Elegant Rose

Minggu, 15 Juli 2012

Rose Of Versailles Ep.11 : Fersen Departs for the Northland

Diposkan oleh Hayyu François de Jarjayes di 9:30 PM

Setelah penobatan Raja Prancis yang baru, Louis XVI, seluruh Prancis seperti hidup kembali. Seluruh rakyat engelu-elukan raja baru mereka. Di mana-mana terdapar lukisan dan poster-poster yang memampangkan kedua Raja dan Ratu muda tersebut. Rakyat sangat menaruh harapan besar pada mereka.
Di istana Versailles, Marie Antoinette yang sekarang telah menjadi seorang ratu, mulai melaksanakan tugas barunya yaitu mengadakan pertemuan dengan para bangsawan. Namun Marie Antoinette yang masih kekanak-kanakan dan senang bermain-main, malah bersikap seenaknya. Dia dengan sesuka hatinya mengangkat menteri-menteri tanpa melihat dulu latar belakang dan kemampuan orang tersebut, dan menghentikan atau membatalkan pertemuan seenaknya. Hal ini sangat membuat Count Mercy dan Countess Nouailles khawatir.

Sementara itu, Oscar diangkat menjadi komandan tertinggi di asukan pengawal kerajaan. Ini adalah rekomendasi dari Ratu Antoinette. Ratu Antoinette juga menjanjikan gaji dua kali lipat kepada Oscar namun Oscar menolaknya. Dia ingin gajinya tetap dan apabila Ratu Antoinette memaksa, Oscar tidak akan menerima kenaikan pangkatnya sebagai Komandan Tertinggi. Sang ratu muda terkejut mendengar pernyataan Oscar. Namun dia mengalah dan meminta Oscar mengatakan apapun yang dia inginkan seperti pangkat tinggi, kuda, kastil, namun Oscar hanya berkata bahwa satu-satunya keinginannya adalah melihat Ratu Marie Antoinette menjadi seorang ratu yang baik dan bijaksana. Maka sejak saat itu Oscar menjadi Komandan tinggi, dengan seragam barunya yang berwarna merah. Ratu Marie Antoinette megiriminya banyak sekali hadiah, namun ditolak oleh Oscar. Menurutnya Ratu Marie Antoinette seharusnya bisa menahan dirinya dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk mengekspresikan kesenangannya pada orang-orang favoritnya karena uang tersebut merupakan pajak dari rakyat. 

Sang ratu kecewa mengetahui semua hadiahnya ditolak oleh Oscar. Sementara itu hatinya juga sedang dirundung kesedihan karena Fersen sama sekali belum mengunjunginya sejak penobatannya sebagai ratu prancis. Menurut Countess Noailles, Fersen mungkin disibukkan dengan tugas-tugasnya karena dia seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu di beberapa Negara di eropa. Karena kesedihannya, Ratu Antoinette merasa malas untuk mengadakan pertemuannya. Dia pun mengatakan kepada Grand Chamberlain untuk membatalkan pertemuan hari itu. Namun Count Mercy menegurnya dan mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah tugas seorang Ratu, dan Marie Antoinette adalah seorang Ratu, bukan lagi Putri Mahkota. Ratu Antoinette terpaksa menurutinya namun dia hanya menemui 10 orang saja. Tiba-tiba salah satu dayang memasuki ruangan dan menyampaikan pesan dari seorang tamu yang ingin menemui Ratu Marie Antoinette. Sang Ratu menolaknya, namun ketika mendengar bahwa tamu tersebut adalah Fersen, Ratu Antoinette menjadi sumringah.

Di ruang pertemuan, para bangsawan merasa kesal dengan sikap Ratu Marie Antoinette yang seenaknya membatalkan pertemuan. Mereka merasa tak dianggap oleh sang ratu. Apalagi ratu membatalkan pertemuan tersebut hanya gara-gara seorang fersen. Kemarahan bangsawan tersebut dikompori oleh Duke de Guemenee. Oscar yang mendengar hal itu sangat menyayangkan sikap Ratu Antoinette.

Sementara itu Ratu Marie Antoinette asyik berbincang-bincang dengan Fersen. Kemudian Countess Nouailles mengabarkan bahwa konser segera dimulai dan meminta Ratu Antoinette bersiap-siap. Lagi-lagi Ratu Antoinette membatalkannya. Fersen merasa tidak enak hati karena Ratu Marie Antoinette lebih memilihnya daripada menghadiri pertemuan dan konser rutin, namun Fersen tidak dapat berbuat apa-apa. Dia terlalu terpesona dengan kecantikan Ratu Antoinette. Countess Nouailles merasakan sesuatu hal yang berbeda pada Ratu Antoinette. Dia pun membicarakannya dengan Count Merci. Menurutnya keramahan Ratu Marie Antoinette pada fersen sangatlah tidak wajar, dan Countess Nouailles merasakan sesuatu hal yang ganjil pada mereka berdua. Namun Count Merci yang tidak peka hanya tertawa dan mengatakan bahwa kekhawatiran Countess Nouailles terlalu berlebihan. Oscar yang mendengar percakapan Countess Nouailles dan Count Merci merasakan kekhawatiran yang sama dengan yang dirasakan oleh Countess Nouailles. Sebagai seorang wanita, tentunya Oscar juga peka terhadap hal-hal tersebut. Oscar berpikir dia harus melakukan tindakan segera untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Keesokan harinya Oscar mendatangi rumah Fersen dan memberinya peringatan. Fersen sudah menduga apa yang akan dibicarakan Oscar. Maka Oscar pun tidak bertele-tele dan menyarankan pada Fersen agar dia segera meninggalkan Prancis dan kembali ke Swedia. Fersen terkejut dengan pernyataan Oscar. Fersen mengerti akan kekhawatiran Oscar. Menurut Oscar memang belum ada gosip-gosip buruk tentang mereka namun ada beberapa orang yang memperhatikan gerak gerik Fersen dan Ratu Marie Antonette. Hal ini tentu berbeda dulu dan sekarang. Dulu Marie Antoinette masih seorang Putri Mahkota yang memiliki lebih banyak kebebasan, tapi sekarang Marie Antoinette sudah menjadi seorang Ratu. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan bahaya yang akan dihadapi Fersen kelak, Oscar menyarankan Fersen untuk tetap di negaranya untuk sementara waktu. Fersen pun mengerti dan menerima saran Oscar ntuk pulang ke negaranya. Sebelum Oscar pulang, Fersen menanyakan sesuatu pada Oscar, apakan Oscar tidak merasa kesepian, memakai pakaian militer dan tidk merasakan kebahagiaan yang dialami oleh seorang gadis muda pada umumnya. Dengan tersenyum Oscar menjawab bahwa ia dilahirkan untuk dibesarkan sebagai anak laki-laki untuk meneruskan tradisi keluarga Jarjayes yang telah dipercaya memimpin pasukan istana. Dan dia tidak merasa kesepian dan menjalani hidupnya bagaimana adanya. Maka Fersen pun mengucapkan salam perpisahan pada Oscar dan berjanji akan bertemu lagi suatu saat nanti.

Dalam perjalanan pulang bersama Andre, Oscar memikirkan kembali apa yang telah dilakukannya. Ini demi Ratu Antoinette, dan yang terpenting untuk Prancis, pikir Oscar. Di tengah perjalanan, Oscar melihat ada kerumunan orang. Rupanya ada keributan disana. Dari salah seorang dari kerumunan yang  mereka tanyai, rupanya ada seorang anak yang mencuri dari seorang Duke. Oscar melihat ditengah kerumunan, ada seorang anak laki-laki kecil sedang menangis dan Duke de Guemenee. Rupanya anak laki-laki itu mencuri dari Duke de Guemenee. Tiba-tiba ada seorang gadis muda berlari ke tengah kerumunan dan memohon ampun pada Duke de Guemenee atas apa yang dilakukan anak laki-laki tersebut. Oscar dan Andre mengenali gadis itu. Dia adalah Rosalie yang pernah mereka temui temo hari. Mendengarkan permohonan Rosalie, Duke de Guemenee memaafkan anak laki-laki itu dan menyuruhnya menyingkar dari hadapannya. Duke de Guemene berbalik dan hendak pergi dari situ.  Rosalie merasa lega dan menyuruh Pierre si anak laki-laki kecil itu untuk pulang. Dengan riang anak laki-laki itu berlari menyongsong ibunya. Namun tiba- tiba duke de Guemene berbalik, mengambil pistol dari dalam sakunya dan menembak anak laki-laki kecil itu tepat ke punggungnya. Si pierre ecil pin terkapar dan tewas seketika, semua yang menyaksikan sangat terkejut namun mereka tidak berani melakukan apa-apa. Oscar yang menyakskan hal itu naih darah dan berusaha mengejar de Guemenee, namun dicegah oleh Andre yang segera membawa Oscar pergi dari tempat itu.

Sesampainya di rumah, Oscar menangisi kejadian tadi dan menyesali ketidakberdayaannya. Emosinya meluap-luap. 
Sementara malam itu juga, Fersen bertolak ke swedia. Selama 4 tahun lamanya dia tidak menginjakkan kakinya di tanah Prancis. 
Ratu Marie Antoinette merasa hancur dengan kepergian fersen apalagi Fersen tidak mengatakan sepatah kata pun padanya. Ratu Marie Antoinette merasa kesepian namun sang ratu belum menyadari arti kesepian yang dirasakannya.

Previous Episode: "Oscar at the Duel at Dawn"
Next Episode: "Oscar at the Duel at Dawn" (coming soon)

Facebook Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Merci Beaucoup ^^

 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates