlotte yang keceplosan menyebut Rosalie La Morliere.
  12. Gaun yang dipakai Oscar ke pesta dansa berbeda antara versi anime dan manga. Dalam versi manga, Oscar memakai Gaun Odalisque (ala istana Turki dengan leher tertutup), sedangkan dalam versi animenya Oscar memakai gaun ala Prancis.
  13. Dalam versi anime, Fersen datang sendiri ke pesta dansa sedangkan dalam versi manga, Fersen datang bersama Sofie, adiknya yang baru datang dari Swedia.
  14. Dalam versi anime, Fersen mengenali Oscar yang mengenakan gaun dari gerak reflek Oscar ketika Fersen menarik tangan Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Fersen mengenali Oscar dari wajahnya.
  15. Dalam versi manga ketika Oscar melarikan diri dari ruangan pesta dan meninggalkan Fersen sendiri di tengah dansa mereka, Oscar bertemu dengan Ksatria Hitam. Sedangkan di versi anime, Oscar tidak bertemu dengan Ksatria Hitam.
  16. Dalam versi manga, pada saat kepala Oscar terluka ketika dia membuntuti Ksatria Hitam sampai ke Palais Royale (Istana Duke Orleans), tangan Oscar tiba-tiba ditarik oleh seseorang masuk ke dalam sebuah rumah yang ternyata orang itu adalah Rosalie. Sedangkan dalam anime, Oscar pingsan di depan sebuah rumah dan ditemukan oleh Rosalie yang saat itu memang tinggal di rumah itu.
  17. Dalam versi manga, setelah Rosalie menolong Oscar dan mengobati luka di kepalanya, Rosalie pulang kembali ke puri Jarjayes bersama Oscar. Dalam versi anime, Rosalie menola ajakan Oscar untuk pulang ke puri Jarjayes karena Rosalie lebih menyukai kehidupannya di Paris sebagai rakyat biasa.
  18. Dalam versi manga, Oscar menyuruh André menyamar menjadi Ksatria Hitam gadungan untuk menjebak Ksatria Hitam yang asli. Sedangkan di versi anime, André sendiri lah yang ingin menggantikan Oscar menyamar sebagai Ksatria Hitam.
  19. Dalam versi manga, Ksatria Hitam menyekap Oscar dan Rosalie. Sedangkan dalam anime, Ksatria Hitam hanya menyekap Oscar.
  20. Dalam versi anime, Oscar menembak lengan Ksatria Hitam ketika dia berusaha kabur dari Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Rosalie lah yang menembak Ksatria Hitam yang sedang menyudutkan Oscar. Ksatria Hitam kemudian dibawa ke tempat tinggal Oscar di Puri Jarjayes untuk diintrogasi.
  21. Di anime, Oscar menyuruh Bernard Chatelet a.k.a Ksatria Hitam untuk bersembunyi sementara di rumah Rosalie di Paris. Jadi kemungkinan Bernard bertemu Rosalie disana kemudian mereka menikah. Dalam manga, Bernard bertemu Rosalie di rumah keluarga Jarjayes dan Rosalie membantu mengobati luka tembak di lengan Bernard. Kemudian setelah sembuh, Bernard pun membawa Rosalie tinggal bersamanya sebagai istrinya.
  22. Dalam versi anime, penyamaran Oscar sebagai ‘mysterious countess’ di pesta dansa dibongkar oleh Fersen ketika mereka berada di rumah Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Fersen membongkar penyamaran Oscar ketika mereka berada di halaman rumah Fersen.
  23. Dalam versi anime, ketika penyamaran Oscar sebagai ‘mysterious countess’ di pesta dansa terbongkar, Oscar memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengan Fersen dan memutuskan hubungannya dengan Fersen. Sedangkan dalam versi anime, Fersen lah yang memutuskan untuk tidak menemui Oscar lagi karena tidak ingin Oscar terlalu berharap pada dirinya.
  24. Dalam versi anime, Oscar memutuskan untuk keluar dari Pasukan Pengawal Istana karena dia tidak ingin lagi bertemu dengan Fersen maupun Antoinette yang merupakan satu-satunya wanita yang dicintai Fersen dan ingin melupakan Fersen dengan cara menjalani hidup yang ‘lebih menantang’ untuk menghilangkan perasaannya sebagai wanita. Sedangkan dalam versi manga, Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Istana karena pernah dikatai ‘boneka hiasan istana’ oleh Bernard Chatelet. Selain itu dia juga ingin mengetahui kehidupan rakyat lebih dekat.
  25. Dalam versi manga, André menjadi anggota Pasukan Pengawal Prancis atas perintah dari ayah Oscar, Jendral Jarjayes, untuk menjaga Oscar. Sedangkan dalam anime nya, André masuk sebagai anggota Pasukan Pengawal Prancis, atas keinginannya sendiri. Tanpa sepengetahuan Oscar, André dibantu oleh seorang laki-laki yang ia kenal di sebuah bar yaitu Alain de Soison, yang kebetulan merupakan anggota Pasukan Pengawal Prancis.
  26. Karakter alain de Soison dalam versi anime dan manga sedikit berbeda. Dalam versi manga, Alain digambarkan sebagai laki-laki yang kasar, keras kepala, susah diatur, sering kali menjahili Oscar dan memprovokasi teman-temannya untuk membenci Oscar agar Oscar keluar dari pasukan Pengawal Prancis (walaupun belakangan diketahui bahwa ternyata diam-diam Alain menyukai Oscar). Alain juga sering mengejek André Grandier akan cintanya kepada Oscar yang tidak mungkin kesampaian serta membencinya seperti Alain membenci Oscar, karena André menjadi ‘anjing penjaga bangsawan’. Bahkan Alain sempat berkelahi dengan André. Namun di versi anime, Alain cenderung lebih tenang dan tidak begitu memperlihatkan kebenciannya kepada bangsawan. Selain itu dia juga berteman baik dengan André bahkan Alain lah yang membantu André bergabung di Pasukan Pengawal Prancis.
  27. Dianne de Soison, adik Alain, dalam versi manga digambarkan memiliki rambut hitam. Sedangkan di versi anime, rambut Dianne berwarna coklat.
  28. Pada hari pertama Oscar bertgas di Pasukan Pengawal Prancis, para prajurit membangkang, tidak mau diperintah oleh komandan wanita. Oscar kemudian menantang mereka berduel. Kalau Oscar menang, mereka harus mematuhi perintahnya. Sedangkan kalau Oscar kalah, Oscar bersedia mengundurkan diri dari Pasukan Pengawal Prancis.dalam versi manga, Alain lah yang berduel dengan Oscar, sedangkan dalam versi anime, Alain menyuruh temannya yang lain berduel dengan Oscar.
  29. Dalam versi anime, diceritakan Lassal Dressel, salah satu anak buah Oscar di Pasukan Pengawal Prancis ketahuan menggadaikan senapan milik Pasukan Pengawal Prancis dan dihukum mati. Alain menyalahkan Oscar dalam hal ini dan mengajaknya berduel. Dalam anime kejadian ini tidak diceritakan.
  30. Karakter Saint-Just dalam versi anime berbeda dengan versi manga. Dalam versi anime, Saint-Just digambarkan sebagi pemuda revolusioner yang berdarah dingin dan suka membunuhi para bangsawan. Saint-Just bahkan sempat memburu Oscar namun tidak pernah berhasil. Dia juga selalu dicurigai oleh Maximilien de Robespierre dan Bernard Chatelet. Sedangkan dalam versi manga, Saint-Just bukan pembunuh berdarah dingin (atau paling tidak, belum menjai pembunuh berdarah dingin) dan akrab dengan Bernard bahkan dia tinggal bersama Bernard dan Rosalie.
  31. Dalam versi anime, jendral Jarjayes sempat menjadi korban salah sasaran dari peluru yang ditembakkan oleh Saint-Just yang sebenarnya dimaksudkan untuk Jendran Bouille yang duduk disebelahnya.
  32. Dalam versi anime, pesta dansa yang diselenggarakan untuk memilih pendamping hidup Oscar, diselenggarakan oleh Jendral Bouille, sahabat baik Jendral Jarjayes, ayah Oscar. Sedangkan versi anime, pesta itu diselenggarakan di kediaman Keluarga Jarjayes dan Oscar mengacaukan pesta itu dan lari keluar sambil tertawa terbahak-bahak membuat semua laki-laki yang ingin meminangnya, mengurungkan niatnya, kecuali Gerodéré yang pantang menyerah untuk mendapatkan Oscar.
  33. Dalam versi anime, Gerodéré memutuskan untuk menyerah terhadap Oscar arena Oscar menunjukkan sikap dia tidak mau menikah dengan siapapun. Sedangkan dalam versi manga, Oscar lah yang meminta Gerodéré mundur karena dia tidak ingin melihat André tersakiti karena pernikahannya. Gerodéré pun menyanggupi, dia mundur sebagai bukti cintanya yang tulus kepada Oscar.
  34. Dalam versi anime, Oscar sudah mengetahui bahwa kedua mata André buta dari Dr. Lasonne yang memberitahunya mengenai hal ini, sedangkan dalam versi manga, Oscar baru mengetahuinya ketika André sekarat katena tertembak di dada nya.
  35. Dalam versi anime, Oscar menyatakan cintanya kepada André di pinggir danau ketika mereka akan menuju ke barak Pasukan Pengawal Prancis. Di versi manga, Oscar menyatakan cintanya kepada André ketika mereka berada di kamar Oscar setelah André menyelamatkan Oscar dari kemarahan Jendral Jarjayes.
  36. Dalam versi anime, André tertembak di bawah jembatan. Sedangkan dalam versi manga, André tertembak ketika terjadi kerusuhan di lapangan Tuilleries.
  37. Dalam versi anime, Oscar meninggal 1 jam sebelum Bastille ditaklukkan. Sedangkan di versi manga, Oscar meninggal tepat setelah Bastille berhasil ditaklukkan.(jujur saya masih ga rela Oscar meninggal T.T)
  38. Dalam versi manga, rambut Marie Antoinette dipotong pendek sebelum dieksekusi dengan guillotine. Sedangkan dalam versi anime nya, rambut Antoinette dibiarkan panjang.
  39. Dalam versi manga, sebelum meninggalkan penjara untuk eksekusi mati di guillotine, Marie Antoinette memberikan pita rambutnya kepada Rosalie sebagai kenang-kenangan. Sedangkan dalam versi anime nya, Marie Antoinette memberikan setangkai mawar yang dibuatnya dari kertas kosmetik kepada Rosalie, dan meminta Rosalie mewarnai mawar tersebut sesuai dengan gambaran Oscar. Namun Rosalie membiarkannya tetap putih karena Oscar digambarkan seperti mawar putih.
Nah itulah perbedaan-perbedaan yang berhasil saya himpun, mungkin masih ada yang kurang. Yah,,, gampang deh saya edit lagi nanti :D.

Rose of Versailles Oscar François atau Marie Antoinette??

Diposting oleh Unknown di 11:13 AM 0 komentar
Oscar dan Antoinette
Awalnya saya sendiri bingung, siapa sih yang disebut “Rose of Versailles” di sini? Oscar atau Antoinette? Nah, setelah ditelusuri, diteliti, dihayati, dipahami, dan dianalisa kembali manga dan anime nya (cieeeilaahh….), akhirnya saya menemukan jawabannya :D


Episode pertama anime Rose of Versailles ini diberi sub judul, “Oscar! The destiny of the rose”. Nah dari judul ini, saya menduga Oscar lah yang dimaksud Rose of Versailles. Begitu pula ketika André berkata pada Oscar “Mawar tetaplah mawar, tidak bisa menjadi lilac. Oscar, mustahil untuk mu menjadi orang lain!!!”. Namun selain itu dalam manga Rose of Versailles (kalo ga salah di jilid 2) juga disebutkan bahwa Antoinette juga disebut sebagai mawar. Jadi siapa sebenarnya Rose of Versailles ini?? Ini dia jawabannya…. :D


Dari keseluruhan manga dan anime yang sudah (berkali-kali) saya baca dan saya tonton. Maka saya menyimpulkan bahwa Oscar digambarkan sebagai mawar putih, mungkin karena kecantikannya yang tersembunyi dalam seragam militer, kemuliaan hatinya, dan ketegarannya menghadapi kehidupannya yang keras sebagai tentara wanita. Opening soundtrack dalam animenya berjudul Bara Wa Utsukushiku Chiru (Mawar yang Gugur dengan Indahnya) juga menggambarkan tentang Oscar. Begitu pula pada episode terakhir anime Rose of Versailles, Rosalie menggambarkan Oscar sebagai mawar putih. Sedangkan Antoinette yang selalu berpenampilan cantik dan memikat, serta pembawaannya yang “loveable”, digambarkan sebagai mawar merah. Siapapun yang melihat Marie Antoinette pasti akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. 


Itulah kesimpulan yang saya dapatkan. Rose of Versailles ini menggambarkan Oscar François yang digambarkan seperti mawar putih dan Marie Antoinette yang digambarkan seperti mawar merah. Dan kalau saya… bunga deposito aja deh… wkwkwkwkwkwkwkwk ($_$) (¥_¥) (£_£) (€_€) :D

Rabu, 30 November 2011

Rose of Versailles Characters

Diposting oleh Unknown di 6:44 PM 1 komentar
Oscar François de Jarjayes


Oscar François de Jarjayes lahir pada tanggal 25 Desember 1755, di sebuah puri bangsawan yang terletak tidak jauh dari Versailles Prancis. Oscar merupakan putri bungsu dari Jendral Rainier de Jarjayes. Keluarga Jarjayes merupakan keluarga keturunan pemersatu tentara kerajaan yang sangat dipercayai oleh kerajaan Prancis. Jendral Rainier de Jarjayes, ayah Oscar, yang sangat menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya, sangat kecewa dengan kelahiran putri bungsu nya. Akhirnya dia memutuskan untuk membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki. Pada umur 11 tahun, Oscar masuk sekolah militer. Kemudian pada umur 14 tahun, sesuai keinginan ayahnya, Oscar diangkat menjadi komandan pasukan yang mengawal kedatangan Putri Marie Antoinette dari Austria dan tak lama kemudian Oscar menjadi pengawal pribadi Putri Marie Antoinette.
Walaupun berpakaian tentara layaknya seorang pria, Oscar tidak dapat mencegah perasaan wanitanya. Karena pada kodratnya dia adalah seorang wanita. Pada usia 18 tahun, ketika Oscar menemani Putri Marie Antoinette ke pesta topeng, mereka bertemu dengan seorang pemuda dari Swedia, Hans Axel Von Versen. Oscar yang kemudian berteman dengan Fersen,  diam-diam mencintai Fersen. Namun dia hanya bisa menahan perasaan itu karena kehidupan yang harus dijalaninya sebagai seorang tentara, apalagi dia tahu bahwa Fersen hanya menyerahkan hatinya pada Marie Antoinette. Apa yang dirasakan oleh Oscar hanya diketahui oleh André Grandier yang sudah seperti saudara baginya.

Marie Antoinette

Marie Antoinette lahir pada tanggal 2 November 1755, di Austria yang pada masa itu merupakan salah satu Negara terkuat di Eropa yang dapat disejajarkan dengan negara Prancis. Marie Antoinette merupakan putri ke sembilan dari Ratu Maria Theresia dari Dinasti Hapsburg yang menguasai sistem pemerintahan. Pada usia 14 tahun, Marie Antoinette dinikahkan dengan Putra Mahkota Prancis, Louis August (yang kemudian mendapat gelar Louis XVI) cucu dari Raja Louis XV, untuk menciptakan perdamaian bagi Prancis dan Austria yang pada saat itu dilanda perang. Marie Antoinette merasa kecewa dengan pernikahannya karena dirinya tidak merasakan cinta terhadap Louis August. Putri Marie sangat kesepian dan merasa terkurung di istana Versailles. Pada usia 18 tahun, di sebuah pesta topeng di Paris, Marie Antoinette dan Oscar bertemu dengan bangsawan muda dari Swedia, Hans Axel Von Fersen. Sejak malam itu, Marie Antoinette dan Fersen saling jatuh cinta begitu pula dengan Oscar, sebagai wanita dia diam-diam mulai tertarik pada Fersen.
Berbagai peristiwa dan konspirasi dialami oleh Marie Antoinette, apalagi setelah dirinya dinobatkan sebagai Ratu Prancis setelah Raja Louis XV wafat dan Louis August, suaminya, dinobatkan menjadi Raja Louis XVI. Sangat disayangkan kebiasaan buruk Marie Antoinette membuatnya menjadi seorang Ratu yang sangat menyedihkan di kemudian hari.

André Grandier

André Grandier adalah cucu dari inang pengasuh yang mengabdi di keluarga Jarjayes. André kemudian diangkat oleh keluarga Jarjayes untuk menemani Putri bungsu Oscar. André akhirnya bersahabat dengan Oscar. Suatu hari, André tertimpa insiden yang mengakibatkan dirinya terancam dihukum mati oleh Raja Louis XV. Namun untungnya, Oscar dengan gagah berani mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan André. Sejak saat itu, benih-benih cinta tumbuh dalam hati André. Tetapi sayangnya dia harus menahan perasaan itu karena kedudukannya yang hanya keturunan rakyat jelata, tidak mungkin baginya mendapatkan hati Oscar yang merupakan seorang putri bangsawan. Penderitaan demi penderitaan dia alami apalagi ketika mengetahui bahwa Oscar diam-diam mencintai Hans Axel Von Fersen. Hatinya hancur berkeping-keping ketika mengetahui bahwa Oscar dipinang oleh Gerodéré. Tetapi untungnya Oscar menolak pinangan itu karena tdak ingin melihat André tersakiti.

Hans Axel Von Fersen


Hans Axel Von Fersen lahir di Swedia pada tanggal 4 September 1755. Dia merupakan seorang anak laki-laki dari keturunan bangsawan Swedia. Fersen merupakan pemuda yang sangat tampan dan cerdas. Di Jerman, dia belajar ilmu militer, di Italia belajar ilmu kedokteran dan musik, dan di Swiss belajar filsafat. Suatu hari dia mampir ke Paris dan menghadiri pesta topeng. Tanpa disengaja dia bertemu dengan Marie Antoinette yang ditemani oleh Oscar. Sejak saat itu, Fersen diam-diam jatuh cinta kepada Marie Antoinette, begitu pula sebaliknya. Memang sudah nasib Fersen mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya. Fersen mencintai Marie Antoinette tanpa mengetahui malapetaka apa yang bakal menghadangnya di masa depan.


Rosalie Lamortier de Polignac


Rosalie hidup di daerah kumuh di Paris bersama dengan Jean, kakak perempuannya serta ibunya yang sakit-sakitan. Jean yang berparas cantik tapi tamak, tiba-tiba pergi meninggalkan ibu dan adiknya. Kesedihan Rosalie tidak berakhir sampai di situ, suatu hari ibunya tertabrak kereta kuda yang dikendarai oleh Countess Polignac hingga meninggal. Countess polignac melarikan diri sambil berkata “kalau kau tak senang, datang saja ke Versailles!”. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, ibu Rosalie berkata “Sebetulnya ibumu adalah bangsawan yang bernama Martine Gabrielle…”.
Rosalie yang dendam terhadap nyonya bangsawan berbaju biru yang telah membunuh ibunya, kemudian bertekad mencari nyonya itu. Tetapi dia malah tersesat di puri keluarga Jarjayes dan hampir saja membunuh ibu Oscar yang saat itu mengenakan gaun yang mirip dengan gaun yang dikenakan oleh Countess Polignac. Oscar yang awalnya marah dengan apa yang dilakukan Rosalie, berubah menjadi iba terhadapnya dan mengajak Rosalie untuk tinggal di kediaman keluarga Jarjayes dan berjanji untuk membantu Rosalie mencari pembunuh ibunya. Namun tak disangka-sangka, Countess Polignac yang merupakan pembunuh ibu Rosalie adalah ibu kandung Rosalie sendiri yang pernah dikatakan oleh ibu Rosalie sebelum dia meninggal.



Louis August (Louis XVI)


Pangeran Louis August lahir pada tahun 1754, merupakan cucu dari Raja Louis XV. Pada usia 15 tahun, Pangeran Louis August dinikahkan dengan putri Marie Antoinette dari Austria sebagai wujud dari perdamaian antara Prancis dan Austria. Louis August yang bertubuh gempal dan sangat pemalu merasa minder, padahal dirinya sangat mencintai Marie Antoinette yang cantik. Namun tidak bisa mengungkapkannya melalui perbuatan dan kata-kata. Pangeran menyibukkan dirinya dengan berburu, membuat kunci di pandai besi, dan sebagainya membuat Marie Antoinette merasa kesepian.

Pada usia yang sangat muda yaitu 19 tahun, Pangeran Louis August dinobatkan menjadi Raja Louis XVI menggantikan kakeknya Raja Louis XV yang telah wafat. Raja Louis XVI merupakan raja yang sangat sederhana dan nyentrik karena tidak memiliki selir satu pun, tidak seperti raja-raja sebelumnya. Raja Louis XVI sangat mencintai rakyat namun sayang, beliau terlalu memanjakan istrinya yaitu Ratu Marie Antoinette. Hal ini menjerumuskan dirinya ke dalam petaka besar dan harus menerima kekecewaan rakyat Prancis.



Rainier de Jarjayes


Rainier de Jarjayes adalah tentara nomor 1 di Prancis. Dia sangat menginginkan anak laki-laki untuk dijadikan penerusnya. Namun keenam anaknya perempuan semua, oleh karena itu dia memutuskan untuk membesarkan putri bungsu nya sebagai anak laki-laki dan memberinya nama Oscar François de Jarjayes. Sesuai keinginannya, Oscar diangkat sebagai komandan pasukan pengawal Prancis pada usia 14 tahun dan menjadi pengawal pribadi Putri Marie Antoinette. Namun pada suatu saat, Prancis bergejolak, terjadi kerusuhan dimana-mana. Pada saat itu dia sangat mengkhawatirkan Oscar, apalagi Oscar dipindahtugaskan menjadi  Komandan pengawal pasukan Prancis. Jendral Jarjayes sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya, dia menyesal membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki. Kemudian ketika suatu hari Gerodéré tiba-tiba datang menemuinya dan bermakud untuk meminang Oscar, Jendral Jarjayes langsung menyetujuinya dan menyuruh Oscar menikah dengan Gerodéré.



Victor Clemént de Gerodéré


Victor Clemént de Gerodéré adalah seorang pemuda yang gagah dan sangat tampan. Dalam versi anime, Gerodéré merupakan ‘calon’ kuat untuk posisi komandan pasukan pengawal istana selain Oscar. Namun ketika dirinya berhasil dikalahkan oleh Oscar pada saat adu pedang, Gerodéré merekomendasikan kepada Raja Louis XVI bahwa Oscar lebih cocok menjadi komandan pasukan dibanding dengan dirinya. Usul Gerodéré diterima, dan mau tak mau Oscar harus menjadi Komandan Pasukan Pengawal Istana, sedangkan Gerodéré menjadi wakilnya. Seiring dengan berjalannya waktu, bekerja bersama-sama dengan Oscar di Pasukan Pengawal Istana, membuat benih-benih cinta tumbuh dalam hati pemuda tampan itu. Pada saat Oscar memutuskan untuk keluar dari Pasukan Pengawal istana untuk menjadi Komandan pasukan pengawal prancis, Gerodéré merasa sangat kehilangan. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui ayah Oscar dan bermaksud untuk meminang Oscar. Pinangan Gerodéré disambut baik oleh Jendral Jarjayes. Namun Oscar menolak, karena dia lebih senang menjalani hidupnya sebagai seorang tentara terlebih lagi ketika Oscar tahu bahwa André mencintainya, Oscar tidak tega dan merasa dirinya tidak akan bahagia apabila sahabatnya tersakiti. Dia menyampaikan hal itu kepada Gerodéré dan sebagai bukti cintanya, Gerodéré bersedia mundur. Namun dia masih sangat mencintai Oscar, sampai suatu saat ketika Oscar menghadang Gerodéré untuk tidak melukai para wakil rakyat, “Langkahi dulu mayatku!!” teriak Oscar, tetapi Gerodéré tak sampai hati menghunuskan pedangnya kearah wanita itu. Gerodéré pun menyuruh pasukannya mundur, “Ini untuk mu, Oscar” kata Gerodéré.



Bernard Chatélett


Bernard Chatélett adalah wartawan muda dari paris. Dia merupakan pendukung setia Robespierre. Bernard memiliki ayah seorang bangsawan, ibu Bernard adalah simpanan bangsawan tersebut. Namun ketika Bernard masih kecil, ayah Bernard mencampakkan ibunya sehingga ibunya putus asa dan menceburkan diri ke Sungai Seine. Bernard yang sebatang kara tumbuh di lingkungan rakyat biasa di Paris. Akhirnya Bernard menjadi wartawan, dan pengikut setia Robespierre yang membenci bangsawan. Lalu dia menciptakan terror dengan menyamar sebagai Ksatria Hitam yang merampok rumah-rumah bangsawan dan membagikan hasil rampokannya itu kepada rakyat miskin. Oscar yang penasaran terhadap Ksatria Hitam itu, mulai menyelidiki dibantu oleh André yang menyamar menjadi Ksatria Hitam gadungan. Namun sebuah insiden terjadi, menyebabkan mata kiri André menjadi buta. Oscar yang tidak tinggal diam kembali melanjutkan penyelidikannya namun sayang dia di jebak.  Ksatria Hitam menculik Oscar dengan harapan ayah Oscar mau menukar putrinya dengan senjata. Mengetahui Oscar diculik, André datang menyelamatkannya, akhirnya mereka berhasil menangkap Ksatria Hitam dan membuka kedoknya. Namun Oscar tidak menyerahkannya ke istana, dia menanyai tujuan Bernard sebenarnya. Oscar pun mulai bersimpati dengan rakyat, dan akhirnya Oscar membebaskan Bernard.

Countess de Polignac

Countess de Polignac memiliki nama gadis Martine Gabrielle, ketika dia menikah dengan Count de Polignac dia mengubah namanya menjadi Jules de Polignac. Countess de Polignac memiliki wajah yang ramah namun hatinya tamak. Dia berhasil menarik simpati Ratu Marie Antoinette, dan akhirnya berhasil menguasai Sang Ratu. Oscar yang khawatir, berusaha menasehati Ratu Marie Antoinette namun selalu dihalangi oleh Countess Polignac. Suatu hari ketika dalam perjalanan di Paris, kereta kuda yang ditunggangi Countess Polignac menabrak seorang ibu. Namun Countess Polignac melarikan diri sambil berkata, “kalau kau tak senang, datang saja ke Versailles!”. Rosalie, anak dari ibu yang ditabrak oleh Countess Polignac berusaha mencarinya untuk membalas dendam. Tak disangka, Countess Polignac ternyata adalah ibu kandung dari Rosalie. Countess Polignac pun sadar bahwa Rosalie adalah anak yang dikandungnya ketika berusia 15 tahun, hasil hubungannya dengan Count Saint Remi de Valois. Countess Polignac yang pada saat itu masih belia, dibantu oleh Nicole Lamortier yang juga telah memiliki anak perempuan dari Count Saint Remi de Valois. Nicole mengambil anak perempuan yang dilahirkan oleh Countess de Polignac dan merawatnya bersama dengan anaknya sendiri yaitu, Jean. Countess de Polignac berusaha agar Rosalie mau tinggal bersamanya dan mau mengakuinya sebagai ibunya. Namun Rosalie yang kecewa mengetahui orang yang membunuh ibunya adalah ibu kandungnya sendiri, menolak ajakan Countess de Polignac.

Madame du Barry


Du Barry adalah selir Raja Louis XV. Du Barry ini berasal dari kalangan rakyat jelata yang memiliki profesi sebagai wanita panggilan. Kamudian Du Barry dinikahi oleh seorang Count sehingga mendapat gelar Countess. Setelah Count itu meninggal, Du Barry kemudian dinikahi oleh Raja Louis XV dan menjadi selir. Dia sangat boros dan suka berfoya-foya. Ketika Putri Marie Antoinette dari Austria datang dan menikah dengan cucu Louis XV, Louis August (calon Louis XVI), Madame du Barry takut posisinya sebagai First Lady di istana Versailles tergeser. Putri Marie Antoinette  yang masih belia, tidak memedulikan Madame du Barry. Apalagi ketika mengetahui latar belakang Madame du Barry. Suatu hari Raja Louis XV tiba-tiba jatuh sakit, Madame du Barry takut sang raja meninggal. Karena dengan begitu, sebagai selir raja, dia tidak memiliki kekuasaan lagi. Apa yang ditakutka du Barry terjadi, Raja Louis XV meninggal dan Madame du Barry di depak dari Versailles dan diasingkan ke biara Pont Todam di barat Paris.

Louis XV


Raja Louis XV merupakan Raja Prancis yang pernah berkuasa. Raja Louis XV memiliki seorang selir bernama Madame du Barry yang senang berfoya-foya. Pada tanggal 27 April 1974, Raja Louis XV yang sedang berburu tiba-tiba merasa lelah dan jatuh sakit. Bercak-bercak merah bermunculan di wajah dan sekujur tubuh sang raja. Para dokter mengidentifikasinya sebagai penyakit cacar. Pada saat itu serum cacar belum ditemukan, dan cacar merupakan penyakit yang ditakuti dan mewabah. Dalam keadaan yang menyedihkan, Raja Louis XV sadar ajalnya sudah dekat. Pada tanggal 7 Mei 1774 Raja Louis XV memanggil uskup untuk membuat pengakuan sebelum meninggal. Sang uskup kemudian berkata bahwa Raja Louis XV telah melanggar ajaran agama karena telah memiliki selir dan dianggap menghina tuhan. Madame du Barry pun di usir dari Versailles dan diasingkan ke biara Pont Todam. Pada tanggal 10 Mei 1774, Raja Louis XV wafat. Dengan wafatnya Raja Louis XV maka cucunya Louis August dinobatkan menjadi penggantinya dan diberi gelar Raja Louis XVI. Beberapa waktu setelah kematian Raja Louis XV, diketahui bahwa Raja Louis XV pernah memesan sebuah kalung permata pada Boehmer sang pedagang permata. Siapa sangka, kalung permata ini akan menjadi suatu konspirasi yang melibatkan Ratu Marie Antoinette. Kasus kalung permata ini sampai saat ini terkenal dalam sejarah kriminal Prancis.

Jeanne Valois de La Motte


Jeanne adalah anak dari Nicole Lamortier hasil hubungannya dengan Count Saint-Remi de Valois. Jeanne tinggal di daerah kumuh di Paris bersama dengan ibunya yang sakit-sakitan dan adiknya, Rosalie. Jean adalah gadis pemalas dan tamak, selalu memimpikan kemewahan. Suatu hari dia diangkat anak oleh Countess Bren Billie yang baik hati. Namun jeanne yang tamak berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya dengan segala cara. Dibantu oleh Nicolas de La Motte, pria yang mencintainya dan mau melakukan apa saja untuknya, Jean membunuh Countess Bren Billie dan menguasai seluruh hartanya. Jeanne kemudian menikah dengan Nicholas. Namun ketamakan Jeanne tidak sampai disitu, dia memperalat Cardinal Rohan untuk kepentingan pribadinya dan parahnya lagi, dia mengatasnamakan Ratu Antoinette. Ketika dia mengetahui bahwa Boehmer si pedagang permata memiliki sebuah kalung permata yang bernilai 1.600.000 livre, dia berusaha mendapatkan kalung itu dan kembali mengatasnamakan Ratu Antoinette. Ketika Jeanne akhirnya diadili karena kasus kalung itu, Jean berkata bahwa sang Ratu lah yang menyuruhnya mencuri kalung itu. Jeanne memang licik, berani, dan pintar berbohong dia berhasil menarik simpati rakyat dan para bangsawan yang membenci ratu. Apalagi kenyataan Ratu Marie Antoinette memang boros dan senang berfoya-foya, hal itu melancarkan akal bulus Jean untuk melimpahkan segala kesalahan kepada Ratu. Kasus kalung permata ini sangat terkenal di Prancis dan sangat memojokkan posisi Ratu Marie Antoinette.

Nicholas de La Motte


Nicholas de La Motte adalah seorang pria yang tergila-gila pada Jean Valois. Apapun dilakukan Nicholas untuk Jean, termasuk membunuh Countess Bren Billie, ibu angkat Jean. Atas rekomendasi dari Cardinal Rohan, Nicholas masuk sebagai anggota Pasukan Pegawal Istana pimpinan Oscar. Sejak awal, Oscar merasa ada yang tidak beres dengan Nicholas apalagi ketika Nicholas seringkali cuti dari Pasukan Pengawal Istana. Namun Oscar tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak ada bukti bagi kecurigaannya itu.
Nicholas ini juga terlibat dalam kasus kalung permata. Ketika akhirnya Jean berhasil mendapatkan kalung itu, Jean memotong-motong kalung itu dan menyuruh Nicholas lari ke Inggris dan menjual potongan kalung itu di sana.



Cardinal Rohan



Cardinal Rohan adalah seorang biarawan, akan tetapi dia memiliki kebiasaan buruk yaitu mata keranjang. Dulunya Cardinal Rohan ini berada di kedutaan Prancis di Austria. Akan tetapi dia tidak disukai oleh Ratu Marie Therese karena kebiasaan buruknya itu. Cardinal Rohan ini diperalat oleh Jean untuk mendapatkan Kalung Permata dari Boehmer. Namun di hasil persidangan, dia bebas dari segala tuduhan.




Alain de Soison

Alain de Soison adalah anggota pasukan pengawal Prancis Company B yang berada di bawah pimpinan Oscar yang saat itu dipindahtugaskan dari posisi Komandan Pasukan Pengawal Istana ke posisi Komandan Pasukan Pengawal Prancis. Alain ini adalah ketua regu yang sangat disegani oleh teman-temannya. Alain yang memiliki sifat kasar dan keras kepala ini sangat membenci bangsawan. Ketika Oscar menjadi Komandan pasukan pengawal Prancis, Alain sangat membencinya dan mempengaruhi kawan-kawannya untuk membuat Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Prancis. Dia sempat terlibat adu pedang dengan Oscar dan akhirnya dimenangkan oleh Oscar. Namun Alain masih sangat membenci Oscar. Ketika mengetahui bahwa André Grandier yang juga masuk sebagai anggota Pasukan Pengawal Prancis itu adalah pengawal Oscar, Alain jadi ikut-ikutan membencinya. Apalagi ketika mengetahui André memiliki perasaan terhadap Oscar, Alain mengejeknya habis-habisan dan menganggap André pecundang karena mencintai wanita seperti Oscar. Dalam versi manga Alain diam-diam mencintai Oscar. Dia menutupi perasaannya dengan bersikap seolah-olah dia sangat membenci Oscar. Ketika kematian Diane, adiknya, Alain sempat depresi namun disadarkan oleh Oscar. Ada beberapa perbedaan antara Alain dalam versi manga dengan versi animenya. Dalam versi manga, Alain sangat membenci Oscar dan mengusahakan berbagai cara agar Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Prancis, sedangkan dalam versi anime Alain tidak mengganggu Oscar. Dalam versi manga, Alain diam-diam mencintai Oscar dan perasaannya terungkap ketika dia secara reflek mencium Oscar pada saat mereka berjaga di tempat diselenggarakannya rapat tiga golongan, sedangkan dalam versi anime tidak diperlihatkan bahwa Alain mencintai Oscar, hanya ada bagian yang mungkin mengungkapkan hal itu ketika Alain mendatangi Oscar untuk mengucapkan terima kasih karena Oscar telah menyelamatkan Lassal Dressel dari hukuman dan berkata bahwa dia sangat mengharapkan Oscar menyelamatkannya juga apabila dia mengalami hal yang sama dengan Lassal. Dalam versi manga, Alain sangat membenci André yang dianggapnya ‘mengekor’ pada seorang bangsawan, sedangkan dalam versi anime, Alain berteman baik dengan André sejak keduanya bertemu di sebuah bar.



Maximillien D’Robespierre


Maximillien D’Robespierre lahir di Arras. Dia adalah seorang pemuda yang kritis. Robespierre mempelajari tentang hukum di sekolah Louis de Grande. Cita-citanya menjadi pengacara. Pada saat pelantikan Raja Louis XVI, Robespierre lah yang menyampaikan pidato ucapan selamat untuk raja sebagai wakil dari sekolah Louis de Grande. Di sebuah kedai minum di Arras, Robespierre bertemu dengan Oscar. Oscar mengenalinya sebagai murid dari sekolah Louis de Grande. Dengan kritisnya Robespierre mengatakan pada Oscar bahwa dia kecewa pada Raja dan Ratu baru. Robespierre berkata bahwa rakyat sangat berharap Raja baru lebih baik, namun keadaan tidak berubah. Harga barang terus naik dan Ratu Antoinette senang berfoya-foya. Oscar yang mendengar perkataan Robespierre pun terkejut, karena dia tak menyangka keburukan raja dan ratu di mata rakyat. Robespierre akhirnya berhasil menjadi seorang pengacara dan dia bekerja untuk rakyat. Pandangannya yang revolusioner menarik banyak simpati di kalangan rakyat termasuk Bernard Chatélett dan Saint-Just.

Saint-Just


Saint-Just merupakan pengikut setia Robespierre, namun sifatnya kelewat nekat dan sadis. Dalam versi anime, Saint-Just banyak membunuh para bangsawan. Ayah Oscar, Jendral Rainier de Jarjayes pun sempat menjadi korban kebengisan Saint-Just. Namun untungnya peluru yang ditembakkan Saint-Just tidak mengenai organ penting sehingga Jendral Jarjayes bisa diselamatkan. Saint-Just juga berusaha membunuh Oscar namun gagal. Saint-Just dalam versi manga berbeda dengan versi anime nya, dalam versi manga Saint-Just digambarkan sebagai pemuda tampan, revolusioner, kritis, berwajah dingin, dan pengikut setia Robespierre. Namun dalam versi manga tidak digambarkan Saint-just membunuh para bangsawan, atau paling tidak ‘belum’ sampai ke situ.


Madame Maron Glasse Grandier (Nenek)

Madame Maron Glasse Grandier atau lebih sering disebut Nenek (obaasan) ini adalah pengasuh yang mengabdi di keluarga Jarjayes selama bertahun-tahun. Madame Grandier ini memiliki seorang cucu yaitu André Grandier yang kemudian diangkat oleh keluarga Jarjayes untuk menemani Putri Bungsu Oscar. Madame Grandier ini sangat menyayangi Oscar, dan tidak menyetujui keputusan Jendral Jarjayes, ayah Oscar, untuk membesarkan Oscar sebagai anak laki-laki. Dia selalu membela dan melindungi Oscar dari kemarahan ayah Oscar. Neneklah yang selalu paling histeris apabila Oscar sampai terluka, dan seringkali memearahi André yang dianggapnya tidak becus menjaga putri cantik  kesayangannya. Nenek ini tidak pantang menyerah, untuk membuat Oscar mau memakai gaun-gaun buatannya. Alangkah senangnya hati nenek ini ketika suatu hari Oscar mengatakan  ingin memakai gaun ke pesta dansa. Dia pun menyibukkan dirinya mendandani Oscar. Ketika tahu bahwa cucunya, André, memiliki cinta terpendam terhadap Oscar, hati sang nenek sedih. Karena tak mungkin bagi André yang merupakan keturunan rakyat jelata dan hanya anak dari seorang pelayan, untuk memiliki Oscar yang merupakan seorang putri bangsawan. Apalagi ketika mengetahui bahwa kedua mata André buta, dia melarang André memberitahukan kepada siapapun tetnang kebutaannya, apalagi pada Jendral Jarjayes dan Oscar. Karena kalu mereka tahu, mereka akan membawa André ke dokter dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Nenek tidak mau merepotkan keluarga Jarjayes, karena selama ini nenek merasa berhutang budi atas kebaikan keluarga Jarjayes kepada dirinya dan André selama ini.

Jendral Bouille

Jendral Bouille ini adalah panglima tertinggi di kemiliteran Prancis. Di anime, Jendral Bouille bersahabat baik dengan ayah Oscar, Jendral Jarjayes. Dia juga merupakan salah seorang yang diincar oleh Saint-Just, namun saat itu Saint-Just salah sasaran. Peluru Saint-Just malah mengenai Jendral Jarjayesyang saat itu tengah duduk dalam kereta kuda bersama Jendral Bouille. Untungnya luka Jendral Jarjayes tidak membahayakan nyawanya. Dalam anime juga, Jendral Bouille lah yang menyelenggarakan pesta dansa untuk mencari calon suami untuk Oscar. Namun dalam manga, tidak digambarkan bahwa Jendral Bouille ini merupakan sahabat karib ayah Oscar. Saat Jendral Bouille memerintahkan Oscar untuk mengusir para wakil rakyat dalam Rapat 3 Golongan, dan Oscar menolaknya, Jendral Bouille tidak segan-segan menghukumnya dan memenjarakan 12 orang anak buah Oscar yang juga menentang perintah Jendral Bouille.

Ratu Marie Therese

Ratu Marie Therese adalah ibu dari Marie Antoinette. Beliau adalah seorang wanita yang cakap baik dalam kepemimpinan maupun politik. Dia senantiasa mengutamakan kepentingan rakyatnya. Ketika dia memutuskan menikahkan Antoinette dengan Putra Mahkota Prancis, beliau sempat ragu dan khawatir karena Antoinette yang berusia 14 tahun masih kekanak-kanakan dan senang bermain-main. Namun Ratu Marie Therese tidak memiliki pilihan lain. Setelah Antoinette menikah denga Putra Mahkota Prancis, Ratu Marie Therese mendapat kabar bahwa Antoinette memiliki masalah dengan selir Raja yaitu Mdame DuBarry, maka ia pun mengirim Count Mercy untuk mengawasi Antoinette. Suatu hari Ratu Marie Therese mendapatkan kiriman lukisan putrinya, Marie Antoinette, dari Prancis. Alangkah kecewanya beliau melihat penampilan putrinya yang berlebihan dalam lukisan tersebut. “Ini bukanlah lukisan Ratu Prancis!! Ini lukisan artis!!! Tolong kembalikan lagi lukisan ini, aku tak mampu melihatnya!”, kata Ratu Marie Therese. Sampai akhir hayatnya beliau selalu memikirkan nasib putrinya, Marie Antoinette, Ratu Prancis.

Duke Orlèans
Duke Orlèans adalah sepupu dari Louis August (Louis XVI). Dia mengincar tahta raja. Dalam anime, dia selalu merencanakan kejahatan untuk merebut tahta, termasuk menculik Putri Marie Antoinette untuk menggagalkan rencana pernikahan Putra Mahkota Louis August dengan Marie Antoinette. Namun rencananya itu digagalkan oleh Oscar. Dia juga sempat bekerjasama dengan Madame DuBarry untuk menjatuhkan Putra dan Putri mahkota. Duke Orlèans ini juga berteman dengan golongan lapisan bawah (rakyat) dan mengizinkan istananya, Palais Royale, digunakan untuk pertemuan para politikus dan tokoh-tokoh rakyat. Hal ini juga ia lakukan untuk merebut tahta kerajaan.

Countess Noailles

Countess Noailles adalah kepala dayang yang menjaga dan mengurus keperluan Marie Antoinette serta penasihat bagi Marie Antoinette yang kekanak-kanakan. Countess Noailles selalu memonitor tingkah laku Marie Antoinette, dan menegur apabila Antoinette melakukan suatu kesalahan. Countess Noailles ini seringkali menjengkelkan Marie Antoinette. Namun semua itu ia lakukan sebagai tanggung jawab, rasa sayang dan kekhawatirannya pada Marie Antoinette. Apalagi ketika melihat kedekatan Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen, bangsawan muda dari Swedia.




Count Mercy

Count Mercy adalah duta besar Austria untuk Prancis, yang diutus oleh Ratu Marie Therese untuk menjaga dan memonitor putrinya, Marie Antoinette. Ketika Putri Marie Antoinette bermasalah dengan Madame DuBarry, selir raja, Ratu Marie Therese mengirim Count Mercy ke Prancis. Count Mercy berusaha membujuk Putri Antoinette menyapa Madame DuBarry namun Antoinette menolak. Count Mercy semakin khawatir tingkah laku Antoinette membawa dampak buruk bagi perdamaian antara Prancis dan Austria. Akhirnya, dengan susah payah akhirnya Antoinette mau menyapa Madame DuBarry satu kali saja.




Duke de Guemene

Duke Guemene merupakan seorang bangsawan yang masih keluarga kerajaan. Duke Guemene ini sangat berkuasa bahkan Raja Louis XVI pun sulit menanganinya. Duke Guemene adalah seorang yang sombong dan kejam. Suatu hari Oscar dan Andrè menyaksikan Duke Guemene menembak anak laki-laki kecil yang mencuri uang dari keretanya. Oscar yang melihat kejadian itu sangat murka, Andrè yang melihat kemarahan Oscar, langsung menahannya dan membawa Oscar pergi. Duke Guemene ini seorang yang suka menyepelekan, dia menyepelekan Oscar yang saat itu diangkat jadi komandan tertinggi di pasukan istana. Dia menjelek-jelekkan Oscar, karena Oscar perempuan dan tidak pantas menjadi komandan. Oscar kemudian balik menyudutkan Duke Guemene dengan mengatakan kejadian yang ia lihat ketika Duke Guemene menembak seorang anak kecil. Duke Guemene murka dan mengajak Oscar berduel. Dalam manga, duel ini tidak terjadi karena dicegah oleh Ratu Marie Antoinette. Sedangkan dalam anime, duel ini terjadi dan berakhir dengan kemenangan Oscar yang berhasil menembak tangan Duke Guemene.


Charlotte de Polignac 

Charlotte de Polignac adalah putri dari Countess Polignac hasil pernikahannya denga Count Polignac. Dengan begitu, Charlotte ini adalah adik Rosalie. Pertama kali bertemu dengan Rosalie di pesta dansa, Charlotte bersikap angkuh terhadapnya karena dia merasa iri melihat Rosalie datang bersama Oscar yang dikaguminya. Countess Polignac yang tamak menjodohkan Charlotte yang berusia 11 tahun dengan Pangeran de Guise yang berusia 43 tahun. Charlotte menolak, namun Countess Polignac memaksanya. Charlotte tidak bisa berbuat apa-apa, dan seringkali terlihat menangis sendirian di pesta dansa. Dalam manga, Rosalie yang saat itu menyadari bahwa Charlotte adalah adiknya, berusaha menghiburnya. Namun kedekatan Charlotte dan Rosalie membuat marah Countess Polignac. Charlotte yang merasa tertekan kemudian berniat bunuh diri, dia naik ke atas menara dan menjatuhkan dirinya. Charlotte pun meninggal, tanpa mengetahui fakta bahwa Rosalie adalah kakaknya.

Diane de Soison

Diane de Soison adalah adik Alain de Soison, dalam anime rambut Diane berwarna coklat sedangkan dalam manga, Diane digambarkan memiliki rambut hitam. Berbeda dengan kakaknya yang dalam manga digambarkan sebagai laki-laki yang kasar dan keras kepala, Diane ini memiliki sifat lemah lembut dan polos. Diane sangat mengagumi rambut Oscar yang indah dan pirang keemasan. Teman-teman Alain berebut ingin diperkenalkan dengan Diane. Apabila datang waktu kunjungan, dan Diane datang untuk menjenguk Alain, teman-teman Alain langsung ribut. Namun mereka kecewa ketika suatu hari dikabarkan bahwa Diane akan segera menikah dengan seorang bangsawan. Namun sayangnya pria bangsawan itu membatalkan pernikahannya dengan Diane demi menikahi seorang putri kaya. Diane yang kecewa lalu gantung diri. Hal itu membuat Alain depresi, dan terus-terusan berada di samping mayat Diane yang kian membusuk. Oscar kemudian datang dan menyadarkan Alain dari depresinya. Dalam manga, ketika Alain kembali bertugas, Alain memberi Oscar sebuah kotak kecil berisi rambut Diane. Alain mengatakan bahwa itu adalah kenang-kenangan dari Diane yang mengagumi dan selalu memuji-muji rambut Oscar yang pirang keemasan.


Dr Lasonne

Dr Lasonne hanya disebutkan dalam anime. Dr Lasonne ini merupakan dokter pribadi keluarga Jarjayes. Dialah yang mengobati luka Oscar ketika Oscar terluka setelah jatuh dari kuda ketika menolong Putri Marie Antoinette. Dr Lasonne jugalah yang mengobati mata Andrè. Dalam anime, Dr Lasonne lah yang memberitahu Oscar tentang kebutaan mata Andrè. Ketika Oscar datang untuk memeriksakan kesehatannya, Dr Lasonne dengan sedih memberitahunya bahwa Oscar menderita Tuberculosis dan hanya memiliki waktu paling lama satu setengah tahun untuk hidup apabila Oscar memaksakan diri terus berada di dunia kemiliteran. Dr Lasonne ingat ketika dulu Oscar terkena demam tinggi pada saat Oscar berusia 3 tahun, dapat digambarkan dari scene itu bahwa Dr Lasonne juga sangat menyayangi Oscar. Dr Lasonne menitikan air mata, dia sedih atas penyakit yang diderita Oscar dan menyarankannya untuk berhenti dari kemiliteran dan pindah ke tempat yang penuh udara segar untuk kesembuhannya. Namun Oscar menolak, karena dia tidak bisa tinggal diam melihat Prancis dalam kekacauan dan ingin meneruskan perjuangannya.
 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates