Elegant Rose

Rabu, 30 November 2011

Rose of Versailles Characters

Diposkan oleh Hayyu François de Jarjayes di 6:44 PM
Oscar François de Jarjayes


Oscar François de Jarjayes lahir pada tanggal 25 Desember 1755, di sebuah puri bangsawan yang terletak tidak jauh dari Versailles Prancis. Oscar merupakan putri bungsu dari Jendral Rainier de Jarjayes. Keluarga Jarjayes merupakan keluarga keturunan pemersatu tentara kerajaan yang sangat dipercayai oleh kerajaan Prancis. Jendral Rainier de Jarjayes, ayah Oscar, yang sangat menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya, sangat kecewa dengan kelahiran putri bungsu nya. Akhirnya dia memutuskan untuk membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki. Pada umur 11 tahun, Oscar masuk sekolah militer. Kemudian pada umur 14 tahun, sesuai keinginan ayahnya, Oscar diangkat menjadi komandan pasukan yang mengawal kedatangan Putri Marie Antoinette dari Austria dan tak lama kemudian Oscar menjadi pengawal pribadi Putri Marie Antoinette.
Walaupun berpakaian tentara layaknya seorang pria, Oscar tidak dapat mencegah perasaan wanitanya. Karena pada kodratnya dia adalah seorang wanita. Pada usia 18 tahun, ketika Oscar menemani Putri Marie Antoinette ke pesta topeng, mereka bertemu dengan seorang pemuda dari Swedia, Hans Axel Von Versen. Oscar yang kemudian berteman dengan Fersen,  diam-diam mencintai Fersen. Namun dia hanya bisa menahan perasaan itu karena kehidupan yang harus dijalaninya sebagai seorang tentara, apalagi dia tahu bahwa Fersen hanya menyerahkan hatinya pada Marie Antoinette. Apa yang dirasakan oleh Oscar hanya diketahui oleh André Grandier yang sudah seperti saudara baginya.

Marie Antoinette

Marie Antoinette lahir pada tanggal 2 November 1755, di Austria yang pada masa itu merupakan salah satu Negara terkuat di Eropa yang dapat disejajarkan dengan negara Prancis. Marie Antoinette merupakan putri ke sembilan dari Ratu Maria Theresia dari Dinasti Hapsburg yang menguasai sistem pemerintahan. Pada usia 14 tahun, Marie Antoinette dinikahkan dengan Putra Mahkota Prancis, Louis August (yang kemudian mendapat gelar Louis XVI) cucu dari Raja Louis XV, untuk menciptakan perdamaian bagi Prancis dan Austria yang pada saat itu dilanda perang. Marie Antoinette merasa kecewa dengan pernikahannya karena dirinya tidak merasakan cinta terhadap Louis August. Putri Marie sangat kesepian dan merasa terkurung di istana Versailles. Pada usia 18 tahun, di sebuah pesta topeng di Paris, Marie Antoinette dan Oscar bertemu dengan bangsawan muda dari Swedia, Hans Axel Von Fersen. Sejak malam itu, Marie Antoinette dan Fersen saling jatuh cinta begitu pula dengan Oscar, sebagai wanita dia diam-diam mulai tertarik pada Fersen.
Berbagai peristiwa dan konspirasi dialami oleh Marie Antoinette, apalagi setelah dirinya dinobatkan sebagai Ratu Prancis setelah Raja Louis XV wafat dan Louis August, suaminya, dinobatkan menjadi Raja Louis XVI. Sangat disayangkan kebiasaan buruk Marie Antoinette membuatnya menjadi seorang Ratu yang sangat menyedihkan di kemudian hari.

André Grandier

André Grandier adalah cucu dari inang pengasuh yang mengabdi di keluarga Jarjayes. André kemudian diangkat oleh keluarga Jarjayes untuk menemani Putri bungsu Oscar. André akhirnya bersahabat dengan Oscar. Suatu hari, André tertimpa insiden yang mengakibatkan dirinya terancam dihukum mati oleh Raja Louis XV. Namun untungnya, Oscar dengan gagah berani mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan André. Sejak saat itu, benih-benih cinta tumbuh dalam hati André. Tetapi sayangnya dia harus menahan perasaan itu karena kedudukannya yang hanya keturunan rakyat jelata, tidak mungkin baginya mendapatkan hati Oscar yang merupakan seorang putri bangsawan. Penderitaan demi penderitaan dia alami apalagi ketika mengetahui bahwa Oscar diam-diam mencintai Hans Axel Von Fersen. Hatinya hancur berkeping-keping ketika mengetahui bahwa Oscar dipinang oleh Gerodéré. Tetapi untungnya Oscar menolak pinangan itu karena tdak ingin melihat André tersakiti.

Hans Axel Von Fersen


Hans Axel Von Fersen lahir di Swedia pada tanggal 4 September 1755. Dia merupakan seorang anak laki-laki dari keturunan bangsawan Swedia. Fersen merupakan pemuda yang sangat tampan dan cerdas. Di Jerman, dia belajar ilmu militer, di Italia belajar ilmu kedokteran dan musik, dan di Swiss belajar filsafat. Suatu hari dia mampir ke Paris dan menghadiri pesta topeng. Tanpa disengaja dia bertemu dengan Marie Antoinette yang ditemani oleh Oscar. Sejak saat itu, Fersen diam-diam jatuh cinta kepada Marie Antoinette, begitu pula sebaliknya. Memang sudah nasib Fersen mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya. Fersen mencintai Marie Antoinette tanpa mengetahui malapetaka apa yang bakal menghadangnya di masa depan.


Rosalie Lamortier de Polignac


Rosalie hidup di daerah kumuh di Paris bersama dengan Jean, kakak perempuannya serta ibunya yang sakit-sakitan. Jean yang berparas cantik tapi tamak, tiba-tiba pergi meninggalkan ibu dan adiknya. Kesedihan Rosalie tidak berakhir sampai di situ, suatu hari ibunya tertabrak kereta kuda yang dikendarai oleh Countess Polignac hingga meninggal. Countess polignac melarikan diri sambil berkata “kalau kau tak senang, datang saja ke Versailles!”. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, ibu Rosalie berkata “Sebetulnya ibumu adalah bangsawan yang bernama Martine Gabrielle…”.
Rosalie yang dendam terhadap nyonya bangsawan berbaju biru yang telah membunuh ibunya, kemudian bertekad mencari nyonya itu. Tetapi dia malah tersesat di puri keluarga Jarjayes dan hampir saja membunuh ibu Oscar yang saat itu mengenakan gaun yang mirip dengan gaun yang dikenakan oleh Countess Polignac. Oscar yang awalnya marah dengan apa yang dilakukan Rosalie, berubah menjadi iba terhadapnya dan mengajak Rosalie untuk tinggal di kediaman keluarga Jarjayes dan berjanji untuk membantu Rosalie mencari pembunuh ibunya. Namun tak disangka-sangka, Countess Polignac yang merupakan pembunuh ibu Rosalie adalah ibu kandung Rosalie sendiri yang pernah dikatakan oleh ibu Rosalie sebelum dia meninggal.



Louis August (Louis XVI)


Pangeran Louis August lahir pada tahun 1754, merupakan cucu dari Raja Louis XV. Pada usia 15 tahun, Pangeran Louis August dinikahkan dengan putri Marie Antoinette dari Austria sebagai wujud dari perdamaian antara Prancis dan Austria. Louis August yang bertubuh gempal dan sangat pemalu merasa minder, padahal dirinya sangat mencintai Marie Antoinette yang cantik. Namun tidak bisa mengungkapkannya melalui perbuatan dan kata-kata. Pangeran menyibukkan dirinya dengan berburu, membuat kunci di pandai besi, dan sebagainya membuat Marie Antoinette merasa kesepian.

Pada usia yang sangat muda yaitu 19 tahun, Pangeran Louis August dinobatkan menjadi Raja Louis XVI menggantikan kakeknya Raja Louis XV yang telah wafat. Raja Louis XVI merupakan raja yang sangat sederhana dan nyentrik karena tidak memiliki selir satu pun, tidak seperti raja-raja sebelumnya. Raja Louis XVI sangat mencintai rakyat namun sayang, beliau terlalu memanjakan istrinya yaitu Ratu Marie Antoinette. Hal ini menjerumuskan dirinya ke dalam petaka besar dan harus menerima kekecewaan rakyat Prancis.



Rainier de Jarjayes


Rainier de Jarjayes adalah tentara nomor 1 di Prancis. Dia sangat menginginkan anak laki-laki untuk dijadikan penerusnya. Namun keenam anaknya perempuan semua, oleh karena itu dia memutuskan untuk membesarkan putri bungsu nya sebagai anak laki-laki dan memberinya nama Oscar François de Jarjayes. Sesuai keinginannya, Oscar diangkat sebagai komandan pasukan pengawal Prancis pada usia 14 tahun dan menjadi pengawal pribadi Putri Marie Antoinette. Namun pada suatu saat, Prancis bergejolak, terjadi kerusuhan dimana-mana. Pada saat itu dia sangat mengkhawatirkan Oscar, apalagi Oscar dipindahtugaskan menjadi  Komandan pengawal pasukan Prancis. Jendral Jarjayes sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya, dia menyesal membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki. Kemudian ketika suatu hari Gerodéré tiba-tiba datang menemuinya dan bermakud untuk meminang Oscar, Jendral Jarjayes langsung menyetujuinya dan menyuruh Oscar menikah dengan Gerodéré.



Victor Clemént de Gerodéré


Victor Clemént de Gerodéré adalah seorang pemuda yang gagah dan sangat tampan. Dalam versi anime, Gerodéré merupakan ‘calon’ kuat untuk posisi komandan pasukan pengawal istana selain Oscar. Namun ketika dirinya berhasil dikalahkan oleh Oscar pada saat adu pedang, Gerodéré merekomendasikan kepada Raja Louis XVI bahwa Oscar lebih cocok menjadi komandan pasukan dibanding dengan dirinya. Usul Gerodéré diterima, dan mau tak mau Oscar harus menjadi Komandan Pasukan Pengawal Istana, sedangkan Gerodéré menjadi wakilnya. Seiring dengan berjalannya waktu, bekerja bersama-sama dengan Oscar di Pasukan Pengawal Istana, membuat benih-benih cinta tumbuh dalam hati pemuda tampan itu. Pada saat Oscar memutuskan untuk keluar dari Pasukan Pengawal istana untuk menjadi Komandan pasukan pengawal prancis, Gerodéré merasa sangat kehilangan. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui ayah Oscar dan bermaksud untuk meminang Oscar. Pinangan Gerodéré disambut baik oleh Jendral Jarjayes. Namun Oscar menolak, karena dia lebih senang menjalani hidupnya sebagai seorang tentara terlebih lagi ketika Oscar tahu bahwa André mencintainya, Oscar tidak tega dan merasa dirinya tidak akan bahagia apabila sahabatnya tersakiti. Dia menyampaikan hal itu kepada Gerodéré dan sebagai bukti cintanya, Gerodéré bersedia mundur. Namun dia masih sangat mencintai Oscar, sampai suatu saat ketika Oscar menghadang Gerodéré untuk tidak melukai para wakil rakyat, “Langkahi dulu mayatku!!” teriak Oscar, tetapi Gerodéré tak sampai hati menghunuskan pedangnya kearah wanita itu. Gerodéré pun menyuruh pasukannya mundur, “Ini untuk mu, Oscar” kata Gerodéré.



Bernard Chatélett


Bernard Chatélett adalah wartawan muda dari paris. Dia merupakan pendukung setia Robespierre. Bernard memiliki ayah seorang bangsawan, ibu Bernard adalah simpanan bangsawan tersebut. Namun ketika Bernard masih kecil, ayah Bernard mencampakkan ibunya sehingga ibunya putus asa dan menceburkan diri ke Sungai Seine. Bernard yang sebatang kara tumbuh di lingkungan rakyat biasa di Paris. Akhirnya Bernard menjadi wartawan, dan pengikut setia Robespierre yang membenci bangsawan. Lalu dia menciptakan terror dengan menyamar sebagai Ksatria Hitam yang merampok rumah-rumah bangsawan dan membagikan hasil rampokannya itu kepada rakyat miskin. Oscar yang penasaran terhadap Ksatria Hitam itu, mulai menyelidiki dibantu oleh André yang menyamar menjadi Ksatria Hitam gadungan. Namun sebuah insiden terjadi, menyebabkan mata kiri André menjadi buta. Oscar yang tidak tinggal diam kembali melanjutkan penyelidikannya namun sayang dia di jebak.  Ksatria Hitam menculik Oscar dengan harapan ayah Oscar mau menukar putrinya dengan senjata. Mengetahui Oscar diculik, André datang menyelamatkannya, akhirnya mereka berhasil menangkap Ksatria Hitam dan membuka kedoknya. Namun Oscar tidak menyerahkannya ke istana, dia menanyai tujuan Bernard sebenarnya. Oscar pun mulai bersimpati dengan rakyat, dan akhirnya Oscar membebaskan Bernard.

Countess de Polignac

Countess de Polignac memiliki nama gadis Martine Gabrielle, ketika dia menikah dengan Count de Polignac dia mengubah namanya menjadi Jules de Polignac. Countess de Polignac memiliki wajah yang ramah namun hatinya tamak. Dia berhasil menarik simpati Ratu Marie Antoinette, dan akhirnya berhasil menguasai Sang Ratu. Oscar yang khawatir, berusaha menasehati Ratu Marie Antoinette namun selalu dihalangi oleh Countess Polignac. Suatu hari ketika dalam perjalanan di Paris, kereta kuda yang ditunggangi Countess Polignac menabrak seorang ibu. Namun Countess Polignac melarikan diri sambil berkata, “kalau kau tak senang, datang saja ke Versailles!”. Rosalie, anak dari ibu yang ditabrak oleh Countess Polignac berusaha mencarinya untuk membalas dendam. Tak disangka, Countess Polignac ternyata adalah ibu kandung dari Rosalie. Countess Polignac pun sadar bahwa Rosalie adalah anak yang dikandungnya ketika berusia 15 tahun, hasil hubungannya dengan Count Saint Remi de Valois. Countess Polignac yang pada saat itu masih belia, dibantu oleh Nicole Lamortier yang juga telah memiliki anak perempuan dari Count Saint Remi de Valois. Nicole mengambil anak perempuan yang dilahirkan oleh Countess de Polignac dan merawatnya bersama dengan anaknya sendiri yaitu, Jean. Countess de Polignac berusaha agar Rosalie mau tinggal bersamanya dan mau mengakuinya sebagai ibunya. Namun Rosalie yang kecewa mengetahui orang yang membunuh ibunya adalah ibu kandungnya sendiri, menolak ajakan Countess de Polignac.

Madame du Barry


Du Barry adalah selir Raja Louis XV. Du Barry ini berasal dari kalangan rakyat jelata yang memiliki profesi sebagai wanita panggilan. Kamudian Du Barry dinikahi oleh seorang Count sehingga mendapat gelar Countess. Setelah Count itu meninggal, Du Barry kemudian dinikahi oleh Raja Louis XV dan menjadi selir. Dia sangat boros dan suka berfoya-foya. Ketika Putri Marie Antoinette dari Austria datang dan menikah dengan cucu Louis XV, Louis August (calon Louis XVI), Madame du Barry takut posisinya sebagai First Lady di istana Versailles tergeser. Putri Marie Antoinette  yang masih belia, tidak memedulikan Madame du Barry. Apalagi ketika mengetahui latar belakang Madame du Barry. Suatu hari Raja Louis XV tiba-tiba jatuh sakit, Madame du Barry takut sang raja meninggal. Karena dengan begitu, sebagai selir raja, dia tidak memiliki kekuasaan lagi. Apa yang ditakutka du Barry terjadi, Raja Louis XV meninggal dan Madame du Barry di depak dari Versailles dan diasingkan ke biara Pont Todam di barat Paris.

Louis XV


Raja Louis XV merupakan Raja Prancis yang pernah berkuasa. Raja Louis XV memiliki seorang selir bernama Madame du Barry yang senang berfoya-foya. Pada tanggal 27 April 1974, Raja Louis XV yang sedang berburu tiba-tiba merasa lelah dan jatuh sakit. Bercak-bercak merah bermunculan di wajah dan sekujur tubuh sang raja. Para dokter mengidentifikasinya sebagai penyakit cacar. Pada saat itu serum cacar belum ditemukan, dan cacar merupakan penyakit yang ditakuti dan mewabah. Dalam keadaan yang menyedihkan, Raja Louis XV sadar ajalnya sudah dekat. Pada tanggal 7 Mei 1774 Raja Louis XV memanggil uskup untuk membuat pengakuan sebelum meninggal. Sang uskup kemudian berkata bahwa Raja Louis XV telah melanggar ajaran agama karena telah memiliki selir dan dianggap menghina tuhan. Madame du Barry pun di usir dari Versailles dan diasingkan ke biara Pont Todam. Pada tanggal 10 Mei 1774, Raja Louis XV wafat. Dengan wafatnya Raja Louis XV maka cucunya Louis August dinobatkan menjadi penggantinya dan diberi gelar Raja Louis XVI. Beberapa waktu setelah kematian Raja Louis XV, diketahui bahwa Raja Louis XV pernah memesan sebuah kalung permata pada Boehmer sang pedagang permata. Siapa sangka, kalung permata ini akan menjadi suatu konspirasi yang melibatkan Ratu Marie Antoinette. Kasus kalung permata ini sampai saat ini terkenal dalam sejarah kriminal Prancis.

Jeanne Valois de La Motte


Jeanne adalah anak dari Nicole Lamortier hasil hubungannya dengan Count Saint-Remi de Valois. Jeanne tinggal di daerah kumuh di Paris bersama dengan ibunya yang sakit-sakitan dan adiknya, Rosalie. Jean adalah gadis pemalas dan tamak, selalu memimpikan kemewahan. Suatu hari dia diangkat anak oleh Countess Bren Billie yang baik hati. Namun jeanne yang tamak berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya dengan segala cara. Dibantu oleh Nicolas de La Motte, pria yang mencintainya dan mau melakukan apa saja untuknya, Jean membunuh Countess Bren Billie dan menguasai seluruh hartanya. Jeanne kemudian menikah dengan Nicholas. Namun ketamakan Jeanne tidak sampai disitu, dia memperalat Cardinal Rohan untuk kepentingan pribadinya dan parahnya lagi, dia mengatasnamakan Ratu Antoinette. Ketika dia mengetahui bahwa Boehmer si pedagang permata memiliki sebuah kalung permata yang bernilai 1.600.000 livre, dia berusaha mendapatkan kalung itu dan kembali mengatasnamakan Ratu Antoinette. Ketika Jeanne akhirnya diadili karena kasus kalung itu, Jean berkata bahwa sang Ratu lah yang menyuruhnya mencuri kalung itu. Jeanne memang licik, berani, dan pintar berbohong dia berhasil menarik simpati rakyat dan para bangsawan yang membenci ratu. Apalagi kenyataan Ratu Marie Antoinette memang boros dan senang berfoya-foya, hal itu melancarkan akal bulus Jean untuk melimpahkan segala kesalahan kepada Ratu. Kasus kalung permata ini sangat terkenal di Prancis dan sangat memojokkan posisi Ratu Marie Antoinette.

Nicholas de La Motte


Nicholas de La Motte adalah seorang pria yang tergila-gila pada Jean Valois. Apapun dilakukan Nicholas untuk Jean, termasuk membunuh Countess Bren Billie, ibu angkat Jean. Atas rekomendasi dari Cardinal Rohan, Nicholas masuk sebagai anggota Pasukan Pegawal Istana pimpinan Oscar. Sejak awal, Oscar merasa ada yang tidak beres dengan Nicholas apalagi ketika Nicholas seringkali cuti dari Pasukan Pengawal Istana. Namun Oscar tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak ada bukti bagi kecurigaannya itu.
Nicholas ini juga terlibat dalam kasus kalung permata. Ketika akhirnya Jean berhasil mendapatkan kalung itu, Jean memotong-motong kalung itu dan menyuruh Nicholas lari ke Inggris dan menjual potongan kalung itu di sana.



Cardinal Rohan



Cardinal Rohan adalah seorang biarawan, akan tetapi dia memiliki kebiasaan buruk yaitu mata keranjang. Dulunya Cardinal Rohan ini berada di kedutaan Prancis di Austria. Akan tetapi dia tidak disukai oleh Ratu Marie Therese karena kebiasaan buruknya itu. Cardinal Rohan ini diperalat oleh Jean untuk mendapatkan Kalung Permata dari Boehmer. Namun di hasil persidangan, dia bebas dari segala tuduhan.




Alain de Soison

Alain de Soison adalah anggota pasukan pengawal Prancis Company B yang berada di bawah pimpinan Oscar yang saat itu dipindahtugaskan dari posisi Komandan Pasukan Pengawal Istana ke posisi Komandan Pasukan Pengawal Prancis. Alain ini adalah ketua regu yang sangat disegani oleh teman-temannya. Alain yang memiliki sifat kasar dan keras kepala ini sangat membenci bangsawan. Ketika Oscar menjadi Komandan pasukan pengawal Prancis, Alain sangat membencinya dan mempengaruhi kawan-kawannya untuk membuat Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Prancis. Dia sempat terlibat adu pedang dengan Oscar dan akhirnya dimenangkan oleh Oscar. Namun Alain masih sangat membenci Oscar. Ketika mengetahui bahwa André Grandier yang juga masuk sebagai anggota Pasukan Pengawal Prancis itu adalah pengawal Oscar, Alain jadi ikut-ikutan membencinya. Apalagi ketika mengetahui André memiliki perasaan terhadap Oscar, Alain mengejeknya habis-habisan dan menganggap André pecundang karena mencintai wanita seperti Oscar. Dalam versi manga Alain diam-diam mencintai Oscar. Dia menutupi perasaannya dengan bersikap seolah-olah dia sangat membenci Oscar. Ketika kematian Diane, adiknya, Alain sempat depresi namun disadarkan oleh Oscar. Ada beberapa perbedaan antara Alain dalam versi manga dengan versi animenya. Dalam versi manga, Alain sangat membenci Oscar dan mengusahakan berbagai cara agar Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Prancis, sedangkan dalam versi anime Alain tidak mengganggu Oscar. Dalam versi manga, Alain diam-diam mencintai Oscar dan perasaannya terungkap ketika dia secara reflek mencium Oscar pada saat mereka berjaga di tempat diselenggarakannya rapat tiga golongan, sedangkan dalam versi anime tidak diperlihatkan bahwa Alain mencintai Oscar, hanya ada bagian yang mungkin mengungkapkan hal itu ketika Alain mendatangi Oscar untuk mengucapkan terima kasih karena Oscar telah menyelamatkan Lassal Dressel dari hukuman dan berkata bahwa dia sangat mengharapkan Oscar menyelamatkannya juga apabila dia mengalami hal yang sama dengan Lassal. Dalam versi manga, Alain sangat membenci André yang dianggapnya ‘mengekor’ pada seorang bangsawan, sedangkan dalam versi anime, Alain berteman baik dengan André sejak keduanya bertemu di sebuah bar.



Maximillien D’Robespierre


Maximillien D’Robespierre lahir di Arras. Dia adalah seorang pemuda yang kritis. Robespierre mempelajari tentang hukum di sekolah Louis de Grande. Cita-citanya menjadi pengacara. Pada saat pelantikan Raja Louis XVI, Robespierre lah yang menyampaikan pidato ucapan selamat untuk raja sebagai wakil dari sekolah Louis de Grande. Di sebuah kedai minum di Arras, Robespierre bertemu dengan Oscar. Oscar mengenalinya sebagai murid dari sekolah Louis de Grande. Dengan kritisnya Robespierre mengatakan pada Oscar bahwa dia kecewa pada Raja dan Ratu baru. Robespierre berkata bahwa rakyat sangat berharap Raja baru lebih baik, namun keadaan tidak berubah. Harga barang terus naik dan Ratu Antoinette senang berfoya-foya. Oscar yang mendengar perkataan Robespierre pun terkejut, karena dia tak menyangka keburukan raja dan ratu di mata rakyat. Robespierre akhirnya berhasil menjadi seorang pengacara dan dia bekerja untuk rakyat. Pandangannya yang revolusioner menarik banyak simpati di kalangan rakyat termasuk Bernard Chatélett dan Saint-Just.

Saint-Just


Saint-Just merupakan pengikut setia Robespierre, namun sifatnya kelewat nekat dan sadis. Dalam versi anime, Saint-Just banyak membunuh para bangsawan. Ayah Oscar, Jendral Rainier de Jarjayes pun sempat menjadi korban kebengisan Saint-Just. Namun untungnya peluru yang ditembakkan Saint-Just tidak mengenai organ penting sehingga Jendral Jarjayes bisa diselamatkan. Saint-Just juga berusaha membunuh Oscar namun gagal. Saint-Just dalam versi manga berbeda dengan versi anime nya, dalam versi manga Saint-Just digambarkan sebagai pemuda tampan, revolusioner, kritis, berwajah dingin, dan pengikut setia Robespierre. Namun dalam versi manga tidak digambarkan Saint-just membunuh para bangsawan, atau paling tidak ‘belum’ sampai ke situ.


Madame Maron Glasse Grandier (Nenek)

Madame Maron Glasse Grandier atau lebih sering disebut Nenek (obaasan) ini adalah pengasuh yang mengabdi di keluarga Jarjayes selama bertahun-tahun. Madame Grandier ini memiliki seorang cucu yaitu André Grandier yang kemudian diangkat oleh keluarga Jarjayes untuk menemani Putri Bungsu Oscar. Madame Grandier ini sangat menyayangi Oscar, dan tidak menyetujui keputusan Jendral Jarjayes, ayah Oscar, untuk membesarkan Oscar sebagai anak laki-laki. Dia selalu membela dan melindungi Oscar dari kemarahan ayah Oscar. Neneklah yang selalu paling histeris apabila Oscar sampai terluka, dan seringkali memearahi André yang dianggapnya tidak becus menjaga putri cantik  kesayangannya. Nenek ini tidak pantang menyerah, untuk membuat Oscar mau memakai gaun-gaun buatannya. Alangkah senangnya hati nenek ini ketika suatu hari Oscar mengatakan  ingin memakai gaun ke pesta dansa. Dia pun menyibukkan dirinya mendandani Oscar. Ketika tahu bahwa cucunya, André, memiliki cinta terpendam terhadap Oscar, hati sang nenek sedih. Karena tak mungkin bagi André yang merupakan keturunan rakyat jelata dan hanya anak dari seorang pelayan, untuk memiliki Oscar yang merupakan seorang putri bangsawan. Apalagi ketika mengetahui bahwa kedua mata André buta, dia melarang André memberitahukan kepada siapapun tetnang kebutaannya, apalagi pada Jendral Jarjayes dan Oscar. Karena kalu mereka tahu, mereka akan membawa André ke dokter dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Nenek tidak mau merepotkan keluarga Jarjayes, karena selama ini nenek merasa berhutang budi atas kebaikan keluarga Jarjayes kepada dirinya dan André selama ini.

Jendral Bouille

Jendral Bouille ini adalah panglima tertinggi di kemiliteran Prancis. Di anime, Jendral Bouille bersahabat baik dengan ayah Oscar, Jendral Jarjayes. Dia juga merupakan salah seorang yang diincar oleh Saint-Just, namun saat itu Saint-Just salah sasaran. Peluru Saint-Just malah mengenai Jendral Jarjayesyang saat itu tengah duduk dalam kereta kuda bersama Jendral Bouille. Untungnya luka Jendral Jarjayes tidak membahayakan nyawanya. Dalam anime juga, Jendral Bouille lah yang menyelenggarakan pesta dansa untuk mencari calon suami untuk Oscar. Namun dalam manga, tidak digambarkan bahwa Jendral Bouille ini merupakan sahabat karib ayah Oscar. Saat Jendral Bouille memerintahkan Oscar untuk mengusir para wakil rakyat dalam Rapat 3 Golongan, dan Oscar menolaknya, Jendral Bouille tidak segan-segan menghukumnya dan memenjarakan 12 orang anak buah Oscar yang juga menentang perintah Jendral Bouille.

Ratu Marie Therese

Ratu Marie Therese adalah ibu dari Marie Antoinette. Beliau adalah seorang wanita yang cakap baik dalam kepemimpinan maupun politik. Dia senantiasa mengutamakan kepentingan rakyatnya. Ketika dia memutuskan menikahkan Antoinette dengan Putra Mahkota Prancis, beliau sempat ragu dan khawatir karena Antoinette yang berusia 14 tahun masih kekanak-kanakan dan senang bermain-main. Namun Ratu Marie Therese tidak memiliki pilihan lain. Setelah Antoinette menikah denga Putra Mahkota Prancis, Ratu Marie Therese mendapat kabar bahwa Antoinette memiliki masalah dengan selir Raja yaitu Mdame DuBarry, maka ia pun mengirim Count Mercy untuk mengawasi Antoinette. Suatu hari Ratu Marie Therese mendapatkan kiriman lukisan putrinya, Marie Antoinette, dari Prancis. Alangkah kecewanya beliau melihat penampilan putrinya yang berlebihan dalam lukisan tersebut. “Ini bukanlah lukisan Ratu Prancis!! Ini lukisan artis!!! Tolong kembalikan lagi lukisan ini, aku tak mampu melihatnya!”, kata Ratu Marie Therese. Sampai akhir hayatnya beliau selalu memikirkan nasib putrinya, Marie Antoinette, Ratu Prancis.

Duke Orlèans
Duke Orlèans adalah sepupu dari Louis August (Louis XVI). Dia mengincar tahta raja. Dalam anime, dia selalu merencanakan kejahatan untuk merebut tahta, termasuk menculik Putri Marie Antoinette untuk menggagalkan rencana pernikahan Putra Mahkota Louis August dengan Marie Antoinette. Namun rencananya itu digagalkan oleh Oscar. Dia juga sempat bekerjasama dengan Madame DuBarry untuk menjatuhkan Putra dan Putri mahkota. Duke Orlèans ini juga berteman dengan golongan lapisan bawah (rakyat) dan mengizinkan istananya, Palais Royale, digunakan untuk pertemuan para politikus dan tokoh-tokoh rakyat. Hal ini juga ia lakukan untuk merebut tahta kerajaan.

Countess Noailles

Countess Noailles adalah kepala dayang yang menjaga dan mengurus keperluan Marie Antoinette serta penasihat bagi Marie Antoinette yang kekanak-kanakan. Countess Noailles selalu memonitor tingkah laku Marie Antoinette, dan menegur apabila Antoinette melakukan suatu kesalahan. Countess Noailles ini seringkali menjengkelkan Marie Antoinette. Namun semua itu ia lakukan sebagai tanggung jawab, rasa sayang dan kekhawatirannya pada Marie Antoinette. Apalagi ketika melihat kedekatan Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen, bangsawan muda dari Swedia.




Count Mercy

Count Mercy adalah duta besar Austria untuk Prancis, yang diutus oleh Ratu Marie Therese untuk menjaga dan memonitor putrinya, Marie Antoinette. Ketika Putri Marie Antoinette bermasalah dengan Madame DuBarry, selir raja, Ratu Marie Therese mengirim Count Mercy ke Prancis. Count Mercy berusaha membujuk Putri Antoinette menyapa Madame DuBarry namun Antoinette menolak. Count Mercy semakin khawatir tingkah laku Antoinette membawa dampak buruk bagi perdamaian antara Prancis dan Austria. Akhirnya, dengan susah payah akhirnya Antoinette mau menyapa Madame DuBarry satu kali saja.




Duke de Guemene

Duke Guemene merupakan seorang bangsawan yang masih keluarga kerajaan. Duke Guemene ini sangat berkuasa bahkan Raja Louis XVI pun sulit menanganinya. Duke Guemene adalah seorang yang sombong dan kejam. Suatu hari Oscar dan Andrè menyaksikan Duke Guemene menembak anak laki-laki kecil yang mencuri uang dari keretanya. Oscar yang melihat kejadian itu sangat murka, Andrè yang melihat kemarahan Oscar, langsung menahannya dan membawa Oscar pergi. Duke Guemene ini seorang yang suka menyepelekan, dia menyepelekan Oscar yang saat itu diangkat jadi komandan tertinggi di pasukan istana. Dia menjelek-jelekkan Oscar, karena Oscar perempuan dan tidak pantas menjadi komandan. Oscar kemudian balik menyudutkan Duke Guemene dengan mengatakan kejadian yang ia lihat ketika Duke Guemene menembak seorang anak kecil. Duke Guemene murka dan mengajak Oscar berduel. Dalam manga, duel ini tidak terjadi karena dicegah oleh Ratu Marie Antoinette. Sedangkan dalam anime, duel ini terjadi dan berakhir dengan kemenangan Oscar yang berhasil menembak tangan Duke Guemene.


Charlotte de Polignac 

Charlotte de Polignac adalah putri dari Countess Polignac hasil pernikahannya denga Count Polignac. Dengan begitu, Charlotte ini adalah adik Rosalie. Pertama kali bertemu dengan Rosalie di pesta dansa, Charlotte bersikap angkuh terhadapnya karena dia merasa iri melihat Rosalie datang bersama Oscar yang dikaguminya. Countess Polignac yang tamak menjodohkan Charlotte yang berusia 11 tahun dengan Pangeran de Guise yang berusia 43 tahun. Charlotte menolak, namun Countess Polignac memaksanya. Charlotte tidak bisa berbuat apa-apa, dan seringkali terlihat menangis sendirian di pesta dansa. Dalam manga, Rosalie yang saat itu menyadari bahwa Charlotte adalah adiknya, berusaha menghiburnya. Namun kedekatan Charlotte dan Rosalie membuat marah Countess Polignac. Charlotte yang merasa tertekan kemudian berniat bunuh diri, dia naik ke atas menara dan menjatuhkan dirinya. Charlotte pun meninggal, tanpa mengetahui fakta bahwa Rosalie adalah kakaknya.

Diane de Soison

Diane de Soison adalah adik Alain de Soison, dalam anime rambut Diane berwarna coklat sedangkan dalam manga, Diane digambarkan memiliki rambut hitam. Berbeda dengan kakaknya yang dalam manga digambarkan sebagai laki-laki yang kasar dan keras kepala, Diane ini memiliki sifat lemah lembut dan polos. Diane sangat mengagumi rambut Oscar yang indah dan pirang keemasan. Teman-teman Alain berebut ingin diperkenalkan dengan Diane. Apabila datang waktu kunjungan, dan Diane datang untuk menjenguk Alain, teman-teman Alain langsung ribut. Namun mereka kecewa ketika suatu hari dikabarkan bahwa Diane akan segera menikah dengan seorang bangsawan. Namun sayangnya pria bangsawan itu membatalkan pernikahannya dengan Diane demi menikahi seorang putri kaya. Diane yang kecewa lalu gantung diri. Hal itu membuat Alain depresi, dan terus-terusan berada di samping mayat Diane yang kian membusuk. Oscar kemudian datang dan menyadarkan Alain dari depresinya. Dalam manga, ketika Alain kembali bertugas, Alain memberi Oscar sebuah kotak kecil berisi rambut Diane. Alain mengatakan bahwa itu adalah kenang-kenangan dari Diane yang mengagumi dan selalu memuji-muji rambut Oscar yang pirang keemasan.


Dr Lasonne

Dr Lasonne hanya disebutkan dalam anime. Dr Lasonne ini merupakan dokter pribadi keluarga Jarjayes. Dialah yang mengobati luka Oscar ketika Oscar terluka setelah jatuh dari kuda ketika menolong Putri Marie Antoinette. Dr Lasonne jugalah yang mengobati mata Andrè. Dalam anime, Dr Lasonne lah yang memberitahu Oscar tentang kebutaan mata Andrè. Ketika Oscar datang untuk memeriksakan kesehatannya, Dr Lasonne dengan sedih memberitahunya bahwa Oscar menderita Tuberculosis dan hanya memiliki waktu paling lama satu setengah tahun untuk hidup apabila Oscar memaksakan diri terus berada di dunia kemiliteran. Dr Lasonne ingat ketika dulu Oscar terkena demam tinggi pada saat Oscar berusia 3 tahun, dapat digambarkan dari scene itu bahwa Dr Lasonne juga sangat menyayangi Oscar. Dr Lasonne menitikan air mata, dia sedih atas penyakit yang diderita Oscar dan menyarankannya untuk berhenti dari kemiliteran dan pindah ke tempat yang penuh udara segar untuk kesembuhannya. Namun Oscar menolak, karena dia tidak bisa tinggal diam melihat Prancis dalam kekacauan dan ingin meneruskan perjuangannya.

Facebook Comments

1 komentar:

Countess Hay François de Jarjayes on 17 Desember 2011 11.20 mengatakan...

Film masa kecil :'D

Poskan Komentar

Merci Beaucoup ^^

 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates